Multifinance

Harga Minyak Global Kembali Anjlok, Brent Sentuh USD87 per Barel

Erna Agnesa
×

Harga Minyak Global Kembali Anjlok, Brent Sentuh USD87 per Barel

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Global Kembali Anjlok, Brent Sentuh USD87 per Barel

Harga minyak dunia kembali turun pada Rabu, setelah sebelumnya sempat melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Brent, sebagai acuan harga minyak global, berada di kisaran USD87,57 per barel, turun 0,26 persen. Sementara West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, berada di USD83,08 per barel, turun 0,44 persen.

Penurunan ini terjadi tak lama setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak darurat yang menjadi yang terbesar dalam sejarahnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia

Lonjakan harga minyak sebelumnya dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran. Serangan ini dianggap sebagai yang paling intens sepanjang konflik yang sedang berlangsung. Iran juga dituduh telah menebar ranjau di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

1. Eskalasi Konflik Timur Tengah

Serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi AS-Israel ke Iran pada Selasa memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global. Iran dikenal sebagai produsen besar minyak mentah, dan ketegangan di kawasan ini langsung memengaruhi ekspektasi harga minyak dunia.

2. Gangguan Pasokan dari Teluk Persia

Sekitar 15 juta barel minyak per hari berasal dari negara-negara Teluk yang terkena dampak langsung dari konflik ini. Gangguan ini berpotensi menaikkan harga minyak hingga USD150 per barel, menurut analisis dari Wood Mackenzie.

3. Intervensi Cadangan Minyak Global

Untuk menekan harga yang sempat melonjak hingga USD119 per barel, IEA mengambil langkah darurat dengan melepaskan cadangan minyak terbesar dalam sejarah. Langkah ini berhasil membawa harga kembali turun, termasuk Brent yang kini berada di bawah USD88 per barel.

Dampak dari Penurunan Harga Minyak

Turunnya harga minyak dunia membawa angin segar bagi sejumlah negara yang bergantung pada impor energi. Namun, bagi negara eksportir minyak, penurunan harga bisa menjadi tantangan tersendiri.

1. Penghematan Biaya Impor Negara Berkembang

Negara-negara yang mengimpor minyak mentah akan merasakan penghematan biaya. Penurunan harga minyak mentah secara langsung berdampak pada harga bahan bakar, listrik, dan transportasi yang umumnya mengikuti fluktuasi harga minyak global.

2. Tekanan pada Pendapatan Negara Penghasil Minyak

Sebaliknya, negara-negara seperti Iran, Irak, dan Arab Saudi bisa mengalami tekanan pada pendapatan negara akibat turunnya harga jual minyak. Banyak dari negara ini sangat bergantung pada pendapatan dari ekspor minyak untuk membiayai anggaran negara.

3. Pengaruh pada Inflasi Global

Harga minyak yang lebih rendah cenderung menekan laju inflasi. Dengan biaya energi yang lebih murah, tekanan pada harga barang dan jasa secara keseluruhan juga berkurang. Ini bisa menjadi kabar baik bagi bank sentral yang tengah berjuang mengendalikan inflasi.

Perbandingan Harga Minyak Dunia Sebelum dan Sesudah Intervensi

Berikut adalah perbandingan harga minyak mentah global sebelum dan sesudah intervensi cadangan minyak oleh IEA:

Jenis Minyak Sebelum Intervensi (USD/Barel) Setelah Intervensi (USD/Barel) Perubahan (%)
Brent 119 87,57 -26,4%
WTI 115 83,08 -27,7%

Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Faktor yang Masih Mengancam Stabilitas Harga Minyak

Meski harga minyak kini sedang turun, sejumlah faktor masih bisa memicu kenaikan kembali.

1. Ketidakpastian Geopolitik

Konflik antara AS-Israel dan Iran belum berakhir. Setiap eskalasi lebih lanjut bisa kembali memicu lonjakan harga minyak secara mendadak.

2. Kebijakan OPEC dan Negara Produsen Lainnya

OPEC dan sekutunya masih memiliki kontrol besar terhadap pasokan global. Jika mereka memutuskan untuk memangkas produksi lagi, harga bisa langsung naik.

3. Permintaan Global yang Tidak Stabil

Permintaan minyak yang fluktuatif akibat perubahan ekonomi global atau kebijakan energi juga bisa memengaruhi harga. Misalnya, jika permintaan dari China atau Amerika Serikat naik secara signifikan, harga bisa kembali melonjak.

Tips untuk Mengantisipasi Fluktuasi Harga Minyak

Bagi negara maupun pelaku usaha yang terpengaruh langsung oleh harga minyak, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa diambil.

1. Diversifikasi Sumber Energi

Mengurangi ketergantungan pada minyak mentah dengan beralih ke energi terbarukan seperti surya, angin, atau nuklir bisa menjadi langkah jangka panjang yang efektif.

2. Penggunaan Hedge untuk Pelaku Industri

Perusahaan yang bergantung pada minyak mentah bisa menggunakan instrumen keuangan seperti futures contract untuk mengunci harga dan menghindari risiko kenaikan mendadak.

3. Cadangan Minyak Nasional

Negara pengimpor bisa memperbesar cadangan minyak nasional sebagai buffer ketika harga naik tajam. Ini bisa menjadi jaring pengaman penting saat krisis.

Disclaimer

Harga minyak bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan energi global, dan fluktuasi pasar. Data dalam artikel ini merupakan estimasi berdasarkan sumber terpercaya dan dapat mengalami perubahan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Erna Agnesa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.