Ilustrasi. Foto: dok Astra Life.
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, banyak umat Islam mulai mempersiapkan dana untuk ibadah haji dan kurban. Tapi kenaikan harga hewan kurban hingga 10-15 persen di berbagai daerah membuat tantangan finansial semakin nyata. Di tengah situasi ini, perencanaan keuangan yang matang jadi kunci agar niat baik tetap bisa diwujudkan tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
Pemerintah sendiri menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp54,19 juta, turun dari tahun sebelumnya. Meski lebih murah, jumlah itu tetap memerlukan tabungan terencana. Belum lagi masa tunggu haji reguler yang mencapai 26-27 tahun, artinya setiap rupiah yang disisihkan hari ini punya nilai jangka panjang.
1. Siapkan Dana Darurat dan Hindari Utang Konsumtif
Langkah pertama dalam menabung untuk haji dan kurban adalah memastikan tidak ada beban finansial yang bisa mengganggu. Ini termasuk melunasi utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online.
Selain itu, dana darurat yang cukup juga penting. Idealnya, dana darurat mencakup 3-6 bulan pengeluaran pokok. Ini akan melindungi tabungan ibadah dari risiko tak terduga seperti pemotongan gaji atau biaya medis mendadak.
Hindari pengeluaran konsumtif yang tidak perlu. Misalnya:
- Belanja online yang impulsif
- Langganan digital yang jarang digunakan
- Upgrade gadget yang tidak mendesak
- Paylater yang bisa menumpuk
Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Gunakan THR, bonus, atau penghasilan tambahan untuk menabung ibadah.
2. Buat Rekening Khusus untuk Tabungan Haji dan Kurban
Memisahkan dana ibadah dari pengeluaran harian adalah langkah praktis. Dengan rekening khusus, aliran dana jadi lebih terkendali dan tujuan menabung pun jelas.
Beberapa bank syariah menyediakan fitur autodebet yang bisa dimanfaatkan. Setiap bulan, sejumlah dana otomatis dialihkan ke rekening tabungan ibadah. Ini mengurangi godaan untuk menggunakannya pada kebutuhan lain.
Bagi yang ingin berkurban secara kolektif, buat juga rekening khusus untuk dana kurban warga. Pastikan dana ini tidak dicampur dengan kas RT atau anggaran kegiatan lain agar tidak terjadi kesalahpahaman.
3. Investasi Emas Secara Rutin
Emas tetap menjadi instrumen investasi andalan untuk menabung haji jangka panjang. Nilai emas yang cenderung naik seiring waktu menjadikannya pelindung nilai (hedging) yang efektif terhadap inflasi.
Kelebihan investasi emas:
- Likuiditas tinggi
- Stabil di tengah gejolak ekonomi
- Mudah disimpan dan diperjualbelikan
Mulailah dengan menabung emas dalam denominasi kecil. Misalnya 0,1 gram per minggu atau 0,5 gram per bulan. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar yang tidak teratur.
Dengan strategi ini, beban finansial saat pelunasan BPIH akan terasa lebih ringan karena sudah disiapkan jauh-jauh hari.
4. Lindungi Finansial Keluarga dengan Asuransi Jiwa Syariah
Menabung untuk haji dan kurban adalah bentuk ikhtiar. Tapi risiko tak terduga seperti kecelakaan atau sakit keras bisa mengganggu rencana. Di sinilah peran asuransi jiwa syariah sangat penting.
Asuransi ini memberikan proteksi finansial bagi keluarga jika terjadi risiko meninggal dunia atau kecelakaan. Produk seperti Flexi Life Protection Syariah menawarkan manfaat hingga Rp2 miliar tanpa perlu cek medis.
Keunggulan asuransi syariah:
- Sesuai prinsip tolong-menolong
- Tanpa unsur bunga atau spekulasi
- Memberikan ketenangan saat menunaikan ibadah
Dengan proteksi ini, ketenangan pikiran bisa didapat, baik saat menabung maupun saat berada di Tanah Suci.
Perbandingan Dana Ibadah: Haji vs Kurban
| Kebutuhan Ibadah | Estimasi Biaya 2026 | Frekuensi | Target Tabungan |
|---|---|---|---|
| Haji (BPIH) | Rp54,19 juta | Sekali dalam hidup | Jangka panjang |
| Kurban (Sapi) | Rp15-20 juta | Tahunan | Jangka pendek |
Tips Tambahan untuk Menabung Ibadah
- Gunakan aplikasi tabungan digital untuk memantau progres
- Ikut arisan syariah atau kelompok tabungan ibadah
- Ajak keluarga untuk sama-sama menabung
- Evaluasi pengeluaran bulanan untuk potong biaya tidak penting
Disclaimer
Data harga hewan kurban dan BPIH dapat berubah tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Pastikan selalu mengecek informasi terbaru dari sumber resmi sebelum membuat keputusan finansial.
Menabung untuk haji dan kurban bukan soal seberapa cepat, tapi seberapa konsisten. Dengan perencanaan yang tepat, impian menunaikan ibadah bisa terwujud tanpa mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












