Kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) di Jakarta tengah mengalami transformasi menarik. Dulu dikenal sebagai pusat bisnis elit dengan gedung-gedung pencakar langit, kini area ini mulai menyisihkan ruang untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi wujud nyata dari upaya pemerintah dan pihak swasta untuk memberi ruang lebih besar kepada pelaku usaha lokal.
Transformasi ini dimulai dengan hadirnya The Local Market edisi Pasar Wiwitan, yang digelar pada 1-2 Agustus 2026. Acara ini merupakan kolaborasi antara The Local Market, Creative Event Entertainment, Artha Graha Group, Bank Artha Graha Internasional Tbk (BAGI), dan Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF). Targetnya jelas: menjadikan SCBD sebagai ruang rutin bagi pelaku ekonomi kreatif setiap awal bulan.
SCBD Jadi Pusat Baru UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kehadiran The Local Market di SCBD bukan sekadar bazar biasa. Ini adalah langkah strategis untuk memberikan akses pasar yang lebih luas kepada pelaku usaha lokal. Dengan lokasi yang strategis dan daya tarik kawasan yang tinggi, SCBD menjadi ajang eksposur yang luar biasa bagi para kreator dan pengrajin lokal.
Hadirnya hampir 200 tenant lokal dalam penyelenggaraan perdana menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pelaku usaha. Mereka bukan hanya menjual produk, tetapi juga berbagi cerita, nilai budaya, dan pengalaman langsung dengan pengunjung.
1. Konsep Pasar yang Mengedepankan Pengalaman
Pendiri KuKa sekaligus penggagas The Local Market, Titonius Karto, menjelaskan bahwa konsep acara dibuat untuk menghadirkan pengalaman langsung. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan langsung keunikan produk dan kreativitas lokal.
Dengan berjalan-jalan di antara stan produk, menikmati kuliner khas, hingga menyaksikan pertunjukan seni, pengunjung bisa merasakan nuansa pasar tradisional yang dikemas secara modern.
2. Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem yang Berkelanjutan
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan bahwa keberadaan ruang publik seperti SCBD yang digunakan secara rutin untuk kegiatan ekonomi kreatif merupakan upaya memperkuat ekosistem nasional. Setiap minggu pertama tiap bulan, kawasan ini akan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
3. Kurasi Produk untuk Menjaga Kualitas dan Nilai Lokal
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan pentingnya kurasi terhadap pelaku usaha yang ikut serta. Kurasi ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memastikan bahwa ruang publik tetap ramah dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk keluarga.
Dukungan Keuangan dan Teknologi untuk UMKM
Bank Artha Graha Internasional Tbk (BAGI) turut memainkan peran penting dalam mendukung keberlangsungan The Local Market. Associate Director BAGI, Tomy Jongelis, menyebut bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan dan penguatan UMKM melalui berbagai layanan.
1. Sistem Pembayaran Nontunai untuk Kemudahan Transaksi
Dengan adanya sistem pembayaran nontunai, pelaku usaha bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dengan transaksi yang lebih aman dan efisien. Ini juga memudahkan pengunjung yang ingin berbelanja tanpa repot membawa uang tunai.
2. Layanan Keuangan Khusus untuk Pelaku Usaha
Bank Artha Graha juga menyediakan layanan keuangan khusus untuk pelaku usaha kecil. Mulai dari pinjaman modal usaha hingga layanan tabungan yang dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM.
3. Pemanfaatan SCBD Sebagai Ruang Promosi
Selain sebagai tempat berjualan, SCBD juga menjadi ruang promosi yang sangat strategis. Dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi, pelaku usaha bisa memanfaatkan momen ini untuk memperluas jaringan dan meningkatkan brand awareness.
Ragam Aktivitas yang Menghidupkan Atmosfer
Selain bazar produk UMKM, The Local Market juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik. Mulai dari kuliner lokal yang autentik, lokakarya kreatif, hingga pertunjukan seni budaya.
1. Bazar Kuliner Khas dari Berbagai Daerah
Pengunjung bisa menemukan berbagai makanan khas daerah yang biasanya sulit ditemukan di pusat kota. Dari sate kere sampai dengan kue lumpia Semarang, semuanya tersedia di satu tempat.
2. Lokakarya Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan
Beberapa lokakarya diadakan untuk memberikan edukasi kepada pengunjung dan pelaku usaha. Topiknya bervariasi, mulai dari branding produk, pemasaran digital, hingga manajemen keuangan sederhana.
3. Pertunjukan Seni Budaya yang Menghibur
Salah satu highlight acara adalah pertunjukan seni budaya dari Sanggar Widya Pramana, Yogyakarta. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang kekayaan budaya Indonesia.
Jadwal dan Rencana Keberlanjutan
Untuk menjaga keberlanjutan program, pihak penyelenggara berkomitmen untuk menggelar The Local Market setiap minggu pertama tiap bulan. Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
| Bulan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| September | 5-6 September 2026 |
| Oktober | 3-4 Oktober 2026 |
| November | 7-8 November 2026 |
| Desember | 5-6 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal dapat berubah tergantung kondisi lapangan dan kebijakan terkini.
Kriteria Tenant yang Ikut Serta
Untuk menjaga kualitas dan konsistensi tema, setiap tenant yang ingin bergabung harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
- Produk berbasis lokal dan memiliki nilai budaya
- Dikelola oleh pelaku usaha mikro atau kecil
- Memiliki legalitas usaha yang jelas
- Siap menggunakan sistem pembayaran nontunai
Penutup
SCBD yang selama ini dikenal sebagai pusat bisnis elit kini mulai membuka ruang bagi kreativitas lokal. The Local Market bukan hanya soal jual beli, tetapi juga soal membangun komunitas dan ekosistem yang saling mendukung. Dengan dukungan dari pemerintah dan pihak swasta, ke depannya SCBD bisa menjadi destinasi rutin bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan penyelenggara dan kondisi lapangan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.










