Ilustrasi bansos sering kali menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Tapi, di balik itu semua, ada mekanisme yang makin diperhalus agar bantuan tepat sasaran. Salah satunya adalah sistem desil yang digunakan pemerintah untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan kesejahteraan ekonominya.
Desil ini bukan sekadar angka. Ini adalah alat ukur seberapa besar kemampuan seseorang atau keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Semakin rendah angka desilnya, semakin tinggi kemungkinan seseorang menerima bantuan sosial dari negara.
Apa Itu Sistem Desil?
Sistem desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Dalam sistem ini, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau desil. Desil 1 merupakan kelompok dengan kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan kondisi ekonomi paling baik.
Pemerintah menggunakan sistem ini untuk menentukan siapa saja yang layak menerima bantuan sosial. Data yang digunakan mencakup berbagai indikator seperti kondisi rumah, pendapatan keluarga, kepemilikan aset, hingga informasi administrasi lainnya yang terintegrasi secara digital.
Klasifikasi Desil dan Kelayakan Bansos
Berikut pembagian kategori desil yang digunakan pemerintah:
- Desil 1: Kelompok sangat miskin
- Desil 2: Kelompok miskin
- Desil 3: Kelompok hampir miskin
- Desil 4: Kelompok rentan miskin
- Desil 5: Kelompok menengah bawah atau pas-pasan
- Desil 6 hingga 10: Kelompok menengah hingga sejahtera
Masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 5 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial. Sementara itu, kelompok desil 6 ke atas umumnya tidak lagi menjadi sasaran utama program bansos reguler.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Program ini ditujukan untuk keluarga yang berada pada desil 1 hingga 4. PKH memberikan bantuan berupa uang tunai secara rutin kepada keluarga miskin dengan syarat tertentu, seperti memastikan anak bersekolah dan mendapatkan pelayanan kesehatan.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat desil 1 hingga 5. BPNT berupa e-voucher atau kartu elektronik yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di toko atau kios yang telah ditunjuk.
3. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Program ini memberikan bantuan pembayaran iuran BPJS Kesehatan kepada keluarga miskin. Sasaran utamanya adalah keluarga pada desil 1 hingga 5.
4. Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)
Program ini ditujukan bagi kelompok rentan pada desil 1 hingga 5. ATENSI memberikan bantuan berupa pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima.
Kenapa Orang Bisa Keluar dari Desil Rendah?
Perubahan status desil bisa terjadi karena peningkatan kondisi ekonomi seseorang atau keluarga. Misalnya, jika seseorang yang sebelumnya berada di desil 3 tiba-tiba memiliki kendaraan mewah atau rekening besar, sistem bisa secara otomatis menggesernya ke desil yang lebih tinggi.
Faktor lain yang bisa memengaruhi pergeseran desil antara lain:
- Peningkatan pendapatan keluarga
- Perubahan kondisi tempat tinggal
- Kepemilikan aset yang tidak sesuai dengan kriteria desil rendah
Ketika seseorang naik ke desil 6 atau lebih tinggi, kemungkinan besar bantuan seperti PKH, BPNT, dan program lainnya akan dihentikan karena dianggap sudah tidak memenuhi kriteria.
Cara Mengecek Status Desil
Masyarakat bisa mengecek status desil mereka melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan secara mandiri. Namun, penting juga untuk memastikan bahwa data yang tercatat sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jika menemukan ketidaksesuaian, masyarakat bisa mengajukan koreksi data melalui fasilitas yang disediakan. Ini penting agar bantuan benar-benar sampai pada yang berhak menerimanya.
Penjelasan Program Bansos Berdasarkan Desil
| Program | Desil Sasaran |
|---|---|
| PKH | 1 – 4 |
| BPNT | 1 – 5 |
| PBI-JK | 1 – 5 |
| ATENSI | 1 – 5 |
Catatan: Data di atas dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemerintah terbaru.
Penutup
Sistem desil membantu pemerintah menyalurkan bantuan sosial secara lebih tepat sasaran. Namun, bagi yang sudah masuk ke desil 6 hingga 10, kemungkinan besar tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos reguler. Ini bukan berarti mereka tidak bisa mendapatkan bantuan sama sekali, tapi lebih pada penyesuaian dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.
Pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci utama agar sistem ini tetap akurat dan adil. Jadi, penting untuk selalu memastikan bahwa informasi yang tercatat benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Data desil dan program bansos bisa disesuaikan berdasarkan evaluasi dan perkembangan kebijakan terbaru.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












