Multifinance

Rupiah Menguat Menjadi Rp17.966 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini

Ryando Putra Jameni
×

Rupiah Menguat Menjadi Rp17.966 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah Menguat Menjadi Rp17.966 per Dolar AS pada Sesi Sore Ini

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu sore (3/6/2026) ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.966 per USD. Pelemahan ini terjadi seiring ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama terkait ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang tetap ketat.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai bahwa rupiah yang mendekati level Rp18.000 per USD dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu dan data ekonomi AS yang kuat, investor tampaknya masih menahan diri sebelum mengambil posisi lebih agresif.

Sentimen Global Tekan Rupiah

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan, Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain. Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

  1. Putaran pembicaraan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan pada Rabu, namun ketidakpastian masih tinggi.
  2. Laporan media Iran menyebut tidak ada komunikasi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir, memicu spekulasi kebuntuan dalam perundingan.

Lonjakan harga minyak akibat ketegangan ini turut memicu kekhawatiran inflasi global. Investor mulai berspekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Selasa (2/6) menunjukkan peningkatan lowongan kerja yang tak terduga pada April 2026. Ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan tetap bersikap hawkish.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data penting dari AS, antara lain:

  • Laporan ketenagakerjaan ADP
  • Indeks sektor jasa ISM
  • Data pesanan pabrik
  • Nonfarm payrolls pada Jumat (5/6)

Faktor Domestik Ikut Melemahkan Rupiah

Di sisi dalam negeri, inflasi bulanan Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, naik dibanding April yang hanya 0,13 persen. Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor utama.

  1. Harga pangan yang volatile
  2. Kenaikan harga energi
  3. Peningkatan administered prices atau harga yang diatur pemerintah
  4. Pelemahan nilai tukar rupiah itu sendiri

Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta. Catatan ini menandai Indonesia telah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Namun, surplus perdagangan April mengalami penyusutan tajam dibanding bulan sebelumnya. Penyebab utamanya adalah terganggunya pasokan global akibat blokade Selat Hormuz oleh pasukan Garda Revolusi Iran.

Berdasarkan data BPS, surplus perdagangan April 2026 didukung oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatat surplus sebesar USD3,53 miliar.

Komponen April 2026 Catatan
Surplus Perdagangan USD89,1 juta Menyusut dibanding Maret
Surplus Nonmigas USD3,53 miliar Penopang utama
Inflasi Bulanan 0,28% Naik dari 0,13% (Maret)

Proyeksi Rupiah Kamis (4/6)

Melihat dinamika global dan domestik, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis. Kisaran yang diprediksi adalah antara Rp17.960 hingga Rp18.030 per USD.

Investor tampaknya masih menunggu rilis data nonfarm payrolls AS untuk mendapat petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan The Fed. Sementara itu, sentimen domestik masih terpengaruh oleh tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik global.

Dalam jangka pendek, rupiah diprediksi akan tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan sentimen risiko global. Stabilitas jangka panjang akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan makroekonomi dalam negeri serta resolusi ketegangan internasional.

Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi global dan domestik.

Ryando Putra Jameni
Reporter at Pantai Teluk Awur

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.