Multifinance

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Program Coaching yang Terus Berkembang

Muhammad Rizal Veto
×

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Program Coaching yang Terus Berkembang

Sebarkan artikel ini
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Program Coaching yang Terus Berkembang

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Produktivitas sumber daya manusia kini menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa. Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan Vanaya Institute resmi menjalin kerja sama dalam program Coaching for Productivity, sebagai bagian dari inisiatif One Productivity Coach per Company. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam mengelola serta meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada 9 Maret 2026 di Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia (BSI), Jakarta. Acara yang bertema “B300 Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) dan 101 Member Indonesia HR Ecosystem” ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, serta para praktisi HR dan tokoh kompetensi dari berbagai organisasi.

Penguatan Produktivitas Tenaga Kerja

Inisiatif Coaching for Productivity merupakan tindak lanjut dari diskusi strategis antara GNIK, Vanaya Institute, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Hasilnya adalah kesepakatan bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya soal peningkatan output, tapi juga melibatkan efektivitas sistem kerja, kualitas kepemimpinan, dan budaya organisasi yang mendukung kinerja berkelanjutan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan perlunya perubahan paradigma dalam memandang manusia sebagai pusat dari proses kerja. Menurutnya, produktivitas harus dipahami sebagai cara pandang, cara kerja, alat kerja, dan budaya kerja.

1. Perubahan Filosofi Kerja

Produktivitas bukan sekadar angka output yang tinggi. Ini adalah soal bagaimana manusia bekerja dengan efektif, efisien, dan bermakna. Dengan memuliakan manusia sebagai subjek utama dalam proses kerja, maka produktivitas bisa menjadi fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

2. Peningkatan Budaya Organisasi

Budaya kerja yang mendukung inovasi dan kolaborasi menjadi kunci utama. Program Coaching for Productivity dirancang untuk membentuk mindset produktif di internal organisasi, bukan hanya dari sisi struktur, tapi juga dari sisi pola pikir dan etos kerja.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Produktivitas Nasional

Ketua Umum GNIK, Yunus Triyonggo, menyatakan bahwa peningkatan produktivitas nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas profesional. Saat ini, produktivitas Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara Asia Tenggara, bahkan tertinggal sekitar 50 tahun dari Jepang.

3. Perbandingan Produktivitas Indonesia dengan Negara Lain

Negara Tingkat Produktivitas (USD/hour)
Jepang 45
Singapura 42
Malaysia 18
Indonesia 8

Catatan: Data dapat berubah sewaktu-waktu dan bersifat estimasi berdasarkan data terkini.

4. Inisiatif One Company One Productivity Coach

Langkah ini menjadi penting untuk mendorong perusahaan membangun kapasitas internal. Dengan adanya seorang Productivity Coach di setiap perusahaan, diharapkan tercipta sistem kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Penerapan Coaching untuk Membangun Kapasitas Internal

CEO Vanaya Institute, Lyra Puspa, menekankan bahwa coaching adalah pendekatan yang efektif untuk membentuk budaya kerja produktif secara berkelanjutan. Jika perbaikan proses, produk, dan kebijakan bersifat outside-in, maka productivity coaching melengkapi upaya tersebut secara inside-out.

5. Hasil Riset Vanaya NeuroLab

Riset yang dilakukan oleh Vanaya NeuroLab menunjukkan bahwa coaching mampu meningkatkan kapasitas otak manusia. Hal ini membentuk pola pikir yang lebih inovatif, memiliki growth mindset, dan etos kerja tinggi.

6. Manfaat Coaching bagi Organisasi

  • Meningkatkan kreativitas dan inovasi tim
  • Membentuk budaya kerja yang kolaboratif
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses kerja
  • Mengembangkan kepemimpinan yang adaptif

Penyebaran Program ke 10 Kota

Program Coaching for Productivity akan digelar di minimal 10 kota besar di Indonesia. Tujuannya adalah mencetak Productivity Coach yang terkualifikasi secara profesional dan tersebar di berbagai perusahaan.

7. Target dan Capaian Program

Kota Target Peserta Capaian (Estimasi)
Jakarta 500 480
Surabaya 300 290
Bandung 300 275
Medan 200 190
Yogyakarta 150 140

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi lapangan.

8. Tahapan Pelaksanaan Program

  1. Seleksi peserta dari berbagai perusahaan mitra
  2. Pelatihan intensif selama 3 bulan
  3. Sertifikasi sebagai Productivity Coach
  4. Penempatan di perusahaan untuk implementasi coaching
  5. Evaluasi berkala dan pendampingan pasca-pelatihan

Membangun Ekosistem Produktivitas Nasional

Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya sebatas program pelatihan. Tujuannya lebih luas: membangun ekosistem produktivitas nasional yang kuat dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan tenaga kerja Indonesia semakin kompeten dan siap bersaing di kancah global.

9. Tujuan Jangka Panjang

  • Meningkatkan produktivitas tenaga kerja nasional
  • Mendorong inovasi dan efisiensi di tempat kerja
  • Membangun budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif
  • Mendukung visi Indonesia Emas 2045

Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mempercepat pencapaian target pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi. Dengan pendekatan berbasis coaching, diharapkan perubahan produktivitas tidak hanya terjadi di permukaan, tapi juga menembus akar budaya organisasi.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan kondisi lapangan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Pantai Teluk Awur

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.