Multifinance

Bitcoin Stagnan di Level USD66.000, Investor Tunggu Kebijakan Regulasi Kripto dari Amerika Serikat

Muhammad Rizal Veto
×

Bitcoin Stagnan di Level USD66.000, Investor Tunggu Kebijakan Regulasi Kripto dari Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Stagnan di Level USD66.000, Investor Tunggu Kebijakan Regulasi Kripto dari Amerika Serikat

Harga bitcoin sempat terkoreksi tipis di kisaran USD66 ribu, meski masih berada di level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Pergerakan ini terjadi seiring dengan perhatian pelaku pasar terhadap rancangan regulasi kripto yang tengah dibahas di Senat Amerika Serikat. Tak hanya itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Meski mengalami sedikit penurunan sebesar 0,6 persen menjadi USD66.004, bitcoin tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Aset digital ini berhasil pulih dari titik terendah tahun ini, berkat dorongan arus dana masuk ke produk ETF Bitcoin spot. Arus dana ini tidak hanya memberi dukungan langsung pada bitcoin, tetapi juga membantu mengangkat seluruh pasar aset kripto.

Dinamika Regulasi Kripto di AS

Pembahasan RUU Digital Asset Market Clarity Act di Senat AS menjadi sorotan utama pelaku pasar. RUU ini diharapkan memberikan kejelasan hukum bagi pasar aset kripto, tetapi beberapa poin masih menjadi bahan perdebatan. Salah satunya adalah aturan etika bagi pejabat pemerintah terkait kepemilikan aset kripto.

1. Ketentuan Kepemilikan Aset Kripto oleh Pejabat

RUU ini membatasi jumlah aset kripto yang boleh dimiliki oleh pejabat publik. Pembatasan ini ditujukan untuk mencegah konflik kepentingan dan menjaga transparansi. Namun, ada perbedaan pandangan antara Partai Demokrat dan Partai Republik terkait siapa yang berwenang menegakkan aturan tersebut.

2. Penguasaan Penegakan Aturan Etika

Partai Demokrat mengusulkan agar jaksa agung tingkat negara bagian memiliki kewenangan menegakkan aturan etika terhadap pejabat federal. Sementara itu, Partai Republik dan Gedung Putih lebih condong memberikan kewenangan tersebut kepada jaksa agung federal. Perbedaan pendapat ini menjadi salah satu penghambat kemajuan RUU.

3. Target Penyelesaian Sebelum Reses Senat

Para anggota parlemen berharap RUU ini bisa rampung sebelum masa reses musim panas yang dimulai pada 7 Agustus. Penyelesaian regulasi ini dianggap penting untuk memberikan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan industri kripto secara legal di AS.

Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar Kripto

Selain isu regulasi, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga turut memengaruhi pasar. Konflik yang berlangsung selama lebih dari sepekan ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk kripto.

1. Blokade Laut Merah oleh Kelompok Houthi

Kelompok Houthi yang didukung Iran memberlakukan blokade di Laut Merah. Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama minyak. Akibatnya, harga minyak melonjak dan memperbesar risiko inflasi.

2. Dampak pada Kebijakan Moneter The Fed

Lonjakan harga minyak dan potensi inflasi membuat pasar mulai mengantisipasi kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya kembali menjelang akhir tahun. Kebijakan ketat seperti ini umumnya tidak menguntungkan aset spekulatif seperti kripto.

Pergerakan Harga Aset Kripto Lainnya

Sebagian besar aset kripto lainnya mengikuti arah pergerakan bitcoin. Meskipun ada koreksi kecil, beberapa aset justru menunjukkan performa positif. Berikut adalah rincian harga terbaru beberapa aset kripto utama:

Aset Kripto Perubahan (%) Harga Terbaru (USD)
Bitcoin -0,6% 66.004
Ethereum +0,5% 1.933,44
XRP -0,4% 1,1418
Solana -0,1% 158,20
BNB -0,3% 587,30
Cardano +1,3% 0,8210
Dogecoin -0,7% 0,3720
TRUMP Token +1,0% 12,45

Sentimen Pasar dan Proyeksi Jangka Pendek

Sentimen pasar saat ini tergolong campur aduk. Di satu sisi, regulasi yang akan datang bisa memberikan kejelasan dan stabilitas jangka panjang. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global menciptakan tekanan jual.

Investor tampaknya masih menunggu kejelasan lebih lanjut, baik dari pihak legislatif maupun eksternal seperti situasi di Timur Tengah. Namun, arus dana masuk ke ETF Bitcoin menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset ini tetap tinggi.

Disclaimer

Harga aset kripto sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data yang disajikan bersifat terkini hingga tanggal 23 Juli 2026 dan dapat berbeda pada waktu publikasi ulang. Informasi regulasi juga masih dalam tahap pembahasan dan bisa mengalami perubahan sebelum disahkan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Pantai Teluk Awur

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.