Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Banyumas terus dipantau secara ketat. Sejauh ini, sebagian besar komoditas masih berada dalam kisaran harga normal. Meski begitu, ada beberapa penyesuaian harga yang wajar mengingat momen Iduladha memicu peningkatan permintaan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah bawang merah. Namun, kenaikan ini masih dalam batas wajar dan tidak terlalu signifikan. Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyatakan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Manis Purwokerto masih stabil.
Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Iduladha
Menjelang Iduladha, pemantauan harga dilakukan secara rutin oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya untuk memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stok yang mencukupi.
1. Stok Kebutuhan Pokok Masih Aman
Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di pasar rakyat masih mencukupi. Pasokan bahan terus masuk ke Pasar Manis Purwokerto, sehingga tidak terjadi kelangkaan barang menjelang Hari Raya Iduladha.
2. Harga Bawang Merah Naik Tipis
Bawang merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan ini masih dalam batas normal karena permintaan meningkat menjelang Iduladha. Harga cabai, sayuran, dan daging sapi masih stabil.
3. Harga Daging Sapi dan Ayam Tetap Stabil
Harga daging sapi dan ayam di Pasar Manis Purwokerto masih berada dalam kisaran normal. Tidak ada lonjakan harga yang mencolok meskipun permintaan mulai meningkat.
Harga Hewan Kurban Naik Tipis
Selain memantau harga kebutuhan pokok, pemerintah juga memperhatikan harga hewan kurban di Pasar Hewan Ajibarang. Pasar ini menjadi pusat perdagangan ternak menjelang Iduladha.
1. Kenaikan Harga Ternak Hidup
Harga hewan kurban mengalami kenaikan tipis sekitar Rp5.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi pada ternak hidup seperti sapi dan domba. Namun, daya beli masyarakat cenderung menurun karena situasi ekonomi.
2. Permintaan Hewan Kurban Diprediksi Naik Akhir Pekan
Pemerintah berharap permintaan hewan kurban akan meningkat menjelang akhir pekan. Pasalnya, Iduladha jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang. Harapannya, Sabtu (23 Mei) menjadi waktu puncak penjualan hewan kurban.
3. Harga Sapi dan Domba Naik Signifikan
Kepala UPTD Pos Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Banyumas, Muhammad Arief Hidayat, menyebutkan bahwa harga sapi naik dari Rp21 juta menjadi sekitar Rp23 juta per ekor. Sementara harga domba naik dari Rp2 juta menjadi Rp3 hingga Rp3,5 juta per ekor.
Perbandingan Harga Hewan Kurban Sebelum dan Sesudah Kenaikan
Berikut ini adalah perbandingan harga hewan kurban sebelum dan sesudah kenaikan menjelang Iduladha:
| Jenis Ternak | Harga Sebelum (Rp) | Harga Sesudah (Rp) |
|---|---|---|
| Sapi | 21.000.000 | 23.000.000 |
| Domba | 2.000.000 | 3.000.000 – 3.500.000 |
Respons Pedagang terhadap Kenaikan Harga
Seorang pedagang hewan ternak besar, Muslih, mengatakan bahwa harga sapi kini berkisar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta per ekor. Harga ini tergantung pada ukuran dan kualitas ternak.
1. Permintaan Menurun karena Ekonomi
Menurut Muslih, permintaan hewan kurban sedikit menurun akibat situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Masyarakat lebih selektif dalam membeli ternak.
2. Biaya Perawatan Ternak Meningkat
Biaya perawatan ternak juga meningkat. Meski harga jual ternak bagus, biaya yang dikeluarkan untuk merawat ternak juga semakin besar. Hal ini membuat margin keuntungan menjadi lebih tipis.
Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha. Salah satunya dengan memastikan pasokan kebutuhan pokok dan hewan kurban tetap mencukupi.
1. Koordinasi dengan Pedagang dan Peternak
Pemerintah menjalin komunikasi erat dengan pedagang dan peternak untuk memastikan pasokan tetap stabil. Koordinasi ini penting agar tidak terjadi lonjakan harga menjelang Hari Raya.
2. Pengawasan Harga Secara Rutin
Tim TPID terus melakukan pengawasan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional. Tujuannya untuk mencegah praktik monopoli atau penimbunan barang.
3. Edukasi Masyarakat tentang Harga Wajar
Selain pengawasan, pemerintah juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang harga wajar menjelang Iduladha. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing dengan isu kelangkaan barang.
Penutup
Menjelang Iduladha 1447 H, harga kebutuhan pokok di Banyumas masih dalam kondisi stabil. Meski ada kenaikan pada bawang merah dan harga hewan kurban, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan pasokan agar masyarakat tetap bisa menikmati Hari Raya dengan tenang.
Disclaimer: Data harga dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












