Gojek dan Grab resmi menerapkan potongan komisi sebesar 8% untuk driver dan mitra pengemudi mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah signifikan dari kedua perusahaan dalam menyelaraskan model bisnis dengan regulasi yang berlaku, terutama terkait perlindungan mitra kerja.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang mewajibkan perusahaan digital untuk membatasi potongan komisi terhadap pendapatan mitra. Sebelumnya, potongan komisi dari Gojek dan Grab bisa mencapai 20%, yang sering menjadi sorotan dari kalangan driver dan ojek online lainnya.
1. Penyesuaian Komisi: Dampak dan Tujuan
Penurunan komisi dari yang sebelumnya bisa mencapai 20% menjadi hanya 8% merupakan upaya untuk memberikan keadilan ekonomi kepada mitra kerja. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan terhadap pekerja platform digital.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan driver dan mitra pengemudi bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari setiap transaksi. Ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan mitra kerja yang menjadi tulang punggung layanan mereka.
2. Jadwal Penerapan dan Proses Transisi
Penerapan potongan komisi 8% ini akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Namun, sebelum tanggal tersebut, kedua perusahaan memberikan masa transisi selama tiga bulan untuk menyesuaikan sistem dan memberikan edukasi kepada mitra.
| Tanggal Penting | Keterangan |
|---|---|
| 1 April 2026 | Mulai edukasi dan simulasi sistem baru |
| 1 Mei 2026 | Uji coba sistem komisi baru |
| 1 Juni 2026 | Sosialisasi akhir dan penyesuaian akun mitra |
| 1 Juli 2026 | Penerapan resmi komisi 8% |
3. Perbandingan Komisi Sebelum dan Sesudah
Sebelum penyesuaian, komisi yang dipotong oleh Gojek dan Grab bisa mencapai 20% dari total transaksi. Potongan ini digunakan untuk layanan teknologi, asuransi, dan biaya operasional lainnya. Namun, banyak mitra merasa bahwa angka ini terlalu tinggi dan mengurangi penghasilan mereka secara signifikan.
Dengan penurunan menjadi 8%, kini mitra bisa menyimpan lebih banyak pendapatan dari setiap order yang mereka ambil. Perubahan ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan driver serta loyalitas terhadap platform.
| Komponen | Sebelum (20%) | Sesudah (8%) |
|---|---|---|
| Potongan Komisi | 20% | 8% |
| Pendapatan Bersih Driver | 80% | 92% |
| Biaya Layanan (dibayar mitra) | Termasuk dalam komisi | Dibayar terpisah (jika ada) |
4. Tanggapan dari Mitra dan Komunitas Driver
Sebagian besar komunitas driver menyambut baik kebijakan ini. Banyak dari mereka menyatakan bahwa penurunan komisi akan memberikan dampak langsung pada peningkatan penghasilan bulanan. Namun, tetap ada kekhawatiran terkait transparansi penggunaan dana komisi dan biaya tambahan yang mungkin muncul ke depannya.
Beberapa driver juga berharap agar ke depannya ada mekanisme yang lebih jelas dalam pembagian biaya layanan seperti asuransi dan biaya administrasi. Mereka ingin semua biaya yang dikenakan terhadap mitra bersifat transparan dan tidak terlalu memberatkan.
5. Dampak Terhadap Pendapatan Driver
Dengan penurunan komisi, driver bisa mendapatkan peningkatan pendapatan bersih sebesar hingga 12% per bulan, tergantung pada volume order yang mereka ambil. Ini menjadi kabar baik bagi mereka yang bergantung pada platform sebagai sumber penghasilan utama.
Namun, efek nyata baru akan terlihat setelah penerapan resmi berjalan selama beberapa bulan. Beberapa driver optimis bahwa kebijakan ini akan membuat mereka lebih termotivasi untuk terus menggunakan platform Gojek dan Grab.
6. Strategi Gojek dan Grab Menghadapi Perubahan Regulasi
Kedua perusahaan telah menyesuaikan strategi operasional mereka untuk memenuhi aturan baru tanpa mengorbankan kualitas layanan. Salah satu pendekatannya adalah dengan meningkatkan efisiensi biaya operasional internal, sehingga tidak perlu membebankan biaya tinggi kepada mitra.
Selain itu, mereka juga meningkatkan fitur-fitur yang mendukung kenyamanan dan produktivitas driver, seperti sistem navigasi yang lebih akurat, fitur keamanan tambahan, dan program loyalitas yang memberikan insentif tambahan.
7. Apa Kata Ahli?
Menurut sejumlah ekonom digital, penyesuaian komisi ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan kesejahteraan mitra kerja. Ini juga menjadi contoh bagaimana regulasi pemerintah bisa mendorong perubahan positif di sektor ekonomi digital.
Namun, tetap dibutuhkan pengawasan yang ketat agar kebijakan ini tidak hanya menjadi pencitraan semata. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan komisi serta biaya tambahan menjadi hal penting yang harus terus dijaga.
8. Tips untuk Driver Mengoptimalkan Pendapatan Pasca-Penerapan
Meskipun komisi sudah turun, driver tetap perlu strategi untuk memaksimalkan pendapatan mereka. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Pilih jam sibuk untuk menerima order agar bisa mengambil lebih banyak penumpang.
- Manfaatkan promo dan insentif yang sering diberikan oleh platform.
- Jaga rating tinggi agar mendapat prioritas order.
- Gunakan fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan efisiensi, seperti rute tercepat dan estimasi waktu tempuh akurat.
9. Potensi Tantangan ke Depan
Meski penurunan komisi disambut baik, ada potensi tantangan yang mungkin muncul. Salah satunya adalah adanya peningkatan biaya operasional lainnya yang bisa memakan bagian dari pendapatan driver. Misalnya, biaya asuransi atau biaya layanan teknologi yang mungkin akan dikenakan secara terpisah.
Selain itu, jika volume order menurun karena faktor eksternal seperti musim atau kondisi ekonomi, maka peningkatan pendapatan bersih dari penurunan komisi bisa tidak terasa signifikan.
10. Kesimpulan: Langkah Maju Menuju Keadilan Ekonomi
Penurunan komisi menjadi 8% oleh Gojek dan Grab adalah langkah penting dalam membangun hubungan yang lebih adil dengan mitra kerja. Ini juga menunjukkan bahwa perusahaan siap menyesuaikan diri dengan regulasi yang melindungi hak pekerja digital.
Namun, keberhasilan kebijakan ini akan tergantung pada konsistensi pelaksanaan dan transparansi dalam pengelolaan dana. Jika dilakukan dengan benar, langkah ini bisa menjadi contoh bagi platform digital lainnya di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan kebijakan yang tersedia hingga Juni 2025. Kebijakan dan angka terkait komisi serta tanggal penerapan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal perusahaan dan regulasi pemerintah.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












