Perbankan

Begini Strategi agar Tunjangan Hari Raya Lebaran Tidak Hanya Sekadar Lewat Saja Tanpa Makna yang Mendalam Bagi Karyawan dan Keluarga

Ryando Putra Jameni
×

Begini Strategi agar Tunjangan Hari Raya Lebaran Tidak Hanya Sekadar Lewat Saja Tanpa Makna yang Mendalam Bagi Karyawan dan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Begini Strategi agar Tunjangan Hari Raya Lebaran Tidak Hanya Sekadar Lewat Saja Tanpa Makna yang Mendalam Bagi Karyawan dan Keluarga

Ilustrasi. | Foto: pressfoto/Freepik

Penulis: Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA– THR identik dengan momen bahagia menjelang Idulfitri. Tapi sayangnya, banyak orang merasa uang THR-nya hanya ‘numpang lewat’ begitu saja. Uang yang seharusnya bisa jadi modal awal untuk merapikan kondisi keuangan malah cepat habis, bahkan sebelum lebaran usai.

Padahal, THR bukan cuma soal belanja atau bayar utang. Kalau dikelola dengan tepat, uang ini bisa jadi awal yang baik untuk membangun keuangan lebih stabil ke depan. Tapi, banyak faktor bikin THR cepat habis, dan sebagian besar dari itu sebenarnya bisa dicegah.

Jangan Biarkan THR Cepat Habis, Ini Penyebabnya

Sebelum membahas solusi, penting untuk tahu dulu apa saja yang bikin THR cepat terkuras. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa lebih waspada dan mulai memperbaiki pola pengelolaan keuangan.

1. Terbawa suasana belanja akhir tahun

Saat menjelang lebaran, banyak promo dan diskon yang bertebaran. Dari baju, gadget, hingga pernak-pernik rumah. Semua terlihat menarik dan ‘wajib’ dibeli. Tapi, sering kali yang terjadi justru pembelian barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Belanja impulsif ini sering kali terjadi karena tidak ada anggaran yang jelas. Tanpa batas pengeluaran, uang THR bisa habis hanya untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif dan tidak memberikan manfaat jangka panjang.

2. Gaya hidup yang ikut-ikutan tren

FOMO alias fear of missing out sering kali bikin seseorang membeli barang-barang tren, meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi keuangan. Misalnya, beli baju lebaran yang lagi hits tapi harga di luar budget, atau membeli gadget baru hanya karena teman sudah punya.

Riset Financial Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa 76 persen anak muda masih menghabiskan uang untuk mengejar gaya hidup teman. Padahal, Lebaran itu lebih soal makna dan silaturahmi, bukan soal seberapa mahal pakaiannya.

3. Tidak ada perencanaan keuangan sejak awal

Banyak orang menerima THR, tapi tidak punya rencana jelas mau digunakan untuk apa. Tanpa perencanaan, uang THR bisa habis untuk hal-hal yang tidak prioritas. Padahal, dengan perencanaan yang baik, THR bisa jadi alat untuk menyeimbangkan keuangan bulanan atau bahkan menabung.

4. Kejadian mendadak yang butuh biaya besar

Tidak semua pengeluaran bisa direncanakan. Kadang, ada kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kebutuhan keluarga yang tiba-tiba muncul. Jika tidak ada dana darurat, THR bisa jadi korban pertama yang digunakan.

Tips Bijak Kelola THR Agar Lebih Bermanfaat

Setelah tahu penyebab utama THR cepat habis, saatnya ubah kebiasaan. Ada beberapa langkah yang bisa diambil agar THR tidak hanya ‘numpang lewat’, tapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang.

1. Buat daftar prioritas penggunaan THR

Langkah pertama yang penting adalah membuat daftar prioritas. Apa saja yang benar-benar perlu dan penting? Misalnya, bayar utang, tabungan, atau kebutuhan keluarga. Baru setelah itu, baru sisihkan untuk belanja atau hiburan.

Dengan daftar ini, kamu bisa lebih disiplin dan tidak mudah tergoda dengan hal-hal yang tidak penting. Ini juga membantu menghindari pemborosan.

2. Alokasikan sebagian THR untuk tabungan atau investasi

Daripada semua THR habis untuk belanja, kenapa tidak sisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi? Misalnya, 30 persen untuk kebutuhan mendesak, 40 persen untuk tabungan, dan sisanya untuk belanja.

Alokasi THR Persentase Tujuan
Tabungan darurat 30% Dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga
Investasi jangka panjang 20% Membangun kekayaan di masa depan
Belanja Lebaran 30% Kebutuhan konsumsi selama Idulfitri
Bayar utang 20% Melunasi cicilan atau pinjaman

Disclaimer: Persentase di atas bersifat estimasi dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.

3. Hindari belanja impulsif

Belanja impulsif adalah musuh utama THR. Untuk menghindarinya, kamu bisa membuat daftar belanja sebelum mulai belanja. Jangan tergoda dengan promo atau diskon yang tidak sesuai kebutuhan.

Selain itu, coba terapkan aturan 24 jam. Jika ingin membeli sesuatu, tunggu dulu selama 24 jam. Kalau setelah itu masih merasa butuh, baru beli. Ini membantu mengurangi pembelian yang tidak penting.

4. Gunakan THR untuk melunasi utang

Kalau kamu punya utang, gunakan sebagian THR untuk melunasinya. Utang bisa jadi beban finansial jangka panjang. Dengan melunasi utang, kamu bisa mulai bernapas lega secara keuangan.

5. Bangun dana darurat

Dana darurat adalah tabungan khusus untuk kebutuhan tak terduga. Idealnya, dana ini bisa mencakup pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan. Jika belum punya, gunakan sebagian THR untuk memulainya.

Pola Pikir Baru Soal THR

THR bukan cuma uang ‘bonus’ yang bisa dihabiskan seenaknya. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki keuangan. Dengan perencanaan yang tepat, THR bisa jadi awal yang baik untuk hidup lebih stabil dan tenang secara finansial.

Jangan biarkan THR hanya jadi uang yang cepat habis begitu lebaran datang. Jadikan THR sebagai alat untuk menciptakan kebiasaan keuangan yang lebih baik. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati bukan dari barang yang kita miliki, tapi dari ketenangan pikiran yang kita raih.

Data dan persentase dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan terkait THR.

Ryando Putra Jameni
Reporter at Pantai Teluk Awur

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.