Perbankan

BTN dan KAI Sepakat Kerja Sama Pengembangan Hunian Vertikal di Area Stasiun

Muhammad Rizal Veto
×

BTN dan KAI Sepakat Kerja Sama Pengembangan Hunian Vertikal di Area Stasiun

Sebarkan artikel ini
BTN dan KAI Sepakat Kerja Sama Pengembangan Hunian Vertikal di Area Stasiun

Proyek pengembangan hunian vertikal di kawasan stasiun strategis Jakarta mulai memasuki babak baru. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dikabarkan semakin dekat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang akan menjadi fondasi awal kolaborasi pengembangan apartemen di sejumlah titik strategis. Target penandatanganan ditetapkan pada April 2026, meski sejauh ini masih dalam tahap finalisasi.

Rencana ini bukan sekadar soal pembangunan apartemen biasa. Ini adalah bagian dari upaya menjawab kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan yang semakin padat. Lokasi-lokasi seperti Senen, Manggarai, hingga Tanah Abang dipilih karena dinilai memiliki potensi tinggi sebagai pusat aktivitas ekonomi. Dengan begitu, hunian yang dibangun tidak hanya dekat dengan transportasi umum, tapi juga mendukung efisiensi penggunaan lahan.

Rencana Pengembangan Hunian Vertikal BTN dan KAI

1. Penandatanganan MoU Ditargetkan April 2026

BTN dan KAI telah sepakat untuk menandatangani MoU sebagai langkah awal sinergi pengembangan hunian vertikal. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan bahwa penandatanganan direncanakan dilakukan bersama dengan beberapa institusi terkait, baik sebagai penyedia dana maupun calon konsumen.

Meski belum sepenuhnya final, proses ini sudah memasuki tahap akhir. Penandatanganan diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam memenuhi kebutuhan perumahan di kawasan Jakarta yang terus berkembang.

2. Lokasi Strategis yang Dipilih

Proyek ini akan dikembangkan di sejumlah titik strategis di Jakarta. Lokasi yang menjadi fokus antara lain:

  • Senen
  • Manggarai
  • Tanah Abang

Ketiga lokasi ini dipilih karena berada di sekitar jalur kereta api yang padat. Selain itu, kawasan ini juga merupakan pusat aktivitas ekonomi, menjadikannya sangat menarik bagi calon penghuni yang mengutamakan aksesibilitas.

3. Fokus pada Pembangunan Hunian Vertikal

Pengembangan hunian vertikal menjadi pilihan utama dalam proyek ini. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang terbatas di kawasan perkotaan. Dengan membangun ke atas, BTN dan KAI berharap dapat menjawab kebutuhan perumahan tanpa mengorbankan ruang terbuka hijau.

Selain itu, pembangunan vertikal juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan penduduk di kawasan sekitar stasiun yang selama ini menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan kota.

Rencana Pembangunan dan Skema Kerja Sama

1. Target Pembangunan Minimal Lima Tower

BTN menargetkan pembangunan minimal lima tower pada fase pertama pengembangan. Fokus utama ditempatkan di wilayah Jakarta, dengan mempertimbangkan potensi aksesibilitas dan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau.

Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan perhitungan matang terkait jumlah unit, kapasitas lahan, hingga kebutuhan calon penghuni. Tahap awal ini diharapkan menjadi pilot project sebelum pengembangan diperluas ke lokasi lain.

2. KAI Tidak Menanggung Biaya Lahan

Dalam skema kerja sama ini, KAI tidak bertanggung jawab atas biaya lahan. Peran KAI lebih difokuskan pada pembangunan melalui anak usahanya, KAI Properti. Sementara itu, BTN akan mengambil peran dalam pembiayaan KPR bagi calon penghuni.

Model ini diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan tanpa mengorbankan kualitas. Selain itu, dengan tidak adanya beban biaya lahan dari KAI, proses perizinan dan pengadaan lahan bisa berjalan lebih cepat.

3. Harga Hunian Lebih Terjangkau

Dengan adanya skema kerja sama ini, harga hunian yang ditawarkan diharapkan lebih terjangkau. Lokasi yang berada di sekitar stasiun memberikan nilai tambah tersendiri, karena calon penghuni bisa menikmati akses mudah ke berbagai fasilitas dan pusat bisnis.

Selain itu, pengembangan vertikal juga membantu mengurangi biaya infrastruktur, yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk menekan harga jual unit.

Dukungan Pemerintah dan Progres Terkini

1. Dukungan dari Kementerian PKP

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan penyediaan hunian layak. Langkah ini sejalan dengan program optimalisasi aset negara, termasuk lahan-lahan milik BUMN seperti KAI.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyebut bahwa pembangunan hunian di bantaran rel Senen ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026. Proyek ini mencakup pembangunan 324 unit rumah susun, yang menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah.

2. Pengembangan di Kramat, Jakarta

Selain di Senen, KAI juga menyiapkan sekitar 500 unit hunian di kawasan Kramat, Jakarta. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi tinggi sebagai kawasan hunian yang ramah transportasi umum.

Pengembangan di dua lokasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, BUMN perbankan, dan BUMN transportasi dapat menghasilkan solusi perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Perbandingan Lokasi Pengembangan Hunian Vertikal

Lokasi Jumlah Unit Direncanakan Status Pengembangan Fokus Utama
Senen 324 unit Sedang Dibangun Hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Kramat 500 unit Persiapan Pengembangan Vertikal Strategis
Manggarai Belum Ditetapkan Perencanaan Awal Akses Transportasi & Ekonomi
Tanah Abang Belum Ditetapkan Perencanaan Awal Hunian Komersial & Masyarakat

Penutup

Kolaborasi antara BTN dan KAI dalam pengembangan hunian vertikal menunjukkan komitmen serius terhadap solusi perumahan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan lahan strategis di sekitar stasiun, proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan hunian, tapi juga mendukung efisiensi penggunaan ruang kota.

Meski masih dalam tahap awal, langkah ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang mencari hunian terjangkau dengan aksesibilitas tinggi. Dengan dukungan pemerintah dan sinergi BUMN, proyek ini berpotensi menjadi model pengembangan kota yang bisa direplikasi di daerah lain.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sebagaimana kondisi hingga April 2026. Rencana, target, dan jumlah unit dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah, regulasi, serta pertimbangan teknis dan finansial dari masing-masing pihak terkait.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Pantai Teluk Awur

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.