Ilustrasi. Foto: Fahum.umsu.ac.id
Perubahan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu jadi sorotan tiap awal tahun. Tapi ternyata, Juli 2026 ini belum ada penyesuaian baru. Gaji ASN masih mengacu pada aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024. PP ini sudah mulai berlaku sejak awal 2024 lalu, dan jadi dasar penyesuaian gaji pokok PNS sampai saat ini.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga sudah memverifikasi bahwa sistem penggajian ASN Juli 2026 masih mengacu pada ketentuan yang sama. Artinya, belum ada kenaikan gaji pokok yang diterapkan secara nasional. Meski begitu, tetap ada tunjangan dan fasilitas tambahan yang bisa memengaruhi total penghasilan ASN.
Rincian Gaji Pokok ASN per Golongan Juli 2026
Gaji pokok ASN dibagi berdasarkan golongan dan masa kerja. Semakin tinggi golongan dan lama masa kerja, semakin besar pula nominalnya. Berikut rinciannya:
1. Golongan I
Golongan I terdiri dari empat tingkat: IA, IB, IC, dan ID. Gaji pokoknya berada di kisaran Rp1,6 juta hingga Rp2,9 juta per bulan.
- IA: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
- IB: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
- IC: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
- ID: Rp1.999.900 – Rp2.901.400
2. Golongan II
Untuk golongan II, kenaikan gaji terlihat lebih signifikan. Ini cocok bagi ASN yang sudah punya pengalaman beberapa tahun.
- IIA: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
- IIB: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
- IIC: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
- IID: Rp2.591.100 – Rp4.125.600
3. Golongan III
Golongan III biasanya diisi oleh ASN yang sudah menempati posisi menengah ke atas. Gaji pokoknya mulai dari Rp2,7 juta hingga lebih dari Rp5 juta.
- IIIA: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
- IIIB: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
- IIIC: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
- IIID: Rp3.154.400 – Rp5.180.700
4. Golongan IV
Golongan IV adalah yang tertinggi dalam struktur kepegawaian ASN. Gaji pokoknya bisa mencapai lebih dari Rp6 juta, tergantung masa kerja dan jabatan.
- IVA: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
- IVB: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
- IVC: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
- IVD: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
- IVE: Rp3.880.400 – Rp6.373.200
Tunjangan dan Fasilitas Tambahan untuk ASN
Selain gaji pokok, ASN juga mendapat berbagai tunjangan dan fasilitas. Besaran dan jenisnya bisa berbeda tergantung instansi dan lokasi kerja. Berikut penjabarannya:
1. Tunjangan Keluarga
Tunjangan ini diberikan kepada ASN yang sudah menikah dan memiliki tanggungan anak. Besarnya disesuaikan dengan status kepegawaian dan jumlah keluarga yang terdaftar secara resmi.
2. Tunjangan Jabatan
ASN yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu berhak mendapat tunjangan jabatan. Ada juga tunjangan umum yang diberikan kepada ASN tanpa memandang jabatan spesifik.
3. Tunjangan Beras
Tunjangan beras diberikan sebagai bentuk dukungan kebutuhan pokok. Besarnya bisa berbeda tergantung kebijakan instansi dan jumlah anggota keluarga yang tercatat.
4. Tunjangan Kinerja (Tukin/TPP)
Tunjangan kinerja diberikan sebagai penghargaan atas kinerja ASN. Di lingkungan kementerian/lembaga, tunjangan ini disebut Tukin. Di daerah, dikenal sebagai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Besarnya bisa mencapai puluhan juta per tahun, tergantung capaian kinerja.
5. Uang Makan
Uang makan diberikan setiap hari kerja. Besarnya tergantung kehadiran ASN dan kemampuan anggaran instansi. Untuk ASN di daerah, uang makan bisa berbeda-beda sesuai APBD setempat.
6. Fasilitas Kendaraan Dinas
Beberapa ASN yang memiliki tugas operasional tertentu mendapat kendaraan dinas. Jenisnya bisa berupa sepeda motor, mobil, atau alat transportasi khusus lainnya.
Faktor yang Mempengaruhi Total Penghasilan ASN
Gaji pokok memang penting, tapi bukan satu-satunya komponen penghasilan ASN. Ada beberapa faktor lain yang juga bisa memengaruhi total penerimaan bulanan.
Pertama, masa kerja. Semakin lama ASN bekerja, semakin tinggi gaji pokoknya. Kenaikan ini mengikuti aturan escalator yang sudah ditetapkan.
Kedua, lokasi kerja. ASN yang ditempatkan di daerah dengan beban kerja tinggi atau di wilayah terpencil biasanya mendapat tunjangan khusus.
Ketiga, jabatan. ASN dengan jabatan struktural atau fungsional tertentu mendapat tunjangan tambahan yang bisa cukup signifikan.
Keempat, kinerja individu. Tunjangan kinerja atau TPP sangat bergantung pada penilaian kinerja tahunan. ASN yang kinerjanya baik bisa mendapat TPP hingga 100% dari gaji pokok.
Kelima, tunjangan khusus daerah. Di beberapa daerah, ASN bisa mendapat tunjangan tambahan seperti tunjangan iklim, tunjangan daerah tertinggal, atau tunjangan khusus lainnya.
Perbandingan Gaji Pokok ASN dan Tunjangan
Berikut tabel perbandingan estimasi total penghasilan ASN berdasarkan golongan dan tunjangan rata-rata:
| Golongan | Gaji Pokok (Estimasi) | Tunjangan Rata-Rata | Total Penghasilan (Estimasi) |
|---|---|---|---|
| I | Rp2,2 – Rp2,9 juta | Rp1,5 – Rp2 juta | Rp3,7 – Rp4,9 juta |
| II | Rp2,8 – Rp4,1 juta | Rp2 – Rp2,8 juta | Rp4,8 – Rp6,9 juta |
| III | Rp3,5 – Rp5,1 juta | Rp2,5 – Rp3,5 juta | Rp6 – Rp8,6 juta |
| IV | Rp4 – Rp6,3 juta | Rp3 – Rp5 juta | Rp7 – Rp11,3 juta |
Catatan: Besaran tunjangan bisa berbeda tergantung instansi dan daerah.
Disclaimer
Data di atas merupakan estimasi berdasarkan regulasi yang berlaku sampai Juli 2026. Besaran gaji dan tunjangan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah, anggaran negara, atau regulasi baru. Untuk informasi resmi dan terkini, selalu cek ke sumber resmi seperti BKN atau instansi terkait.
Gaji ASN memang belum naik Juli ini, tapi total penghasilan tetap bisa kompetitif tergantung dari tunjangan dan fasilitas yang diterima. ASN yang tahu cara memaksimalkan tunjangan dan menjaga kinerja tetap baik, punya peluang untuk mendapat penghasilan yang lebih besar dari estimasi di atas.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












