Multifinance

Harga Emas Global Anjlok Akibat Faktor Ini

Erna Agnesa
×

Harga Emas Global Anjlok Akibat Faktor Ini

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Global Anjlok Akibat Faktor Ini

Harga emas dunia sempat menguat selama beberapa hari terakhir, tapi kini kembali terperosok. Penurunan ini terjadi tak lama setelah lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS yang membuat logam mulia ini kehilangan daya tarik. Di balik semua itu, ada sejumlah faktor geopolitik dan ekonomi yang bermain, termasuk sikap tegas Presiden Donald Trump terhadap respons Iran atas tawaran perdamaian.

Pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, harga emas spot turun 0,8 persen hingga mencapai USD4.677,82 per troy ons. Begitu juga dengan emas berjangka yang mengalami penurunan serupa. Padahal hanya beberapa hari sebelumnya, logam mulia ini sempat naik lebih dari dua persen karena harapan akan adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Penyebab Penurunan Harga Emas Dunia

Harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tapi juga oleh situasi geopolitik yang sedang berkembang. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas. Respons Iran terhadap proposal perdamaian yang disampaikan melalui mediator Pakistan justru memperkeruh suasana. Mereka menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran militer AS di Selat Hormuz, hingga pengakuan atas hak nuklir mereka.

1. Tuntutan Iran yang Tak Diterima AS

Iran mengusulkan beberapa poin penting dalam balasan mereka. Di antaranya adalah pencabutan sanksi ekonomi, jaminan keamanan, dan pengakuan atas hak untuk mempertahankan sebagian program nuklir sipil. Sayangnya, tawaran ini dianggap terlalu tinggi oleh pihak AS, yang kemudian menolaknya secara tegas.

2. Penguatan Dolar AS

Dolar Amerika menguat di tengah rilis data penggajian yang lebih baik dari ekspektasi. Data ini memperkuat asumsi bahwa Federal Reserve akan menunda rencana pemotongan suku bunga. Dolar yang kuat membuat emas terasa lebih mahal bagi investor global, terutama yang menggunakan mata uang lain.

3. Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3 persen, menyentuh level di atas USD104 per barel. Sementara West Texas Intermediate juga naik mendekati USD99 per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, dan berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dampak pada Pasar Keuangan

Sebelumnya, pasar sempat optimis bahwa Washington dan Teheran bisa mencapai kesepakatan damai. Harapan ini mendorong kenaikan sementara di berbagai indeks saham. Namun, kebuntuan terbaru kembali memicu ketidakpastian. Investor mulai was-was bahwa gagalnya negosiasi bisa memicu gangguan pasokan energi global.

4. Inflasi dan Suku Bunga

Lonjakan harga minyak dan penguatan dolar memperkuat tekanan pada bank sentral untuk tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. Inflasi yang tetap tinggi membuat emas, yang tidak menghasilkan bunga, kurang menarik. Investor lebih condong ke aset yang memberikan imbal hasil tetap.

5. Peran Geopolitik di Balik Pergerakan Emas

Ketegangan di Teluk Persia bukan hal baru, tapi setiap kali ada eskalasi, emas biasanya menjadi aset ‘pelarian’ (safe haven). Namun, kali ini, investor tampaknya lebih memilih menunggu perkembangan lebih lanjut daripada langsung berbondong-bondong membeli emas. Pasar masih menanti apakah Trump akan mengambil langkah diplomatik lebih lanjut, termasuk dalam kunjungan ke Tiongkok akhir pekan ini.

Perbandingan Harga Logam Mulia, 11 Mei 2026

Logam Mulia Harga per Troy Ons (USD) Perubahan (%)
Emas 4.677,82 -0,8%
Perak 79,76 -0,7%
Platinum 2.031,60 -1,3%

Catatan: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Faktor Lain yang Mendukung Penurunan Emas

Selain faktor makroekonomi dan geopolitik, ada beberapa hal lain yang membuat emas kurang diminati saat ini.

6. Minat pada Aset Berimbang Lebih Tinggi

Investor tampaknya lebih tertarik pada instrumen yang memberikan penghasilan tetap, seperti obligasi atau saham dividen tinggi. Emas yang tidak memberikan bunga jadi kurang menarik saat suku bunga masih tinggi.

7. Sentimen Pasar yang Berubah

Sentimen investor juga berubah seiring dengan optimisme sementara di pasar saham. Banyak yang melihat bahwa ketegangan AS-Iran masih bisa diselesaikan tanpa eskalasi militer, sehingga emas tidak langsung jadi pilihan utama.

Apa Selanjutnya?

Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Data ini akan menjadi indikator kuat apakah The Fed akan mempertahankan sikap hawkish atau mulai bersikap lebih dovish. Selain itu, kunjungan Trump ke Tiongkok juga menjadi sorotan, terutama terkait pembahasan isu Iran dan keamanan energi global.

Investor juga akan terus memantau perkembangan harga minyak. Jika harga tetap tinggi, tekanan pada emas bisa semakin besar. Namun, jika ada tanda-tanda penurunan atau stabilisasi, emas bisa kembali menarik perhatian.

Kesimpulan

Penurunan harga emas dunia bukan hanya soal ekonomi, tapi juga cerminan dari dinamika geopolitik yang kompleks. Ketegangan AS-Iran, penguatan dolar, dan lonjakan harga minyak menjadi tiga faktor utama yang membuat emas kehilangan cahayanya. Di tengah ketidakpastian ini, investor perlu terus waspada dan siap menyesuaikan portofolio sesuai perkembangan terkini.

Disclaimer: Data harga emas dan logam mulia bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai saran investasi.

Erna Agnesa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.