Multifinance

AS Catat Pertumbuhan Lapangan Kerja Sebanyak 115 Ribu di April, Pengangguran Stagnan di Level 4,3 Persen

Bintang Fatih Wibawa
×

AS Catat Pertumbuhan Lapangan Kerja Sebanyak 115 Ribu di April, Pengangguran Stagnan di Level 4,3 Persen

Sebarkan artikel ini
AS Catat Pertumbuhan Lapangan Kerja Sebanyak 115 Ribu di April, Pengangguran Stagnan di Level 4,3 Persen

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat melesat lebih tinggi dari ekspektasi pada April 2026. Angka yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan penambahan 115 ribu pekerjaan non-pertanian, jauh melampaui proyeksi konsensus sebesar 65 ribu. Meski begitu, tingkat pengangguran tetap berada di level 4,3 persen, tak berubah dari bulan sebelumnya.

Laporan ini datang di tengah sorotan pasar terhadap lonjakan harga minyak global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Fokus investor dan bank sentral saat ini lebih condong ke arah inflasi daripada kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif stabil.

Dinamika Lapangan Kerja AS Bulan April

Data BLS juga merevisi angka penggajian bulan Februari dan Maret. Untuk Februari, jumlah pekerjaan direvisi turun menjadi 156 ribu dari sebelumnya 133 ribu. Sementara Maret direvisi naik menjadi 185 ribu dari 178 ribu. Revisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja dalam tiga bulan terakhir rata-rata mencapai 48 ribu per bulan.

Peningkatan pekerjaan di April didorong oleh sejumlah sektor penting. Sektor perawatan kesehatan mencatat penambahan 37 ribu lapangan kerja, sedikit di atas rata-rata bulanan 32 ribu dalam setahun terakhir. Transportasi dan pergudangan menyusul dengan peningkatan 30 ribu pekerjaan, dan perdagangan ritel menambah 22 ribu.

Namun, tidak semua sektor menunjukkan tren positif. Lapangan kerja di pemerintah federal justru mengalami penurunan sebanyak 9.000 orang. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan total tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.

Inflasi dan Dampaknya pada Upah

Meskipun jumlah lapangan kerja naik, pertumbuhan upah justru melambat. BLS mencatat rata-rata upah per jam untuk karyawan swasta non-pertanian naik 3,6 persen secara tahunan pada April. Angka ini lebih rendah dibanding periode sebelumnya dan menunjukkan bahwa daya beli pekerja belum pulih sepenuhnya.

Secara bulanan, kenaikan upah hanya 0,2 persen, di bawah estimasi 0,3 persen. Para ekonom memandang fenomena ini sebagai dampak langsung dari lonjakan inflasi yang disebabkan oleh gejolak harga energi global.

Heather Long, kepala ekonom Navy Federal, menyebut bahwa “inflasi menghapus kenaikan upah” dan ini menjadi titik lemah utama dalam perekonomian AS. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Iran diyakini sebagai pendorong utama tekanan inflasi yang dirasakan oleh pekerja.

Respons Pasar dan Kebijakan Moneter

Respons pasar terhadap laporan ini cukup positif, meskipun tetap waspada terhadap ancaman inflasi. Sebelum rilisnya data, peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve masih terbuka. Namun, setelah angka BLS dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga cenderung menurun menurut alat prediksi CME FedWatch.

Jerome Powell, Ketua The Fed, menyatakan bahwa pasar tenaga kerja saat ini bukan lagi sumber utama inflasi. Ia menekankan bahwa bank sentral akan terus memantau dampak dari fluktuasi harga minyak terhadap ekonomi secara keseluruhan.

Powell menambahkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan stabilitas, sementara inflasi masih belum terkendali. Pernyataannya memberi isyarat bahwa kebijakan suku bunga saat ini akan tetap bersifat "wait and see".

Perbandingan Data Lapangan Kerja Bulan Maret dan April

Parameter Maret (Direvisi) April
Penambahan Lapangan Kerja 185.000 115.000
Tingkat Pengangguran 4,3% 4,3%
Kenaikan Upah Tahunan 3,7% 3,6%
Kenaikan Upah Bulanan 0,3% 0,2%

Dari tabel di atas, terlihat bahwa meskipun jumlah lapangan kerja April lebih rendah dari Maret, tingkat pengangguran tetap stabil. Namun, perlambatan kenaikan upah menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Penilaian Ekonom terhadap Laporan April

Beberapa ekonom memberikan pandangan beragam terhadap laporan ini. Justin Wolfers dari Universitas Michigan menyebutnya sebagai “laporan yang menggembirakan”, meskipun ia mengakui adanya revisi negatif untuk bulan Februari.

Di sisi lain, Dan Alpert dari Westwood Capital menyoroti bahwa pertumbuhan bersih di sektor pekerjaan bergaji tinggi justru negatif. Ia menyimpulkan bahwa kualitas pekerjaan yang tersedia sedang menurun, yang bisa berdampak pada permintaan konsumen di masa mendatang.

Disclaimer

Data yang disajikan bersifat sesuai dengan informasi resmi dari BLS hingga Mei 2026. Angka-angka ekonomi bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu karena faktor makro ekonomi global maupun revisi statistik dari instansi terkait.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.