Multifinance

Harga Minyak Dunia Kembali Meningkat, Brent Capai Level USD106 per Barel

Ryando Putra Jameni
×

Harga Minyak Dunia Kembali Meningkat, Brent Capai Level USD106 per Barel

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Kembali Meningkat, Brent Capai Level USD106 per Barel

Harga minyak dunia kembali naik tajam menjelang akhir pekan. Brent menyentuh level USD106,52 per barel, naik sekitar 0,8 persen dalam perdagangan Asia. Sementara itu, WTI juga menguat 0,7 persen ke posisi USD101,84 per barel. Lonjakan ini didorong oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan optimisme terbatas atas pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Kenaikan harga minyak ini tampaknya akan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Pasar minyak global tengah waspada terhadap gangguan pasokan yang mungkin berlangsung lama. Investor pun menanti hasil diskusi antara Presiden AS dan Tiongkok, yang diharapkan bisa memberikan petunjuk tentang arah kebijakan energi global ke depan.

Ketegangan Geopolitik Picu Lonjakan Harga Minyak Mentah

1. Selat Hormuz Masih Jadi Sorotan

Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia, belum sepenuhnya pulih meski beberapa kapal sudah melintas. Media Iran melaporkan sekitar 30 kapal berhasil melewati jalur tersebut minggu ini. Namun, aktivitas pengiriman masih jauh dari normal. Banyak operator kapal tanker masih enggan melanjutkan operasi reguler karena risiko keamanan yang tinggi.

2. Penyitaan Kapal dan Patroli Militer Tingkatkan Ketidakpastian

Beberapa insiden penyitaan kapal di sekitar Teluk Oman dan peningkatan patroli militer di kawasan memperburuk suasana. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa aliran energi dari Timur Tengah bisa terganggu dalam waktu lama. Investor khawatir pasokan minyak global akan semakin sempit, terutama jika ketegangan terus berlanjut.

3. Pertemuan Trump-Xi Jadi Fokus Pasar

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing menjadi sorotan utama. Diskusi mereka mencakup isu-isu strategis seperti konflik Iran, keamanan energi, serta hubungan perdagangan bilateral. Meski belum ada kesepakatan konkret, pernyataan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka memberikan sedikit optimisme pasar.

Dinamika Permintaan dan Pasokan Minyak Global

1. Data Stok Minyak AS Turun Lebih Dalam dari Perkiraan

Badan Informasi Energi AS (EIA) merilis data yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah sebesar 4,3 juta barel dalam seminggu terakhir. Angka ini lebih besar dari estimasi para analis. Penurunan ini menandakan permintaan ekspor yang kuat dan tekanan pada pasokan domestik.

2. Tiongkok Pertimbangkan Impor Minyak AS

Presiden Xi Jinping menyampaikan bahwa Tiongkok tertarik meningkatkan impor minyak mentah dari AS. Langkah ini bertujuan untuk mendiversifikasi pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada jalur perdagangan di Teluk Persia. Jika direalisasikan, hal ini bisa menggeser pola perdagangan energi global.

3. Badan Energi Internasional Ingatkan Risiko Kekurangan Pasokan

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak global bisa tetap mengalami kekurangan pasokan hingga Oktober. Meski konflik di kawasan Timur Tengah mereda, dampaknya terhadap rantai pasok masih dirasakan. IEA menyarankan negara-negara untuk mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi krisis energi.

Faktor-Faktor Lain yang Mendukung Kenaikan Harga Minyak

1. Sentimen Politik dan Ancaman Militer

Unggahan Presiden Trump di Truth Social yang menyebut kemungkinan “pemusnahan militer Iran” menambah volatilitas pasar. Pernyataan keras seperti ini memperkuat ekspektasi bahwa konflik bisa memburuk, sehingga harga minyak cenderung naik sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan pasokan.

2. Permintaan Global yang Tetap Tinggi

Meski ada ketidakpastian, permintaan minyak global tetap tinggi. Negara-negara maju dan berkembang masih sangat bergantung pada energi fosil, terutama untuk transportasi dan industri. Lonjakan permintaan ini membuat tekanan pada pasokan semakin besar, terlebih saat ada gangguan di jalur distribusi utama.

3. Spekulasi Pasar dan Pergerakan Indeks Minyak Dunia

Spekulasi dari pelaku pasar juga turut mendorong harga naik. Investor cenderung membeli kontrak minyak berjangka sebagai bentuk proteksi terhadap risiko geopolitik. Hal ini menciptakan momentum beli yang cukup kuat, terutama menjelang akhir pekan dan libur nasional di beberapa negara.

Perbandingan Harga Minyak Mentah Global

Jenis Minyak Harga (USD/Barel) Perubahan (%)
Brent 106,52 +0,8%
WTI 101,84 +0,7%

Data diambil pada perdagangan Asia, Jumat, 15 Mei 2026.

Proyeksi Harga Minyak Minggu Ini

Berdasarkan tren saat ini, harga minyak mentah baik Brent maupun WTI diperkirakan akan melonjak sekitar 5 hingga 7 persen selama minggu ini. Lonjakan ini didorong oleh kombinasi faktor geopolitik, data stok yang mengejutkan, dan ekspektasi terhadap kebijakan energi baru dari Tiongkok dan AS.

Disclaimer

Harga minyak sangat rentan terhadap fluktuasi geopolitik dan ekonomi global. Data dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi di lapangan serta kebijakan pemerintah negara produsen dan konsumen energi utama.

Ryando Putra Jameni
Reporter at Pantai Teluk Awur

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.