Multifinance

Harga Minyak Dunia Anjlok Dua Persen Karena Sentimen Pasar Global

Bintang Fatih Wibawa
×

Harga Minyak Dunia Anjlok Dua Persen Karena Sentimen Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Anjlok Dua Persen Karena Sentimen Pasar Global

Harga minyak dunia kembali terperosok pada perdagangan Jumat pagi, 20 Maret 2026. Penurunan sekitar 2% terjadi seiring munculnya harapan bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa mereda. Kabar bahwa Amerika Serikat mungkin akan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan ke pasar dunia, turut memicu tekanan pada harga.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh sikap Washington yang meminta Israel untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini dianggap sebagai upaya deeskalasi yang bisa membuka jalan bagi stabilitas pasokan energi global. Namun, ketegangan antara Iran dan Israel tetap berjalan tinggi, menciptakan volatilitas yang sulit diprediksi.

Penyebab Penurunan Harga Minyak

Penurunan harga minyak tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor penting yang saling terkait dan memengaruhi pergerakan pasar energi global. Dari kebijakan pemerintahan hingga konflik geopolitik, semuanya berperan besar.

1. Kebijakan AS Terkait Sanksi Minyak Iran

Salah satu pemicu utama adalah pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pencabutan sebagian sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut. Langkah ini bisa membuka pasokan tambahan sekitar 140 juta barel ke pasar internasional.

Ini adalah langkah strategis untuk menekan harga minyak yang sempat melonjak hingga USD119 per barel. Pasokan tambahan ini memberi sinyal bahwa kekhawatiran terhadap kelangkaan bisa berkurang, setidaknya dalam jangka pendek.

2. Deeskalasi Potensial dalam Konflik Iran-Israel

AS yang meminta Israel untuk tidak melanjutkan serangan terhadap fasilitas energi Iran juga turut menenangkan pasar. Harapan akan deeskalasi ini membuat investor lebih optimis bahwa gangguan pasokan bisa berkurang. Meski begitu, situasi tetap rawan karena Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi aktivitas militer di kawasan.

3. Volatilitas Pasar Minyak Sejak Awal 2026

Sejak awal tahun ini, harga minyak sudah mengalami fluktuasi besar. Kenaikan lebih dari 40% terjadi karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Namun, lonjakan tersebut mulai terkoreksi seiring munculnya langkah-langkah mitigasi dari pemerintah negara-negara besar.

Perbandingan Harga Minyak Global

Berikut adalah data harga minyak dunia pada perdagangan Jumat, 20 Maret 2026, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya:

Jenis Minyak Harga (USD/barel) Perubahan (%)
Brent 106.48 -2.0%
WTI 93.56 -2.1%

Meskipun Brent mengalami kenaikan mingguan sebesar 3.2%, WTI justru tercatat minus 3.3%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar minyak global tidak bergerak seragam dan sangat dipengaruhi oleh lokasi geografis serta jenis kontrak.

Dampak dari Konflik Iran-Israel

Konflik antara Iran dan Israel bukan hanya soal pertahanan nasional. Ini juga berdampak besar pada pasar energi global. Iran, sebagai produsen minyak besar, memiliki peran penting dalam rantai pasok energi dunia. Sementara Israel, meski bukan produsen besar, memiliki pengaruh strategis dalam keamanan jalur pengiriman energi.

1. Serangan ke South Pars dan Respons Iran

Serangan Israel ke ladang gas South Pars di Iran memicu respons keras dari Teheran. Iran tidak hanya membalas secara militer, tetapi juga terus memblokir Selat Hormuz, jalur kritis bagi pengiriman minyak ke Asia. Blokade ini menciptakan ketidakpastian yang membuat harga minyak rentan naik.

2. Blokade Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia. Sekitar 21 juta barel minyak mentah melewati selat ini setiap hari. Ketika Iran memblokir akses, dampaknya langsung terasa di pasar global. Investor khawatir akan terjadi kekurangan pasokan, terutama bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.

Proyeksi Harga Minyak Mendatang

Meskipun saat ini harga minyak turun, tidak ada jaminan bahwa tren ini akan berlanjut. Banyak faktor masih bisa memicu kenaikan harga, terutama jika konflik di kawasan memanas kembali.

1. Kebijakan Energi AS

Langkah AS dalam mencabut sanksi terhadap minyak Iran bisa menjadi awal dari kebijakan baru yang lebih pro-pasokan. Namun, jika ketegangan kembali meningkat, langkah ini bisa dibatalkan kapan saja.

2. Respons Militer Iran

Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi aktivitas militer di kawasan. Garda Revolusi Iran bahkan mengisyaratkan akan terus menargetkan lokasi energi di Timur Tengah. Ini berarti risiko gangguan pasokan masih tinggi.

3. Sentimen Pasar Global

Investor saat ini sedang waspada. Sentimen pasar sangat sensitif terhadap berita dari kawasan Timur Tengah. Setiap pernyataan dari pejabat AS, Iran, atau Israel bisa memicu volatilitas besar dalam hitungan menit.

Kesimpulan

Penurunan harga minyak sebesar 2% pada Jumat pagi merupakan cerminan dari dinamika geopolitik yang terus berubah. Harapan akan deeskalasi konflik, ditambah langkah strategis dari AS, memberi tekanan pada harga. Namun, ketegangan yang masih tinggi di Timur Tengah tetap menjadi ancaman terhadap stabilitas pasar energi global.

Investor dan konsumen perlu terus memantau perkembangan situasi, karena fluktuasi harga bisa terjadi kapan saja. Apalagi, dengan blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan terhadap fasilitas energi, ketidakpastian masih menjadi hal yang tak terhindarkan.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan pemerintah terkait.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.