Ilustrasi. | Foto: Pressmaster from Envato
Penulis: Angga Bratadharma
Media Asuransi, JAKARTA – THR identik dengan momen kebahagiaan menjelang Idulfitri. Tapi di balik kegembiraan itu, ada tantangan tersendiri: bagaimana memastikan uang THR tidak habis dalam sekejap. OCBC menyarankan beberapa langkah praktis agar THR bisa memberi manfaat maksimal, baik untuk kebutuhan mendesak maupun masa depan.
Dengan strategi yang tepat, THR bukan hanya untuk belanja dan konsumsi sesaat. Uang ini bisa menjadi modal awal untuk memperkuat kondisi keuangan secara keseluruhan. Apalagi kalau bukan saatnya merencanakan penggunaannya sejak awal?
1. Fokus pada Kebutuhan Pokok
Langkah pertama yang disarankan OCBC adalah memastikan kebutuhan dasar sudah tertutup. Ini termasuk biaya makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan. Jika THR dirasa cukup besar, alokasikan sebagian untuk memenuhi kebutuhan ini terlebih dahulu.
Prioritas utama ini penting agar tidak terjadi krisis keuangan di tengah kegembiraan Lebaran. Dengan begitu, suasana hati tetap tenang dan tidak terbebani oleh pengeluaran mendadak.
2. Buat Anggaran Realistis
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran. Ini seperti peta yang menunjukkan arah ke mana uang akan digunakan. Tanpa anggaran, mudah sekali tergelincir ke pembelian impulsif.
Mulailah dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran selama sebulan terakhir. Dari situ, akan terlihat pola pengeluaran yang sebenarnya. Barulah kemudian menyusun anggaran THR yang realistis dan terukur.
Gunakan aplikasi pengelola keuangan untuk mempermudah proses ini. Banyak aplikasi yang bisa mengingatkan pengguna untuk mencatat pengeluaran harian dan memantau sisa anggaran.
3. Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi
OCBC menyarankan agar sebagian THR dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Idealnya, paling tidak 20 persen dari total THR disisihkan untuk tujuan ini. Jumlahnya tidak harus besar, yang penting konsisten.
Tabungan bisa menjadi cadangan darurat. Sementara investasi bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan nilai uang di masa depan. Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial pribadi.
4. Alokasikan untuk Zakat dan Sedekah
Mengalokasikan sebagian THR untuk zakat dan sedekah adalah bentuk pengelolaan dana yang bijak sekaligus mulia. Zakat merupakan kewajiban, sedangkan sedekah adalah amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja.
Besarnya zakat tergantung pada jenis harta yang dimiliki. Misalnya, zakat penghasilan, zakat perdagangan, atau zakat emas. Sementara sedekah bisa dalam bentuk apa saja, baik uang maupun barang.
| Jenis Dana | Alokasi yang Disarankan |
|---|---|
| Zakat | 2.5% dari harta yang memenuhi nisab |
| Sedekah | Sesuai kemampuan, tanpa batas minimum |
5. Hindari Pembelian Impulsif
THR sering kali menggoda untuk digunakan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Untuk menghindari hal ini, buat daftar belanja sebelum mulai berbelanja. Tetapkan anggaran untuk setiap item dan patuhi batas tersebut.
Promo besar-besaran atau diskon menarik memang menggiurkan. Tapi, pertimbangkan dulu apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Jangan sampai THR habis hanya untuk membeli barang yang akhirnya menumpuk di rumah.
Tips Tambahan: Gunakan THR untuk Cicilan Utang
Jika memiliki utang, pertimbangkan untuk menggunakan sebagian THR untuk melunasinya. Utang yang terus menumpuk bisa menjadi beban finansial jangka panjang. Melunasinya saat THR masuk bisa mengurangi tekanan keuangan di bulan-bulan berikutnya.
| Jenis Utang | Rekomendasi Pelunasan THR |
|---|---|
| Utang konsumtif (KPR, kendaraan) | Lunasi cicilan pokok |
| Utang kartu kredit | Lunasi penuh untuk hindari bunga |
| Utang usaha | Lunasi sebagian untuk mengurangi beban bunga |
Kenapa Penting Mengelola THR Sejak Awal?
THR biasanya diterima dalam jumlah yang lebih besar dari penghasilan bulanan. Tanpa perencanaan, uang ini bisa habis dalam hitungan minggu. Padahal, jika dikelola dengan baik, THR bisa menjadi alat untuk memperbaiki kondisi keuangan secara keseluruhan.
Mulai dari memenuhi kebutuhan mendesak, menabung, hingga melunasi utang, THR bisa menjadi awal yang baik untuk keuangan lebih sehat.
Disclaimer
Tips dan rekomendasi di atas bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan keuangan individu. Nilai persentase alokasi dana bersifat estimasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
Tags: berita evergreen, Idulfitri, idulfitri 2026, Lebaran, lebaran 2026, Pengelolaan Keuangan, Perencanaan Keuangan, ramadan 2026, THR, Tips Keuangan, Tunjangan Hari raya
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












