Multifinance

Harga Emas Anjlok Usai Data Inflasi dan Penjualan Ritel Amerika Serikat Dirilis

Erna Agnesa
×

Harga Emas Anjlok Usai Data Inflasi dan Penjualan Ritel Amerika Serikat Dirilis

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Anjlok Usai Data Inflasi dan Penjualan Ritel Amerika Serikat Dirilis

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga emas dunia sempat tergelincir pada Kamis, 14 Mei 2026, seiring penguatan dolar AS yang dipicu oleh data ekonomi terbaru. Inflasi dan penjualan ritel AS yang lebih tingi dari ekspektasi jadi pemicu utama pergerakan pasar logam mulia tersebut. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik juga turut memberi tekanan tambahan pada emas.

Perdagangan Kamis mencatat penurunan harga emas spot sebesar 0,9% menjadi USD4.652,46 per ons. Sementara emas berjangka turun 1,1% ke level USD4.655,35 per ons. Pergerakan ini terjadi setelah data indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) menunjukkan tekanan inflasi yang masih tinggi. Data penjualan ritel AS untuk April juga naik 0,5%, sesuai dengan estimasi, meski lebih rendah dibanding lonjakan sebelumnya.

Penyebab Penurunan Harga Emas

1. Penguatan Dolar AS

Dolar AS menguat seiring ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Lonjakan inflasi mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga, dan justru meningkatkan peluang penyesuaian ke atas. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik.

2. Data Inflasi dan Penjualan Ritel

Data CPI dan PPI yang lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan bahwa tekanan harga masih tinggi. Ini memperkuat argumen bahwa bank sentral AS akan menahan langkah penurunan suku bunga, yang berdampak langsung pada performa emas.

Reaksi Pasar dan Sentimen Investor

Felix Vezina-Poirier dari BCA Research menyatakan bahwa meski harga minyak mungkin telah mencapai puncaknya, dampak dari kenaikan biaya masih terasa di berbagai sektor. Laporan PPI yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan harga belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

David Morrison dari Trade Nation menambahkan bahwa emas berkinerja lebih buruk dibandingkan perak dalam beberapa bulan terakhir. Investor cenderung menjauhi emas karena penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Dinamika Geopolitik dan Pengaruhnya

Selain faktor ekonomi, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik. Perang di Timur Tengah dan ketegangan antara AS dan Iran menjadi perhatian utama. Jalur Selat Hormuz yang sempat terganggu kini mulai dibuka kembali, meski dengan pengawasan ketat dari Garda Revolusi Iran.

3. Kunjungan Trump ke Tiongkok

Kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok menjadi sorotan utama. Pertemuan dua hari dengan Presiden Xi Jinping membahas berbagai isu penting, termasuk perdagangan, keamanan regional, dan isu Taiwan. Trump menyatakan bahwa Xi bersedia membantu membuka jalur Selat Hormuz jika diperlukan.

Negosiasi ini juga membuka peluang bagi sektor teknologi dan penerbangan. Laporan menyebutkan bahwa sekitar 10 perusahaan Tiongkok telah disetujui untuk membeli chip AI H200 dari Nvidia. Selain itu, Boeing juga mendapat kontrak pembelian 200 pesawat dari maskapai Tiongkok.

Perbandingan Harga Logam Mulia (Per Ons)

Logam Mulia Harga Sebelumnya Harga Kamis, 14 Mei 2026 Perubahan (%)
Emas Spot USD4.694.00 USD4.652.46 -0,9%
Emas Berjangka USD4.707.00 USD4.655.35 -1,1%
Perak Spot USD87.6900 USD83.4845 -4,8%
Platinum Spot USD2.200.00 USD2.076.60 -5,5%

Disclaimer: Data harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada fluktuasi pasar global.

Dampak Jangka Pendek dan Prospek Emas

Meskipun emas sempat tertekan, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bisa berubah kembali jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan inflasi di bulan-bulan mendatang. Investor tetap memantau kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik global.

4. Peran Federal Reserve

Pengukuhan Kevin Warsh sebagai ketua baru Federal Reserve menandai pergantian kepemimpinan di bank sentral AS. Warsh menggantikan Jerome Powell di tengah tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Stephen Miran yang mengundurkan diri membuka jalan bagi Warsh untuk bergabung dalam dewan bank sentral. Perubahan ini bisa membawa kebijakan baru yang berpotensi memengaruhi arah harga emas ke depannya.

Kesimpulan

Harga emas sempat tergelincir karena tekanan dari data ekonomi AS dan penguatan dolar. Namun, dinamika geopolitik dan kebijakan bank sentral tetap menjadi faktor penting yang bisa mengubah arah pasar. Investor disarankan terus memantau perkembangan inflasi, penjualan ritel, dan isu global untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Emas tetap menjadi aset penting dalam portofolio investasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski saat ini tertekan, logam mulia ini bisa kembali menunjukkan performa positif jika kondisi makroekonomi berubah menguntungkan.

Erna Agnesa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.