Multifinance

Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Brent Tetap Melampaui USD100 per Barel

Nurkasmini Nikmawati
×

Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Brent Tetap Melampaui USD100 per Barel

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Brent Tetap Melampaui USD100 per Barel

Harga minyak dunia kembali naik tajam di awal perdagangan Asia, Selasa 17 Maret 2026. Brent masih bertengger di atas level USD100 per barel, naik sekitar 2,1 persen menjadi USD102,28. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 2,2 persen ke level USD94,50 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait ancaman gangguan pasokan akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Pasokan minyak global kembali menjadi sorotan setelah Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia, sebagian besar terganggu. Meski ada laporan bahwa beberapa kapal berhasil melewati selat tersebut, kondisi jalur pelayaran masih belum sepenuhnya aman. Iran dikabarkan telah memblokir akses secara efektif sejak awal bulan ini, sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan AS dan Israel ke Pulau Kharg, terminal ekspor utama Iran.

Kekhawatiran Pasokan Minyak Global Meningkat

Ketegangan di Teluk Persia bukan hanya soal geopolitik. Ini langsung berdampak pada pasar energi global. Selat Hormuz menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Ketika akses jalur ini terganggu, hampir seluruh rantai pasok energi global terasa efeknya. Investor dan produsen minyak pun langsung waspada.

Iran telah mengancam akan menyerang industri yang memiliki keterkaitan dengan AS di kawasan Timur Tengah. Ancaman ini membuat banyak negara dan perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko. Meski begitu, ada laporan bahwa kapal-kapal berbendera India dan Pakistan berhasil melewati Selat Hormuz. Namun, ini belum bisa dianggap sebagai tanda bahwa jalur tersebut sepenuhnya aman.

1. Permintaan AS pada Sekutu untuk Jaga Selat Hormuz Ditolak

Presiden AS Donald Trump telah meminta setidaknya tujuh negara, termasuk Tiongkok, untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, permintaan ini sebagian besar ditolak. Beberapa sekutu AS justru menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal ke kawasan tersebut dalam waktu dekat.

2. Iran Masih Kendalikan Akses Selat Hormuz

Iran secara terbuka mengatakan bahwa mereka akan mengizinkan kapal dari negara-negara non-AS untuk melewati Selat Hormuz. Namun, kapal yang terkait dengan AS atau sekutunya akan menjadi target. Ini membuat banyak perusahaan pelayaran memilih menunggu atau mencari rute alternatif.

Dampak Inflasi dan Kebijakan Bank Sentral

Lonjakan harga minyak tidak hanya memengaruhi biaya energi. Ini juga berpotensi memicu gelombang inflasi yang lebih luas. Bahan bakar yang lebih mahal akan meningkatkan biaya transportasi, produksi, dan pada akhirnya harga barang konsumen.

3. Bank Sentral Dunia Siap Bersidang

Sejumlah besar bank sentral utama, termasuk Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan Bank Jepang, dijadwalkan menggelar pertemuan minggu ini. Mereka akan mengamati perkembangan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi. Tindakan kebijakan yang lebih agresif bisa saja diambil jika tekanan harga terus meningkat.

Perbandingan Harga Minyak Dunia (Selasa, 17 Maret 2026)

Jenis Minyak Harga (USD/Barel) Perubahan (%)
Brent 102,28 +2,1%
WTI 94,50 +2,2%

Catatan: Data harga bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan geopolitik dan pasar.

Langkah yang Bisa Diambil Produsen dan Konsumen

Kenaikan harga minyak ini memaksa banyak pihak untuk meninjau ulang strategi pengadaan energi dan pengelolaan biaya. Produsen yang bergantung pada energi fosil perlu mempertimbangkan efisiensi operasional. Sementara konsumen perlu waspada terhadap kenaikan harga barang dan jasa akibat lonjakan biaya bahan bakar.

4. Evaluasi Kembali Penggunaan Energi

Perusahaan besar dan kecil mulai mengevaluasi kembali penggunaan energi mereka. Beralih ke energi terbarukan atau mengoptimalkan efisiensi energi menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada minyak mentah.

5. Diversifikasi Rute Pengiriman

Beberapa perusahaan logistik mulai mencari rute alternatif untuk menghindari jalur yang berisiko tinggi. Meski biayanya mungkin lebih mahal, ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga kelancaran distribusi.

Potensi Pergerakan Harga di Masa Depan

Ketidakpastian di Timur Tengah masih tinggi. Jika ketegangan berlanjut atau bahkan memburuk, harga minyak bisa melonjak lebih tinggi lagi. Namun, jika ada penyelesaian diplomatik atau pengamanan jalur pelayaran, pasar bisa bereaksi positif dengan penurunan harga.

Investor dan pengambil keputusan di sektor energi perlu terus memantau perkembangan situasi di Iran dan respons dari komunitas internasional. Kondisi geopolitik yang dinamis membuat prediksi harga menjadi semakin kompleks.

Kesimpulan

Lonjakan harga minyak hingga 2 persen menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap gangguan pasokan global. Brent yang tetap berada di atas USD100 per barel adalah sinyal bahwa ketegangan di Timur Tengah belum mereda. Ancaman Iran terhadap kapal yang terkait dengan AS, ditambah penolakan sejumlah negara untuk membantu membuka jalur Selat Hormuz, membuat situasi semakin tidak menentu.

Bagi pelaku industri yang bergantung pada energi, saat ini adalah waktu untuk bersiap. Diversifikasi sumber energi, efisiensi operasional, dan antisipasi terhadap kenaikan biaya adalah langkah penting. Di sisi lain, bank sentral global juga akan terus mengawasi perkembangan ini karena potensi dampak inflasi yang luas.

Disclaimer: Data harga dan kondisi geopolitik bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Informasi dalam artikel ini disajikan berdasarkan perkembangan terkini dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Pantai Teluk Awur

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.