Multifinance

Dolar Amerika Serikat Naik Tajam Menjelang Kesepakatan Damai dengan Iran

Popy Lestary
×

Dolar Amerika Serikat Naik Tajam Menjelang Kesepakatan Damai dengan Iran

Sebarkan artikel ini
Dolar Amerika Serikat Naik Tajam Menjelang Kesepakatan Damai dengan Iran

Dolar AS kembali menunjukkan kekuatannya di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas. Penguatan ini terjadi seiring dengan ancaman keras dari pemerintah AS terhadap Iran, yang dianggap sebagai langkah eskalasi dalam konflik regional. Pasar bereaksi cepat, dan mata uang greenback kembali menjadi pilihan utama investor yang mencari aset aman.

Indeks Dolar AS mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen pada Kamis, 2 April 2026, mencapai level 100,03. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan meningkatkan operasi militer terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan. Pernyataan itu secara langsung memicu sentimen negatif terhadap risiko pasar dan mendorong permintaan terhadap dolar sebagai safe haven.

Retorika Trump Picu Sentimen Aman

  1. Pernyataan keras dari Trump
    Presiden AS kembali menegaskan komitmennya untuk melemahkan kemampuan nuklir Iran. Ia menyebut bahwa angkatan laut dan kemampuan rudal Iran telah sebagian besar dihancurkan. Selain itu, Trump juga mengisyaratkan bahwa AS akan "menyerang mereka dengan sangat keras" dalam dua hingga tiga minggu mendatang.

  2. Ketidakpastian terkait Selat Hormuz
    Meski tidak memberikan detail konkret, Trump menyebut bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz masih dalam pembicaraan. Namun, ia menyarankan negara lain untuk "mengambil saja" jalur air strategis tersebut, yang menjadi jalur bagi seperlima minyak dan gas dunia.

Sentimen pasar sempat berubah arah sebelumnya, ketika muncul tanda-tanda de-escalasi antara AS dan Iran. Namun, pernyataan Trump yang tiba-tiba mengubah arah kembali memicu kekhawatiran investor. Para strategis dari ING menyebut bahwa pasar baru saja melihat "bagian pertama dari perdagangan de-eskalasi", namun "bagian kedua" masih membutuhkan kejelasan, terutama soal Selat Hormuz.

Perkembangan dari Iran dan Oman

  1. Iran kembangkan protokol dengan Oman
    Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu tengah menyusun protokol dengan Oman untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap rencana AS dan sekutunya untuk membuka kembali jalur tersebut.

  2. Tarif kapal sebagai langkah balasan
    Iran juga berencana menetapkan tarif bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Langkah ini sebelumnya disebut AS sebagai "tidak dapat diterima", dan menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Fokus Pasar ke Data Tenaga Kerja AS

  1. Laporan non-farm payroll jadi sorotan
    Investor kini beralih fokus ke data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada Jumat. Laporan penggajian non-pertanian untuk Maret menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.

  2. Klaim pengangguran turun
    Data Kamis menunjukkan jumlah klaim pengangguran awal turun lebih rendah dari estimasi. Namun, laporan dari Challenger, Gray & Christmas mencatat bahwa pemutusan hubungan kerja meningkat 25 persen bulanan menjadi 60.620 pada Februari.

  3. JOLTS menunjukkan pelemahan
    Laporan JOLTS yang dirilis awal pekan menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan turun pada Februari. Tingkat perekrutan juga mencatat level terendah sejak April 2020, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja belum sepenuhnya pulih.

Dampak pada Mata Uang Global

  1. Euro dan poundsterling terpuruk
    Euro (EUR/USD) turun hingga 0,4 persen, meski kemudian sedikit pulih ke level 1,1539. Sementara itu, poundsterling (GBP/USD) anjlok lebih dalam hingga 0,6 persen, sebelum akhirnya stabil di sekitar 1,3222.

  2. Inflasi jadi pemicu tekanan harga
    Survei Bank of England menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Inggris memperkirakan kenaikan harga sebesar 3,7 persen dalam setahun ke depan, naik dari 3,4 persen saat survei Februari. Lonjakan ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah.

  3. Yen dan dolar Australia stabil
    Yen Jepang (USD/JPY) tetap berada di level 159,57. Sementara itu, dolar Australia (AUD/USD) berhasil membalikkan penurunan sebelumnya sekitar 0,2 persen.

  4. Surplus perdagangan Australia melebar
    Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan surplus perdagangan negara tersebut melebar menjadi 5,69 miliar dolar Australia pada Februari. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 4,9 persen dan penurunan impor sebesar 3,2 persen.

Perbandingan Kinerja Mata Uang Utama

Mata Uang Perubahan (%) Level Terakhir Faktor Utama
Dolar AS (DXY) +0,4% 100,03 Ketegangan AS-Iran
Euro (EUR/USD) -0,4% 1,1539 Sentimen negatif global
Poundsterling (GBP/USD) -0,6% 1,3222 Ketergantungan energi
Yen Jepang (USD/JPY) 0% 159,57 Stabilitas geopolitik
Dolar Australia (AUD/USD) +0,2% 0,6642 Data perdagangan positif

Disclaimer

Data dan kondisi pasar yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik dan ekonomi global. Informasi ini disajikan berdasarkan data hingga 2 April 2026.

Popy Lestary
Reporter at Pantai Teluk Awur

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.