Harga emas dunia sedikit terkoreksi pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan penguatan dolar AS yang kembali mendapat sentimen positif dari perkembangan terkini dalam diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meski begitu, pergerakan harga emas tetap terlihat tidak stabil karena ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ilustrasi. Foto: Freepik.
Dolar AS menguat setelah harapan akan kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai redup. Pesan yang datang dari Teheran terasa ambiguitas, dan Washington sendiri mulai mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal komersial di Selat Hormuz. Situasi ini menciptakan volatilitas di pasar, yang berimbas pada performa emas sebagai aset safe haven.
Menurut data dari Investing.com, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.705,76 per ons. Sementara harga emas berjangka naik 0,4 persen menjadi USD4.714,84 per ons. Meskipun sempat mengalami lonjakan, kedua jenis emas tersebut justru mengakhiri sesi dengan sedikit penurunan dari level tertinggi dua minggu terakhir.
Dinamika Geopolitik yang Mempengaruhi Harga Emas
Iran saat ini tengah meninjau proposal terbaru dari Amerika Serikat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini menjadi fokus pasar karena selat tersebut merupakan jalur penting bagi pasokan minyak global. Ketidakjelasan dari Teheran membuat investor berhati-hati, sementara dolar AS tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian.
1. Proposal Damai AS-Iran
AS dan Iran dikabarkan sedang menyusun kerangka kerja damai yang terdiri dari 14 poin. Kerangka ini akan menjadi dasar pembicaraan perdamaian yang direncanakan akan dimulai minggu depan di Pakistan. Proses ini diperkirakan akan berlangsung selama sebulan dan membahas isu-isu sensitif seperti ambisi nuklir Iran dan pencabutan sanksi internasional.
Namun, masih ada perbedaan pandangan mengenai beberapa poin penting, khususnya soal pengayaan nuklir dan inspeksi. Media pemerintah Iran menyatakan bahwa Teheran masih mengevaluasi proposal tersebut, sementara laporan lain menyebut bahwa proposal itu dianggap sebagai daftar keinginan Amerika.
2. Respons Iran terhadap Lalu Lintas Kapal
Iran telah menetapkan protokol baru bagi kapal tanker yang ingin melintasi Selat Hormuz. Salah satu syaratnya adalah pengisian dokumen berjudul "Deklarasi Informasi Kapal". Jika tidak dipenuhi, kapal berisiko diserang. Langkah ini memperjelas bahwa Iran tidak akan dengan mudah membuka jalur tersebut tanpa syarat.
Menurut laporan CNN, Iran akan menyampaikan tanggapan resminya kepada mediator pada hari Kamis. Sementara itu, pejabat senior Iran seperti Mohsen Rezaei menyatakan bahwa AS tidak akan dibiarkan membuka kembali selat tersebut tanpa membayar kompensasi atas kerusakan yang dialami Iran selama konflik.
3. Peran AS dalam Keamanan Laut
AS sempat menghentikan sementara "Proyek Kebebasan", yaitu upaya untuk melindungi kapal komersial saat melintasi Selat Hormuz. Namun, laporan dari Wall Street Journal menyebut bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS. Ini membuka kemungkinan pemerintahan Trump untuk melanjutkan kembali Proyek Kebebasan.
Perilaku Emas yang Tak Biasa
Harga emas sebenarnya diharapkan naik saat terjadi ketegangan geopolitik. Namun, kenyataannya menunjukkan sebaliknya. Sejak eskalasi konflik di Timur Tengah, emas justru mengalami tekanan dan bahkan mencatat kerugian pada April, meski biasanya logam mulia ini justru menjadi pilihan investor saat krisis.
Kristian Kerr, kepala strategi makro di LPL Financial, menyebut bahwa perilaku emas terlihat kontraintuitif. Ia menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan salah satu guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern. Pendapatan minyak negara-negara Teluk Persia anjlok, dan ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga likuiditas.
Tabel: Perbandingan Pergerakan Harga Emas dan Dolar AS
| Indikator | Harga Emas Spot | Harga Emas Berjangka | Dolar AS |
|---|---|---|---|
| Sebelum Penyesuaian | USD4.690,00 | USD4.695,00 | Stabil |
| Setelah Penyesuaian | USD4.705,76 (+0,3%) | USD4.714,84 (+0,4%) | Menguat |
| Tren Minggu Ini | Fluktuatif | Fluktuatif | Naik |
4. Emas sebagai Sumber Likuiditas
Menurut Kerr, dalam kondisi seperti ini, emas bukan hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tapi juga sebagai sumber dolar. Dengan menjual atau menukar emas, investor bisa langsung mendapatkan dolar AS, mata uang yang masih menjadi andalan sistem keuangan global. Ini menjelaskan mengapa harga emas tidak langsung melonjak meski ada ketegangan.
Penutup
Harga emas dunia memang terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, dinamika geopolitik, dan performa dolar AS. Dalam konteks ketegangan AS-Iran saat ini, emas belum menunjukkan reaksi yang khas, karena investor masih menunggu kejelasan dari jalur diplomatik.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Mei 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan pasar global.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












