Multifinance

Emas Anjlok Lebih dari Satu Persen Saat Transaksi Hari Ini

Ryando Putra Jameni
×

Emas Anjlok Lebih dari Satu Persen Saat Transaksi Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Emas Anjlok Lebih dari Satu Persen Saat Transaksi Hari Ini

Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1% pada awal pekan ini, terpengaruh oleh penguatan dolar AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan ini terjadi setelah Iran mengumumkan penangguhan sementara negosiasi dengan Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon, yang memicu kembali ketidakpastian di kawasan.

Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berjalan. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada serangan Israel di Beirut, setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Namun, ketegangan tetap tinggi, terutama setelah AS melakukan serangan balasan terhadap situs militer Iran. Situasi ini menciptakan volatilitas di pasar emas, yang biasanya dijadikan aset pelarian aman.

Dinamika Harga Emas Dunia

Harga emas dunia sempat mencatat rekor tertinggi di awal tahun ini. Namun sejak itu, tren mulai menurun seiring penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026, harga emas spot turun 1,2% menjadi USD4.484,86 per ons. Sementara harga emas berjangka turun lebih dalam, mencatat penurunan 1,7% menjadi USD4.514,95 per ons.

1. Koreksi Teknis Pasar Emas

Dari sisi teknis, emas tengah mengalami koreksi yang cukup dalam. Setelah mencapai puncak historis di USD5.595 per ons pada Januari lalu, harga mulai membentuk pola koreksi dengan serangkaian puncak yang lebih rendah. Saat ini, emas sedang menguji area support kunci yang dipengaruhi oleh rata-rata pergerakan 200 hari dan tren naik jangka panjang.

2. Indikator Momentum Masih Bearish

Indikator teknis menunjukkan bahwa momentum emas masih dalam tekanan. Meski begitu, beberapa tanda awal menunjukkan bahwa tekanan penurunan bisa mulai melambat. Pasar tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter yang bisa memicu perubahan arah.

Faktor Geopolitik yang Mempengaruhi Harga Emas

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran mengumumkan penangguhan negosiasi dengan AS setelah operasi militer Israel di Lebanon. Langkah ini direspons dengan tajam oleh pasar, yang langsung mencerna potensi eskalasi konflik.

3. Penangguhan Negosiasi oleh Iran

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Teheran memutuskan untuk menangguhkan dialog dan pertukaran teks dengan AS. Alasannya adalah pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung, terutama terkait aksi militer Israel di Lebanon. Iran juga mengancam akan memblokir Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan minyak global.

4. Respons Militer AS dan Israel

Langkah Iran ini terjadi setelah AS melakukan serangan pertahanan diri terhadap situs radar dan kendali drone di Iran. Serangan ini merupakan respons atas penembakan jatuh drone MQ-1 milik Amerika. Selain itu, militer AS juga mencegat dua rudal yang diluncurkan dari Iran ke pangkalan AS di Kuwait.

Sementara itu, Israel memperluas operasi militer di Lebanon sebagai respons terhadap peluncuran drone oleh Hizbullah. Serangan ini sempat diarahkan ke pinggiran Beirut, namun Trump kemudian mengklaim bahwa tidak akan ada serangan besar di ibu kota Lebanon tersebut.

5. Perbedaan Pandangan di Dalam Pemerintahan Israel

Perdana Menteri Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan terus menyerang target teror di Lebanon selama Hizbullah tidak menghentikan serangan. Namun, menurut laporan Axios, parlemen Lebanon telah menyampaikan bahwa Hizbullah siap menjalin gencatan senjata penuh dengan Israel. Sayangnya, pihak Israel belum menunjukkan tanda-tanda untuk menerima tawaran tersebut.

Dampak pada Pasar Keuangan Global

Ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset aman. Namun, pada perdagangan kali ini, dolar yang menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga justru menekan harga logam mulia tersebut.

6. Penguatan Dolar sebagai Faktor Penekan

Dolar AS mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang utama. Penguatan ini dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kenaikan suku bunga membuat investasi di aset berbunga lebih menarik, sehingga mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan hasil tetap.

7. Pergerakan Pasar Saham yang Mempengaruhi Emas

Selama Mei 2026, investor lebih memilih aset berisiko seperti saham karena optimisme akan segera tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Namun, harapan tersebut buyar setelah terjadi eskalasi kembali di akhir pekan. Hal ini menyebabkan koreksi di pasar saham dan tekanan terhadap emas.

Perbandingan Harga Emas Sebelum dan Sesudah Penurunan

Berikut adalah rincian harga emas sebelum dan sesudah penurunan pada awal Juni 2026:

Jenis Emas Harga Sebelum (USD/ons) Harga Sesudah (USD/ons) Persentase Penurunan
Emas Spot 4.539,33 4.484,86 1,2%
Emas Berjangka 4.593,15 4.514,95 1,7%

Perlukah Investasi Emas Saat Ini?

Investasi emas saat ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, ketegangan geopolitik bisa mendorong permintaan emas. Di sisi lain, penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga bisa terus menekan harga.

8. Evaluasi Risiko dan Peluang

Investor perlu memperhatikan beberapa faktor sebelum memutuskan masuk ke pasar emas:

  • Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah masih tinggi dan bisa berubah sewaktu-waktu.
  • Dolar AS: Penguatan dolar bisa terus berlanjut jika data ekonomi AS tetap kuat.
  • Suku Bunga: Ekspektasi kenaikan suku bunga bisa menjadi pendorong utama volatilitas pasar.

9. Strategi Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Bagi investor jangka pendek, fluktuasi harga emas bisa dimanfaatkan untuk trading harian. Namun, bagi investor jangka panjang, koreksi saat ini bisa menjadi peluang untuk membeli emas pada harga yang lebih rendah.

Kesimpulan

Harga emas saat ini berada di bawah tekanan karena penguatan dolar dan ketegangan geopolitik yang belum reda. Namun, jika ketegangan semakin memanas, emas bisa kembali menjadi pilihan utama investor. Ke depannya, pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada perkembangan politik internasional dan kebijakan moneter global.

Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Artikel ini dibuat berdasarkan informasi hingga Juni 2026 dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.

Ryando Putra Jameni
Reporter at Pantai Teluk Awur

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.