Terminal petikemas tetap ramai meski menjelang Ramadan. Hingga Februari 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat arus petikemas mencapai 600.416 TEUs. Angka ini naik 8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik tetap stabil di tengah persiapan menjelang bulan suci.
Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi dalam periode tahunan. Pada Februari 2026 saja, arus petikemas mencatatkan volume sebesar 300.525 TEUs. Artinya, ada lonjakan 10,6 persen dibanding bulan yang sama di tahun sebelumnya. Ini jadi indikator kuat bahwa distribusi barang tetap berjalan lancar, bahkan saat permintaan meningkat jelang Ramadan.
IPC TPK terus memperkuat operasionalnya agar bisa menghadapi lonjakan arus barang. Terutama saat Ramadan dan jelang Lebaran nanti. Salah satu langkahnya adalah menyesuaikan pola operasional terminal. Perusahaan juga mengimbau pengguna jasa untuk mengatur pengiriman lebih awal. Tujuannya, agar tidak terjadi penumpukan di akhir periode.
Selain itu, pengelolaan fasilitas terminal terus dioptimalkan. Produktivitas peralatan bongkar muat juga ditingkatkan. Semua ini dilakukan untuk memastikan arus petikemas tetap lancar dan efisien. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Kinerja Terminal Petikemas di Berbagai Wilayah
Pertumbuhan arus petikemas tidak hanya terjadi di satu lokasi. Beberapa area operasional IPC TPK juga mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Berikut adalah rincian kinerja terminal-terminal tersebut hingga Februari 2026.
1. Terminal Tanjung Priok 1
Terminal Tanjung Priok 1 menjadi kontributor terbesar terhadap arus petikemas. Hingga Februari 2026, volume yang tercatat mencapai 208.198 TEUs. Angka ini naik sekitar 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 182.727 TEUs. Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor-impor di area Jakarta tetap tinggi.
2. Terminal Tanjung Priok 2
Tidak kalah penting, Tanjung Priok 2 juga mencatatkan kinerja positif. Volume petikemas yang masuk mencapai 286.613 TEUs. Dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 268.127 TEUs, ada pertumbuhan sekitar 6,9 persen. Terminal ini terus menjadi tulang punggung distribusi barang di wilayah ibu kota.
3. Area Pontianak
Di luar Jawa, Area Pontianak juga menunjukkan peningkatan. Arus petikemas tercatat sebesar 43.550 TEUs. Dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 41.504 TEUs, ada kenaikan sekitar 4,9 persen. Meski angkanya tidak sebesar Jakarta, kontribusi dari Kalimantan Barat tetap berarti.
4. Area Panjang
Area Panjang mencatatkan kenaikan paling tinggi di antara semua lokasi. Volume petikemas mencapai 20.660 TEUs, naik 20,9 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17.075 TEUs. Ini menunjukkan bahwa Lampung mulai menjadi area distribusi yang lebih aktif.
5. Area Teluk Bayur
Area Teluk Bayur juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Volume petikemas yang tercatat sebesar 18.561 TEUs. Dibanding tahun lalu yang mencapai 17.220 TEUs, ada kenaikan sekitar 7,8 persen. Padang terus menunjukkan konsistensi dalam mendukung arus logistik regional.
Strategi IPC TPK Menghadapi Lonjakan Ramadan
Menjelang Ramadan dan Lebaran, permintaan distribusi barang biasanya meningkat tajam. IPC TPK punya beberapa strategi untuk menghadapi lonjakan tersebut. Salah satunya adalah dengan memperkuat koordinasi lintas fungsi. Kolaborasi ini penting untuk memastikan semua pihak siap menghadapi lonjakan arus barang.
Perusahaan juga terus melakukan optimalisasi fasilitas terminal. Termasuk peningkatan kapasitas peralatan bongkar muat. Selain itu, penerapan aspek K3 tetap dijaga ketat. Tujuannya agar setiap aktivitas operasional tetap aman dan efisien.
IPC TPK juga mengimbau pengguna jasa untuk mengatur pengiriman lebih awal. Hal ini penting untuk menghindari penumpukan barang menjelang libur. Dengan begitu, distribusi bisa berjalan lebih lancar dan terhindar dari gangguan.
Jaringan Operasional IPC Terminal Petikemas
IPC Terminal Petikemas beroperasi di enam area kerja utama. Semua area ini tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Berikut adalah daftar lokasi operasional IPC TPK:
- Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta
- Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat
- Pelabuhan Panjang, Lampung
- Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan
- Pelabuhan Teluk Bayur, Padang
- Pelabuhan Jambi, Jambi
Dengan jaringan yang tersebar luas, IPC TPK mampu mendukung distribusi barang secara nasional. Terminal-terminal ini saling terhubung dan dikelola secara profesional. Hal ini memastikan arus petikemas tetap lancar di seluruh wilayah operasional.
Tabel Kenaikan Arus Petikemas di Berbagai Area (Hingga Februari 2026)
| Area Operasional | Volume 2026 (TEUs) | Volume 2025 (TEUs) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Tanjung Priok 1 | 208.198 | 182.727 | 14,0% |
| Tanjung Priok 2 | 286.613 | 268.127 | 6,9% |
| Pontianak | 43.550 | 41.504 | 4,9% |
| Panjang | 20.660 | 17.075 | 20,9% |
| Teluk Bayur | 18.561 | 17.220 | 7,8% |
Catatan: Data bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi operasional di lapangan.
IPC Terminal Petikemas terus berupaya memastikan arus petikemas tetap stabil. Terlebih saat menjelang Ramadan dan Lebaran. Dengan strategi yang tepat dan koordinasi yang baik, perusahaan siap menghadapi lonjakan permintaan distribusi barang. Kenaikan 8,7 persen hingga awal Ramadan adalah bukti bahwa sistem logistik nasional tetap berjalan dengan baik.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












