Di tengah dinamika sosial dan ekonomi Asia yang terus berubah, kebutuhan akan model bisnis yang tidak hanya bertahan, tapi juga membawa dampak positif semakin terasa mendesak. Bisnis berdampak sosial atau social enterprise hadir sebagai jawaban atas tantangan ini. Mereka tidak sekadar mencari keuntungan, tetapi juga berupaya menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan yang berkelanjutan.
Melalui program hibah tahunan, DBS Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kewirausahaan sosial. Pada tahun 2025, dana hibah senilai SGD4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar disalurkan kepada 22 social enterprise dan bisnis berdampak sosial (Businesses For Impact/BFI) di Asia. Di Indonesia sendiri, dana hibah SGD850.000 atau setara Rp11,2 miliar disalurkan kepada lima penerima yang diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
Penerima Hibah DBS Foundation 2025 di Indonesia
Penyaluran hibah ini tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga tentang memperkuat fondasi organisasi agar mampu tumbuh dan berdampak lebih luas. Lima penerima hibah DBS Foundation 2025 di Indonesia dipilih berdasarkan potensi solusi yang mereka tawarkan serta kemampuan untuk menjangkau komunitas yang selama ini kurang terlayani.
1. Parongpong RAW Lab
Parongpong RAW Lab adalah inisiatif berbasis di Bandung yang fokus pada pengembangan ekosistem kreatif lokal melalui pendampingan dan pelatihan bagi pelaku usaha kecil. Program mereka membantu UMKM mengakses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kapasitas produksi dengan pendekatan yang ramah lingkungan.
2. KONEKIN
KONEKIN hadir sebagai platform digital yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan peluang kerja inklusif. Mereka tidak hanya menyediakan lowongan, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan karier agar inklusi di dunia kerja menjadi nyata.
3. Nazava Water Filters
Nazava Water Filters menyediakan solusi akses air bersih melalui filter portabel yang efektif menghilangkan bakteri dan kontaminan. Produk ini sangat relevan di daerah pelosok yang belum terjangkau jaringan air bersih.
4. DoctorTool
DoctorTool adalah platform healthtech yang membantu tenaga kesehatan di daerah terpencil untuk melakukan diagnosis awal secara akurat melalui teknologi digital. Inovasi ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan primer di Indonesia.
5. Sosial Business Indonesia (SOBI)
SOBI bergerak dalam pengembangan ekosistem social business di Indonesia dengan memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses pendanaan. Mereka menjadi garda depan dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha berdampak sosial.
Fokus Dukungan DBS Foundation
Penyaluran hibah ini bukan hanya soal uang. DBS Foundation juga memberikan pendampingan teknis, akses jaringan, serta pelatihan yang dirancang khusus agar para penerima hibah bisa tumbuh secara berkelanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberi, tapi juga membangun kapasitas jangka panjang.
1. Penguatan Kapasitas Organisasi
Setiap penerima hibah dibekali dengan pelatihan manajemen organisasi, pengembangan model bisnis, hingga strategi pemasaran digital. Tujuannya agar mereka bisa berdiri sendiri dan terus berkembang.
2. Akses Jaringan dan Kolaborasi
DBS Foundation membuka akses ke jejaring mitra strategis, termasuk pelaku industri, investor, dan lembaga pengembangan. Ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
3. Pendampingan Teknis
Untuk bidang spesifik seperti teknologi kesehatan atau pengolahan air, pendampingan teknis disediakan agar solusi yang ditawarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Perkembangan Ekosistem Kewirausahaan Sosial di Indonesia
Ekosistem social enterprise di Indonesia terus berkembang pesat. Berdasarkan data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah wirausaha sosial di Tanah Air mencapai sekitar 20.000 pada 2023, naik dari 15.000 di tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan dampak sosial sebagai bagian dari model bisnis mereka.
Tabel berikut menunjukkan pertumbuhan jumlah social enterprise di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Jumlah Social Enterprise |
|---|---|
| 2021 | 12.000 |
| 2022 | 15.000 |
| 2023 | 20.000 |
Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang menyadari pentingnya menggabungkan keuntungan dengan tujuan sosial. Namun, pertumbuhan ini juga membutuhkan dukungan yang tepat agar mereka bisa bertahan dan berkembang.
Sejarah dan Tujuan DBS Foundation Grant Program
Program hibah ini pertama kali diluncurkan oleh DBS Foundation pada tahun 2014. Sejak saat itu, ratusan social enterprise dan BFI di Asia telah menerima dukungan baik dalam bentuk dana maupun pendampingan. Fokus utama program ini adalah menyelesaikan tantangan sosial seperti akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, dan ketenagakerjaan inklusif.
Tahun ini, pendekatan program semakin luas dengan memasukkan sektor kesehatan melalui inovasi healthtech seperti yang dibawa oleh DoctorTool. Ini menunjukkan bahwa DBS Foundation terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang berubah.
Dampak yang Diharapkan
Dengan penyaluran hibah Rp11,2 miliar kepada lima penerima di Indonesia, DBS Foundation berharap dampak yang dihasilkan bisa dirasakan secara langsung oleh lebih dari 1,9 juta orang. Dampak ini tidak hanya berupa manfaat langsung, tetapi juga pengembangan kapasitas organisasi dan penguatan ekosistem kewirausahaan sosial secara keseluruhan.
1. Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Solusi yang ditawarkan oleh kelima penerima hibah berfokus pada kebutuhan dasar seperti air bersih, kesehatan, dan akses lapangan kerja. Ini secara langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini kurang terlayani.
2. Penguatan Ekosistem Bisnis Berdampak
Dengan dukungan yang diberikan, diharapkan para penerima hibah bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya. Ini akan memperkuat ekosistem social enterprise di Indonesia secara keseluruhan.
3. Kolaborasi yang Lebih Luas
Program ini juga diharapkan bisa menjadi wadah kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan institusi untuk menciptakan solusi sosial yang berkelanjutan.
Disclaimer
Nilai tukar dan jumlah hibah dalam rupiah bersifat estimasi berdasarkan kurs tengah SGD terhadap IDR pada Maret 2026. Nilai aktual bisa berbeda tergantung fluktuasi mata uang. Data jumlah social enterprise bersumber dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan dapat berubah seiring waktu.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












