Multifinance

Bitcoin Anjlok 1,5 Persen akibat Ketegangan Global dan Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Bintang Fatih Wibawa
×

Bitcoin Anjlok 1,5 Persen akibat Ketegangan Global dan Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Anjlok 1,5 Persen akibat Ketegangan Global dan Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 1,5 persen pada perdagangan Jumat waktu New York. Pelemahan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang memicu sentimen “risk-off” di pasar keuangan global. Investor tampak mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto, dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Meski mengalami koreksi, Bitcoin masih menunjukkan performa positif sepanjang pekan, dengan estimasi kenaikan sekitar 0,3 persen. Namun, tekanan dari luar, terutama konflik di Timur Tengah dan kebijakan proteksionis dari pemerintahan Trump, membuat pergerakan harga aset digital ini tetap rentan terhadap volatilitas.

Dinamika Pasar dan Sentimen Investor

Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Lonjakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran ke kapal Arab Saudi di Laut Merah menjadi pemicu utama lonjakan harga minyak mentah. Lonjakan ini berpotensi memicu inflasi, yang bisa memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan.

Selain itu, pengumuman tarif perdagangan baru terhadap 60 negara mitra dagang oleh pemerintahan Trump turut menambah tekanan. Meski dampaknya tidak langsung terasa pada Bitcoin, kebijakan ini bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif.

Namun, di tengah situasi ini, Bitcoin masih mendapat dukungan dari arus masuk positif ke produk ETF berbasis aset spot. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa minggu ini menjadi minggu terbaik bagi ETF Bitcoin sejak awal Mei lalu. Arus dana ini membantu menahan laju penurunan harga dan memberikan stabilitas relatif bagi aset kripto paling dominan tersebut.

Performa Aset Kripto Lainnya

Tidak hanya Bitcoin, sebagian besar aset kripto lain juga mengalami tekanan jual yang signifikan pada hari yang sama. Sentimen negatif menyebar ke seluruh pasar digital asset, dengan hampir semua token mengalami koreksi.

Berikut adalah rincian pergerakan harga beberapa aset kripto utama:

Aset Kripto Perubahan (%) Harga (USD)
Bitcoin (BTC) -1,5% 64.158,5
Ethereum (ETH) -1,2% 1.860,26
Ripple (XRP) -1,8% 1,0898
BNB -0,4%
Solana (SOL) -3,2%
Cardano (ADA) -3,2%
Dogecoin (DOGE) -0,9%
$TRUMP Token -2,7%

Dari data di atas, terlihat bahwa sektor memecoin dan altcoin lainnya lebih rentan terhadap volatilitas dibandingkan Bitcoin. Meski begitu, koreksi ini bisa dianggap sebagai konsolidasi sebelum potensi rebound di sesi perdagangan berikutnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin

  1. Ketegangan Geopolitik
    Konflik di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, memicu lonjakan harga energi dan memperbesar risiko inflasi. Ini membuat investor lebih berhati-hati dalam menanamkan dananya di aset berisiko tinggi.

  2. Kebijakan Tarif Baru AS
    Pengumuman tarif baru terhadap 60 negara mitra dagang oleh pemerintahan Trump memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global. Ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan terhadap aset spekulatif.

  3. Performa Saham Teknologi dan AI
    Pelemahan pasar saham, khususnya saham teknologi dan kecerdasan buatan, ikut memengaruhi minat investor terhadap aset kripto. Investor cenderung menarik dana dari sektor yang dianggap lebih berisiko.

  4. Arus Dana ke ETF Bitcoin Spot
    Meski tekanan eksternal tinggi, arus masuk ke ETF Bitcoin Spot membantu menahan laju penurunan harga. Ini menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset kripto masih kuat meskipun dalam kondisi sulit.

Dampak Jangka Pendek dan Tren yang Perlu Diwaspadai

Sentimen negatif yang sedang terjadi bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan, terutama jika ketegangan geopolitik tidak kunjung mereda. Investor perlu waspada terhadap:

  • Lonjakan harga minyak mentah yang bisa memicu inflasi lebih tinggi.
  • Kebijakan moneter ketat dari bank sentral global yang membatasi pertumbuhan pasar keuangan.
  • Potensi koreksi lebih dalam jika sentimen pasar semakin memburuk.

Namun, di sisi lain, arus masuk ke ETF Bitcoin bisa menjadi penopang utama harga. Jika tren ini berlanjut, Bitcoin berpotensi pulih lebih cepat dibandingkan aset kripto lainnya.

Disclaimer

Data harga dan kondisi pasar yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan makro ekonomi, dan sentimen investor global. Informasi ini hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan saran investasi.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.