Harga emas dunia mengalami tekanan di tengah penguatan dolar AS dan optimisme pasar terkait progres pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, logam mulia ini tetap menunjukkan dinamika yang menarik perhatian investor global.
Pergerakan harga emas pada perdagangan Senin waktu setempat menunjukkan kontras. Spot emas naik 0,8 persen menjadi USD4.191,43 per ons. Namun, kontrak emas berjangka justru turun 0,9 persen ke level USD4.209,70 per ons. Perbedaan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dan sentimen geopolitik yang sedang berkembang.
Tekanan dari Dolar dan The Fed
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan global.
Sentimen ini diperkuat dengan sikap hawkish dari Federal Reserve. Dalam rilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) terbaru, separuh anggota FOMC memperkirakan kenaikan suku bunga pada tahun ini sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan inflasi.
1. Perubahan Proyeksi Suku Bunga
Dot plot terbaru menunjukkan bahwa pasar kini memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Sebelumnya, ekspektasi pasar condong pada dua kali pemangkasan suku bunga.
2. Bank of America Cabut Prediksi Penurunan Suku Bunga
Bank of America juga mengumumkan bahwa mereka tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga The Fed hingga 2028. Hal ini menunjukkan bahwa siklus suku bunga tinggi masih akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Suku bunga tinggi umumnya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield). Investor cenderung beralih ke instrumen berbunga saat suku bunga naik.
Sentimen Positif dari Diplomasi AS-Iran
Di tengah tekanan ekonomi, ada kabar baik dari sisi geopolitik. Kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran memberikan dorongan positif pada sentimen risiko pasar.
3. Penurunan Harga Minyak
Harga minyak turun setelah Washington melaporkan kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Teheran. Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting dunia, kembali terbuka tanpa biaya tambahan.
4. Kesepahaman di KTT G7
Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Iran saat menghadiri KTT G7 di Prancis pekan lalu. Kesepakatan ini mencakup penghentian operasi militer di wilayah seperti Lebanon dan membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk menyusun perjanjian damai permanen.
Iran juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi berlangsung. Pernyataan ini memberikan keyakinan lebih besar bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa mereda.
Pergerakan Logam Lainnya
Selain emas, logam lain juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Perak naik 0,3 persen menjadi USD65,1065 per ons, sedangkan platinum naik 0,6 persen ke posisi USD1.677,65 per ons.
Di sisi lain, tembaga mengalami perbedaan arah tergantung pasar. Harga tembaga acuan di London Metal Exchange melemah 0,7 persen menjadi USD13.595 per ton. Namun, kontrak tembaga berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD6,3678 per pon.
Tabel Pergerakan Harga Logam (USD per satuan)
| Logam | Perubahan (%) | Harga Terbaru |
|---|---|---|
| Emas Spot | +0,8% | USD4.191,43 per ons |
| Emas Futures | -0,9% | USD4.209,70 per ons |
| Perak | +0,3% | USD65,1065 per ons |
| Platinum | +0,6% | USD1.677,65 per ons |
| Tembaga LME | -0,7% | USD13.595 per ton |
| Tembaga AS | +0,5% | USD6,3678 per pon |
Kesimpulan
Meski emas tertekan oleh penguatan dolar dan sikap hawkish The Fed, sentimen positif dari diplomasi AS-Iran memberikan nuansa optimis di tengah ketidakpastian. Investor kini harus memperhatikan dua hal sekaligus: kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik.
Perubahan proyeksi suku bunga dan penyesuaian pandangan dari lembaga keuangan besar seperti Bank of America menunjukkan bahwa lingkungan investasi masih dinamis. Emas, sebagai aset safe haven, tetap menjadi sorotan meski saat ini sedang menghadapi tantangan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat terbatas hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi dan geopolitik global.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












