Saham-saham di Wall Street menguat tajam pada perdagangan Senin waktu setempat, Selasa (10/3/2026) WIB, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menandakan potensi berakhirnya ketegangan antara AS dan Iran. Indikasi bahwa konflik yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir bisa segera reda langsung memicu optimisme di pasar modal.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen, mencatatkan penutupan di angka 47.740,8. Sementara itu, S&P 500 melonjak 0,83 persen ke level 6.795,99. Nasdaq Composite bahkan melaju lebih agresif, naik 1,38 persen hingga menyentuh 22.695,95. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam di awal sesi perdagangan.
Sentimen Pasar Ikut Naik Bareng Harapan Damai
Pernyataan Trump yang menyebut “Perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya,” menjadi pemicu utama penguatan pasar. Investor yang awalnya was-was mulai melihat peluang pemulihan, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap risiko geopolitik.
Sembilan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan. Sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin penguatan, masing-masing naik 1,8 persen dan 1,13 persen. Di sisi lain, sektor keuangan dan energi justru terkoreksi, dengan penurunan 0,52 persen dan 0,43 persen.
1. Harga Minyak Dunia Anjlok, Saham Terkait Langsung Melesat
Salah satu dampak langsung dari pernyataan Trump adalah penurunan harga minyak global. Kontrak minyak mentah WTI untuk pengiriman April yang sebelumnya melonjak hingga USD119 per barel, turun drastis menjadi USD94,77 per barel.
Penurunan harga energi ini langsung memberikan angin segar bagi saham-saham yang sensitif terhadap biaya operasional tinggi, terutama perusahaan transportasi dan pariwisata.
2. Saham Maskapai dan Kapal Pesiar Naik Tajam
Saham maskapai penerbangan besar seperti Delta Air Lines, United Airlines, dan American Airlines langsung melesat. Operator kapal pesiar seperti Norwegian Cruise Line, Carnival, dan Royal Caribbean juga ikut naik signifikan.
Investor bereaksi cepat karena biaya bahan bakar merupakan komponen besar dalam operasional perusahaan transportasi. Penurunan harga minyak berarti margin keuntungan bisa meningkat.
3. Sektor Teknologi Kembali Menjadi Andalan
Saham teknologi, yang sempat terkoreksi di awal sesi, kembali pulih. Ketujuh saham andalan industri teknologi atau dikenal sebagai “Magnificent Seven” mencatatkan kenaikan.
Produsen chip memori seperti SanDisk dan Western Digital juga ikut naik. SanDisk naik hampir 12 persen, sedangkan Western Digital naik sekitar 7 persen.
Perbandingan Kinerja Indeks Utama Wall Street (Penutupan 10 Maret 2026)
| Indeks | Kenaikan (%) | Penutupan (poin) |
|---|---|---|
| Dow Jones Industrial Average | 0,50 | 47.740,8 |
| S&P 500 | 0,83 | 6.795,99 |
| Nasdaq Composite | 1,38 | 22.695,95 |
4. Saham Sektor Energi dan Keuangan Tertekan
Meski pasar secara umum positif, tidak semua sektor ikut naik. Saham energi dan keuangan justru terkoreksi. Sektor energi turun 0,43 persen, sementara keuangan turun 0,52 persen.
Investor mungkin mulai mengalihkan portofolio mereka ke aset yang lebih aman atau mengambil keuntungan dari saham energi yang sempat tinggi.
5. Optimisme Pasar Harus Tetap Diimbangi Kewaspadaan
Meskipun sentimen pasar terlihat positif, beberapa analis memperingatkan agar tidak terlalu cepat berpuas diri. Risiko resesi dan koreksi pasar masih mengintai di balik optimisme jangka pendek.
Analis dari Deutsche Bank mencatat bahwa investor global sudah terbiasa dengan volatilitas tinggi akibat ketidakpastian geopolitik. Namun, ini bukan berarti pasar kebal terhadap risiko.
6. Morgan Stanley: Optimis 6–12 Bulan Kedepan
Berbeda dengan pandangan hati-hati Deutsche Bank, Morgan Stanley menawarkan outlook yang lebih cerah. Mereka memperkirakan ekuitas AS masih akan positif dalam 6 hingga 12 bulan ke depan.
“Kami pikir kita lebih dekat ke akhir koreksi bergulir ini daripada ke awal dan tetap optimis selama 6-12 bulan ke depan,” ujar tim analis mereka.
Perbandingan Pandangan Analis Terhadap Pasar AS
| Institusi | Pandangan Pasar | Periode Proyeksi |
|---|---|---|
| Deutsche Bank | Hati-hati | Jangka pendek |
| Morgan Stanley | Optimis | 6–12 bulan |
7. Peran Geopolitik dalam Pergerakan Saham
Geopolitik kini menjadi salah satu faktor pendorong utama volatilitas pasar saham. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, selalu berdampak langsung ke harga minyak dan saham terkait.
Investor kini lebih peka terhadap setiap pernyataan dari pejabat tinggi, terutama dari pihak eksekutif seperti presiden atau menteri luar negeri.
8. Saham Sensitif Minyak: Indikator Awal Perubahan Pasar
Saham-saham yang sensitif terhadap harga minyak seperti maskapai penerbangan, logistik, dan pariwisata menjadi indikator awal pergerakan pasar ketika ada gejolak energi global.
Kenaikan harga minyak bisa langsung menekan saham mereka, sebaliknya penurunan harga minyak memberikan dorongan positif.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas pada kondisi pasar pada tanggal 10 Maret 2026. Harga saham, indeks pasar, dan harga komoditas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi geopolitik, ekonomi global, dan faktor makro lainnya. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.
Penutup
Sentimen positif di Wall Street terus berlanjut seiring harapan damai di kawasan Timur Tengah. Saham-saham yang sempat tertekan kembali bangkit, terutama di sektor teknologi dan transportasi. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan mengingat potensi ketidakpastian yang masih menghiasi lanskap global.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











