Multifinance

Dolar Amerika Serikat Melemah Setelah Trump Mengevaluasi Kesepakatan AS-Iran

Bintang Fatih Wibawa
×

Dolar Amerika Serikat Melemah Setelah Trump Mengevaluasi Kesepakatan AS-Iran

Sebarkan artikel ini
Dolar Amerika Serikat Melemah Setelah Trump Mengevaluasi Kesepakatan AS-Iran

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Dolar Amerika Serikat sempat bersinar terang sebelum akhirnya mulai redup di tengah kabar soal kemungkinan kesepakatan diplomatik antara Washington dan Teheran. Pasca-laporan bahwa kedua negara tengah merundingkan nota kesepahaman sementara, nilai tukar greenback langsung terkoreksi. Indeks dolar pun turun 0,2 persen menjadi 99,02 pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026.

Gerak melemahnya dolar ini terjadi meski sebelumnya mendapat dorongan dari lonjakan ketegangan di Teluk Persia dan data ekonomi yang cukup kuat. Namun, optimisme pasar atas potensi de-escalation ketegangan AS-Iran cukup signifikan untuk menggeser fokus investor.

Dinamika Politik dan Diplomasi yang Memengaruhi Nilai Tukar

Kabar soal nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran datang dari Axios, yang melaporkan adanya kesepakatan sementara berdurasi 60 hari. Meski masih menunggu lampu hijau dari Presiden Donald Trump, laporan ini sudah cukup membuat geliat pasar berubah arah.

Kesepakatan ini mencakup beberapa poin penting, termasuk kelancaran navigasi di Selat Hormuz, pencabutan blokade maritim AS terhadap pelabuhan Iran, serta komitmen Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Semua ini memberi sinyal bahwa konflik yang berlarut sejak Februari 2026 bisa segera mereda.

1. Isi Kesepakatan Sementara AS-Iran

  • Kelancaran pelayaran di Selat Hormuz tanpa batasan.
  • Pencabutan blokade maritim AS terhadap pelabuhan Iran.
  • Komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama masa MoU berlaku.

Sumber dari Gedung Putih yang dikutip Fox News juga membenarkan bahwa kesepakatan ini sudah dalam tahap akhir. Meski belum disetujui secara resmi oleh Trump, langkah ini dianggap sebagai perkembangan besar dalam dinamika politik Timur Tengah.

2. Reaksi Militer dan Keamanan

Meski diplomasi berjalan, ketegangan di lapangan tetap terasa. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan beberapa drone di sekitar Selat Hormuz. Pasukan AS berhasil mencegat semua drone tersebut dan mencegah peluncuran drone keenam dari Bandar Abbas.

Namun, media pemerintah Iran menyatakan bahwa tembakan peringatan diberikan kepada kapal asing yang melintas tanpa pengawalan. Ini menunjukkan bahwa situasi masih rapuh, meskipun diplomasi sedang berjalan.

Inflasi dan Data Ekonomi Makro yang Mengganjal

Di tengah gejolak geopolitik, data ekonomi AS juga turut memengaruhi performa dolar. Indikator inflasi inti (PCE) naik 3,3 persen year-over-year pada April 2026, level tertinggi sejak November 2023. Angka ini jauh melampaui target 2 persen yang diharapkan The Fed.

3. Rincian Data Inflasi AS April 2026

Indikator April 2026 YoY Perkiraan Sebelumnya
PCE Inti 3,3% 3,1%
PCE Utama 3,8% 3,6%

Lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Iran juga ikut mendorong kenaikan harga konsumen dan produsen. Harga bensin di pom bensin AS bahkan sudah naik lebih dari 50 persen sejak konflik dimulai.

4. Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat

Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS pada kuartal pertama 2026 hanya tumbuh 1,6 persen secara tahunan. Angka ini merupakan revisi turun dari estimasi awal yang memproyeksikan pertumbuhan 2 persen.

Gina Bolvin, presiden Bolvin Wealth Management, menyebut kondisi ini sebagai “tindakan penyeimbangan yang lebih sulit.” Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan yang melambat berbarengan dengan inflasi yang membubung membuat Federal Reserve berada di posisi sulit dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Respons Pasar Global dan Pergerakan Mata Uang Lain

Melemahnya dolar tidak serta merta berdampak pada semua mata uang. Beberapa mata uang Asia justru menguat terhadap greenback, menunjukkan bahwa investor mulai memindahkan portofolio mereka ke aset yang lebih stabil.

5. Pergerakan Mata Uang Utama Terhadap Dolar

Pasangan Mata Uang Perubahan (%) Level Terkini
USD/JPY -0,1% 159,28
USD/KRW -0,4% 1.495,30

Yen Jepang menguat tipis, dengan pasangan USD/JPY turun ke level 159,28. Angka ini menunjukkan bahwa yen mulai pulih dari tekanan yang dialaminya sejak awal Mei, saat otoritas Jepang mengumumkan akan melakukan intervensi pasar jika nilai tukarnya terus melemah.

Won Korea Selatan juga menguat 0,4 persen menjadi 1.495,30 terhadap dolar. Bank Sentral Korea (Bank of Korea) memilih untuk mempertahankan suku bunga di level 2,50 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Namun, pertemuan pertama bank sentral di bawah kepemimpinan Gubernur baru Shin Hyun-Song menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan pengetatan moneter guna mengantisipasi dampak inflasi dari lonjakan harga minyak global.

Apa Arti Semua Ini Bagi Investor?

Perpaduan antara dinamika geopolitik dan data makro ekonomi menciptakan lingkungan investasi yang semakin rumit. Melemahnya dolar bisa jadi cerminan dari ekspektasi bahwa ketegangan Timur Tengah akan segera reda. Namun, inflasi yang tetap tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat membuat investor harus ekstra hati-hati.

Bagi para trader dan investor, situasi ini menuntut strategi yang fleksibel dan antisipatif. Kombinasi antara faktor eksternal seperti konflik internasional dan data domestik seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi harus terus dipantau secara cermat.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan situasi geopolitik maupun ekonomi global. Data yang digunakan bersumber dari laporan resmi instansi pemerintah dan lembaga keuangan terpercaya per tanggal 29 Mei 2026. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko masing-masing individu.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.