Multifinance

Wisata Olahraga Dipercaya Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata dan Pertumbuhan UMKM Lokal

Ryando Putra Jameni
×

Wisata Olahraga Dipercaya Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata dan Pertumbuhan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Wisata Olahraga Dipercaya Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata dan Pertumbuhan UMKM Lokal

Sport tourism tengah menjadi sorotan sebagai salah satu pendorong ekonomi daerah yang punya potensi besar. Apalagi, konsep ini tidak hanya soal olahraga semata, tapi juga menyentuh aspek pariwisata, budaya, hingga kesehatan masyarakat. Salah satu contoh nyata yang sedang naik daun adalah Mandiri Jogja Marathon (MJM). Event tahunan ini tidak hanya menarik para pelari dari berbagai penjuru, tapi juga membawa dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, terutama UMKM dan industri perhotelan.

Menpora Erick Thohir beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa sport tourism bisa menjadi katalisator gaya hidup sehat sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Pandangan ini disampaikannya saat melepas peserta MJM 2026 di area Candi Prambanan. Lokasi yang strategis dan bernilai sejarah tinggi ini memperkuat daya tarik acara, sekaligus menunjukkan betapa potensinya Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism.

Potensi Sport Tourism di Yogyakarta

Yogyakarta bukan cuma dikenal lewat candi-candinya atau kampus-kampus ternama. Kota ini juga memiliki kombinasi unik antara alam, budaya, dan infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan event olahraga. Semua itu menjadikan DIY sebagai lokasi ideal untuk mengembangkan sport tourism secara berkelanjutan.

1. Daya Tarik Wisata yang Terpadu

Salah satu kekuatan utama Yogyakarta adalah kemampuannya menggabungkan nilai sejarah, budaya, dan alam dalam satu paket destinasi. Misalnya, peserta marathon bisa mulai dari Candi Prambanan, lalu berlanjut ke Malioboro, dan diakhiri di pantai selatan. Ini bukan sekadar lomba lari biasa, tapi juga eksplorasi kota yang menyenangkan.

2. Infrastruktur Pendukung yang Memadai

DIY sudah memiliki jalur khusus sepeda, taman kota yang tertata rapi, serta fasilitas olahraga yang tersebar di berbagai wilayah. Kombinasi ini mempermudah penyelenggaraan event sport tourism besar-besaran seperti marathon atau cycling tour.

3. Komunitas Olahraga yang Aktif

Tidak tanggung-tanggung, komunitas pelari, pesepeda, dan atlet outdoor di DIY terus bertambah. Mereka bukan hanya peserta, tapi juga duta sport tourism yang secara organik mempromosikan kota ini kepada orang luar.

Dampak Ekonomi Sport Tourism

Kehadiran ribuan peserta dan pendamping dalam sebuah event olahraga seperti MJM berdampak langsung pada sektor-sektor ekonomi lokal. Mulai dari akomodasi, kuliner, hingga UMKM kecil yang biasanya tidak tersentuh oleh wisatawan biasa.

1. Peningkatan Okupansi Hotel

Selama masa pelaksanaan MJM, permintaan hotel dan penginapan di DIY biasanya melonjak. Data dari Asosiasi Hotel Indonesia mencatat peningkatan okupansi hingga 70% di sejumlah hotel bintang tiga ke atas.

2. Dorongan Bagi Sektor Kuliner dan UMKM

Peserta marathon dan rombongan mereka membutuhkan tempat makan, oleh-oleh, hingga layanan transportasi. Inilah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan produk mereka.

3. Peningkatan Transaksi Selama Event

Riset Mandiri Institute mencatat bahwa selama pekan pelaksanaan MJM 2025, belanja masyarakat DIY meningkat sebesar 11,6%. Angka ini diprediksi akan terus naik seiring dengan peningkatan jumlah peserta dan durasi kunjungan wisatawan.

Strategi Pengembangan Sport Tourism

Agar sport tourism bisa terus memberikan manfaat berkelanjutan, diperlukan strategi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak. Baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun komunitas lokal.

1. Integrasi dengan Agenda Budaya dan Pariwisata

Event olahraga tidak harus berdiri sendiri. Menggabungkannya dengan agenda budaya atau festival lokal bisa menarik lebih banyak wisatawan. Misalnya, MJM bisa digelar bersamaan dengan upacara adat atau pameran kerajinan lokal.

2. Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Mikro

UMKM bisa dilibatkan sebagai sponsor kecil, penyedia merchandise, atau bahkan mitra dalam paket wisata olahraga. Ini akan memperluas jaringan bisnis mereka dan memberikan nilai tambah pada pengalaman wisatawan.

3. Pengembangan Rute Sport Tourism

DIY bisa mengembangkan beberapa rute khusus untuk sport tourism, misalnya jalur sepeda lintas kabupaten, trek hiking edukatif, atau trail running dengan pemandangan alam istimewa. Hal ini akan memperkaya pilihan wisatawan dan memperpanjang durasi kunjungan mereka.

Tantangan dan Solusi

Meski potensi besar, pengembangan sport tourism juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah regulasi yang belum sepenuhnya mendukung, minimnya promosi ke luar negeri, dan kurangnya sinergi antar stakeholder.

Namun, tantangan ini bisa diatasi dengan pendekatan kolaboratif. Pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan swasta untuk promosi internasional. Sementara komunitas lokal bisa berperan aktif dalam desain program dan pengembangan konten digital.

Perbandingan Dampak Ekonomi MJM 2024 – 2026

Tahun Jumlah Peserta Estimasi Pertumbuhan Belanja (%) Okupansi Hotel Rata-Rata
2024 8.000 9,2 62%
2025 10.500 11,6 68%
2026 12.000 (diperkirakan) 13,5 (proyeksi) 70%+

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi ekonomi dan faktor eksternal.

Kesimpulan

Sport tourism bukan sekadar tren sesaat. Di tangan yang tepat, konsep ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama yang memiliki kombinasi alam, budaya, dan komunitas aktif seperti Yogyakarta. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, sport tourism bisa terus memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam bentuk pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kualitas hidup warga lokal.

Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi tersedia hingga Juni 2026. Nilai aktual dapat berbeda tergantung pada faktor eksternal seperti cuaca, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi global.

Ryando Putra Jameni
Reporter at Pantai Teluk Awur

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.