Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Reporter: Ade Hapsari Lestarini
Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mengambil langkah strategis agar saham-saham Tanah Air bisa kembali masuk dalam daftar indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Langkah ini diambil menyusul keputusan beberapa indeks global yang baru-baru ini mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari portofolionya.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan diskusi dengan emiten-emiten potensial. Tujuannya agar saham mereka memenuhi kriteria global dan bisa kembali masuk dalam indeks-indeks tersebut.
Strategi BEI untuk Menarik Perhatian Indeks Global
Langkah-langkah konkret mulai dirancang oleh BEI agar pasar modal Indonesia kembali diminati oleh investor global. Ini penting karena masuk atau keluarnya saham dari indeks global berdampak langsung pada arus investasi asing.
Saham yang masuk dalam indeks global biasanya menjadi pilihan investor institusional yang mengikuti indeks tersebut. Jadi, jika saham Indonesia banyak yang keluar dari daftar MSCI atau FTSE Russell, maka potensi dana asing yang masuk ke pasar lokal juga bisa berkurang.
1. Diskusi dengan Emiten Potensial
Langkah pertama yang diambil BEI adalah mengundang emiten-emiten yang memiliki potensi untuk memenuhi kriteria indeks global. Diskusi ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan tersebut bisa menyesuaikan diri dengan standar internasional.
Emiten yang diundang biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas tinggi. BEI akan membantu mereka agar memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh penyedia indeks global.
2. Menyesuaikan Diri dengan Ketentuan Global Index Provider
Penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE Russell memiliki kriteria ketat yang harus dipenuhi oleh emiten agar bisa masuk dalam indeks mereka. BEI akan membantu emiten agar bisa memenuhi ketentuan tersebut.
Misalnya, ketersediaan informasi perusahaan yang transparan, struktur kepemilikan yang sesuai, serta likuiditas saham yang memadai. Semua itu menjadi pertimbangan utama dalam penilaian indeks global.
3. Meningkatkan Kualitas dan Transparansi Emiten
Selain menyesuaikan diri dengan kriteria global, BEI juga mendorong emiten untuk meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan (good corporate governance). Ini penting karena investor global sangat memperhatikan aspek transparansi dan akuntabilitas.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya BEI dalam meningkatkan citra pasar modal Indonesia di mata investor global. Dengan begitu, bukan hanya saham-saham besar yang bisa masuk indeks global, tapi juga emiten menengah yang memiliki prospek baik.
Emiten yang Dikeluarkan dari Indeks Global
Pada Mei 2026, MSCI mengumumkan hasil rebalancing indeksnya dengan mengeluarkan lima saham dari MSCI Global Standard Indexes dan 13 saham dari MSCI Small Cap Indexes. Perubahan ini akan berlaku efektif pada 29 Mei 2029.
Tak kalah mengejutkan, FTSE Russell juga mengeluarkan empat saham Indonesia dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Perubahan ini akan efektif mulai 22 Juni 2026 mendatang.
| Indeks Global | Jumlah Saham yang Dikeluarkan | Tanggal Efektif |
|---|---|---|
| MSCI Global Standard Indexes | 5 saham | 29 Mei 2029 |
| MSCI Small Cap Indexes | 13 saham | 29 Mei 2029 |
| FTSE Global Equity Index Series (GEIS) | 4 saham | 22 Juni 2026 |
Penyebab utama pengeluaran ini biasanya terkait dengan penurunan kapitalisasi pasar, kurangnya likuiditas, atau tidak terpenuhinya kriteria baru yang ditetapkan oleh penyedia indeks.
Apa Kata Jeffrey Hendrik?
Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa BEI tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Ia menyatakan bahwa pihak bursa akan aktif melakukan pendekatan dengan emiten-emiten yang memiliki potensi agar bisa kembali masuk dalam daftar indeks global.
“Kita akan ajak diskusi bagaimana bisa bersama-sama menambah jumlah perusahaan tercatat yang bisa masuk ke dalam indeks global. Kami akan memberikan dukungan untuk itu,” ujar Jeffrey.
Ia juga menambahkan bahwa diskusi ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Meski belum bisa menyebutkan tanggal pasti, namun persiapan internal sedang dilakukan secara serius.
Kriteria Emiten yang Layak Masuk Indeks Global
Untuk bisa masuk kembali dalam daftar indeks global, emiten harus memenuhi sejumlah kriteria penting. Berikut adalah beberapa di antaranya:
-
Kapitalisasi Pasar yang Tinggi
Emiten harus memiliki market cap yang cukup besar untuk menarik perhatian investor global. -
Likuiditas Saham yang Baik
Saham harus mudah diperdagangkan dan memiliki volume transaksi yang stabil. -
Transparansi Informasi
Emiten harus menyediakan informasi keuangan dan non-keuangan secara terbuka dan tepat waktu. -
Struktur Kepemilikan yang Sesuai
Kepemilikan saham harus memungkinkan partisipasi investor asing sesuai regulasi. -
Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Emiten harus menerapkan prinsip good corporate governance secara konsisten.
Dampak Jika Saham Indonesia Kembali Masuk Indeks Global
Masuknya kembali saham-saham Indonesia dalam indeks global akan membuka peluang besar bagi pasar modal Tanah Air. Investor institusional yang mengikuti indeks global akan kembali memasukkan saham Indonesia dalam portofolio mereka.
Ini berpotensi meningkatkan arus masuk dana asing ke pasar modal lokal. Selain itu, reputasi pasar modal Indonesia juga akan meningkat di mata dunia internasional.
Namun, semua itu butuh kerja sama antara BEI, emiten, dan regulator. Karena tidak cukup hanya dengan keinginan semata, tetapi juga harus didukung oleh kesiapan infrastruktur dan tata kelola yang memenuhi standar global.
Disclaimer
Data dan informasi terkait keputusan indeks global bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dari penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE Russell. Strategi BEI juga akan terus disesuaikan mengikuti dinamika pasar dan regulasi yang berlaku.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












