Harga emas dunia mencatat rekor baru setelah melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan ini terjadi seiring dengan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang melemah dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Investor pun mulai memburu emas sebagai aset aman di tengah situasi yang penuh volatilitas.
Lonjakan harga emas ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai berubah. Bukan hanya karena data ekonomi, tetapi juga karena ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai melonggarkan sikap terhadap suku bunga. Emas menjadi lebih menarik ketika suku bunga rendah, karena tidak bersaing dengan imbal hasil obligasi yang tinggi.
Harga Emas Naik Dipicu Data Tenaga Kerja AS
Data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan penurunan lapangan kerja nonpertanian untuk pertama kalinya sejak Februari. Penurunan ini terutama terjadi di sektor pendidikan daerah, yang sebelumnya menjadi salah satu penopang lapangan kerja.
Selain itu, data payroll untuk bulan Mei dan Juni juga direvisi turun sebanyak 103 ribu pekerjaan. Revisi ini memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya.
1. Penurunan Lapangan Kerja Picu Spekulasi Kebijakan The Fed
Penurunan lapangan kerja ini memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin akan menunda rencana kenaikan suku bunga. Investor pun mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September mendatang.
2. Emas Spot Tembus USD4.389 per Ons
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, harga emas spot naik 1,1 persen menjadi USD4.389,17 per ons. Sementara emas berjangka naik 1,1 persen menjadi USD4.448,55 per ons. Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari tren positif pekan sebelumnya, di mana emas spot melonjak 7,5 persen.
3. Ekspektasi Suku Bunga yang Lebih Rendah Dorong Permintaan Emas
Saat ekspektasi kenaikan suku bunga mulai mereda, emas menjadi lebih menarik. Aset yang tidak memberi imbal hasil seperti emas cenderung menguntungkan ketika suku bunga rendah. Ini karena investor tidak kehilangan banyak dari opportunity cost ketika memilih emas.
Ketidakpastian Geopolitik di Selat Hormuz Turut Dorong Harga Emas
Selain faktor ekonomi makro, ketidakpastian geopolitik juga menjadi pendorong utama lonjakan harga emas. Iran kembali menjadi sorotan setelah menutup kemungkinan pembicaraan langsung dengan AS dan mengumumkan syarat ketat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
1. Iran Syaratkan Pembukaan Selat Hormuz dengan Sejumlah Kompensasi
Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya bisa dilakukan jika AS memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya adalah pencabutan sanksi, penghentian blokade angkatan laut, dan ganti rugi atas kerusakan akibat serangan gabungan AS-Israel sejak akhir Februari.
2. Houthi Serang Infrastruktur Energi Arab Saudi
Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang infrastruktur energi Arab Saudi. Serangan ini menambah ketegangan di kawasan dan memicu lonjakan permintaan aset aman seperti emas dan dolar AS.
3. Trump Balas dengan Tuntutan Kompensasi dari Iran
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS juga akan menuntut kompensasi dari Iran atas kerusakan yang terjadi. Ia memerintahkan perwakilan AS untuk memasukkan tuntutan tersebut dalam setiap negosiasi mendatang.
Faktor-Faktor Makro yang Mendorong Harga Emas ke Level Tertinggi
Lonjakan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geopolitik, tetapi juga oleh kondisi makro ekonomi global. Beberapa analis memperkirakan bahwa tren kenaikan ini masih akan berlanjut hingga 2027.
1. Pelemahan Dolar AS dan Defisit Fiskal
Dolar AS yang melemah akibat defisit fiskal dan eksternal menjadi salah satu faktor penopang harga emas. Saat dolar melemah, harga emas dalam mata uang lain menjadi lebih murah, sehingga menarik lebih banyak pembeli global.
2. Pembelian Emas oleh Bank Sentral
Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka. Pembelian besar-besaran ini memberikan dukungan jangka panjang terhadap harga emas.
3. Target Harga Emas UBS Capai USD5.000 per Ons
UBS mempertahankan target harga emas sebesar USD5.000 per ons. Target ini didasarkan pada tiga faktor utama: penurunan imbal hasil riil, pelemahan dolar AS, dan pembelian emas oleh bank sentral.
Perbandingan Harga Emas dan Minyak Dunia
Pergerakan harga emas dan minyak dunia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan hubungan yang kompleks. Keduanya dipengaruhi oleh sentimen risiko pasar dan ketidakpastian geopolitik.
| Aset | Harga Sebelumnya | Harga Terkini | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Emas Spot | USD4.340 per ons | USD4.389 per ons | +1,1% |
| Emas Berjangka | USD4.400 per ons | USD4.448,55 per ons | +1,1% |
| Minyak Mentah (Brent) | USD75 per barel | USD78,6 per barel | +4,8% |
Indikator Ekonomi yang Perlu Diwaspadai
Investor kini menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi penting dari AS yang bisa memengaruhi arah harga emas ke depannya.
1. Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli
Dirilis pada Rabu, CPI menjadi indikator utama inflasi konsumen. Data ini akan memberikan gambaran apakah tekanan inflasi mulai mereda atau justru meningkat.
2. Indeks Harga Produsen (PPI) Juli
Dirilis pada Kamis, PPI mengukur perubahan harga pada tingkat produsen. Data ini menjadi indikator awal dari tekanan inflasi yang bisa berdampak pada kebijakan The Fed.
3. Penjualan Ritel Juli
Dirilis pada Jumat, data ini memberikan gambaran tentang kondisi konsumsi rumah tangga. Penjualan ritel yang lemah bisa menjadi sinyal perlambatan ekonomi.
Disclaimer
Harga emas dan komoditas lainnya sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, dan ketidakpastian geopolitik. Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar. Investasi dalam emas dan komoditas lainnya mengandung risiko, dan pembaca disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












