Bantuan Sosial

PKH Susulan Cair 28 Juli 2026 dengan Nominal Beragam, Simak Cara Perhitungannya

Erna Agnesa
×

PKH Susulan Cair 28 Juli 2026 dengan Nominal Beragam, Simak Cara Perhitungannya

Sebarkan artikel ini
PKH Susulan Cair 28 Juli 2026 dengan Nominal Beragam, Simak Cara Perhitungannya

Bantuan PKH susulan kembali menarik perhatian, terutama setelah muncul laporan bahwa sejumlah penerima merasa saldo bansos mereka cair pada 28 Juli 2026. Yang menarik, nominal yang diterima berbeda-beda, tergantung pada komponen kepesertaan masing-masing keluarga. Ada yang menerima Rp750.000, ada juga yang sampai Rp1.100.000. Penasaran kenapa bisa begitu?

Pencairan ini bukan bagian dari tahap reguler, melainkan merupakan tahap kedua dari bansos susulan tahun 2026. Ini khusus untuk keluarga yang baru mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada Mei atau Juni 2026. Jadi, wajar kalau ada yang baru pertama kali menerima bantuan ini.

Nominal yang Beredar di Masyarakat

Sejak cair pada 28 Juli 2026, berbagai nominal bantuan PKH susulan mulai beredar di kalangan penerima. Ada beberapa jumlah yang paling umum disebut-sebut:

  • Rp750.000
  • Rp975.000
  • Rp1.100.000
  • Nominal lain yang bervariasi

Perbedaan ini bukan tanpa alasan. Nilainya tergantung pada jumlah dan jenis komponen yang dimiliki oleh tiap keluarga penerima manfaat.

Komponen Penentu Besaran Bantuan

Salah satu hal yang membuat bingung adalah bagaimana cara menghitung nominal bantuan. Padahal, sebenarnya sistem ini cukup transparan kalau tahu caranya. Besaran bantuan PKH tergantung pada jumlah dan jenis komponen kepesertaan yang dimiliki dalam satu Kartu Keluarga.

1. Komponen Dasar yang Mempengaruhi Nilai Bantuan

Setiap komponen memiliki nilai tertentu. Misalnya:

  • Anak balita: Rp300.000
  • Ibu hamil: Rp300.000
  • Anak sekolah: Rp200.000
  • Lansia: Rp250.000
  • Penyandang disabilitas: Rp250.000

Jadi, kalau satu keluarga memiliki dua anak balita dan satu ibu hamil, maka total bantuan bisa mencapai Rp900.000. Tambahkan komponen lain, dan nilainya bisa lebih tinggi.

2. Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya ada keluarga dengan komposisi:

  • 1 anak balita
  • 1 anak sekolah
  • 1 lansia

Maka perhitungannya:

  • Anak balita: Rp300.000
  • Anak sekolah: Rp200.000
  • Lansia: Rp250.000
    Total: Rp750.000

Kalau ada tambahan komponen seperti penyandang disabilitas atau ibu hamil, maka totalnya akan naik sesuai nilai komponen tersebut.

Pencairan Tahap Kedua Susulan 2026

Pencairan pada 28 Juli 2026 ini bukan bagian dari penyaluran rutin bulanan. Ini adalah tahap kedua dari bansos susulan yang ditujukan bagi keluarga yang baru terdaftar sebagai penerima KKS pada Mei atau Juni 2026.

1. Waktu dan Urutan Pencairan

Sehari sebelum PKH cair, yaitu pada 27 Juli 2026, bantuan BPNT senilai Rp600.000 sudah lebih dulu masuk ke rekening bansos penerima. Ini menunjukkan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan urutan tertentu.

2. Target Penerima Bansos Susulan

Bansos susulan ini ditujukan bagi KPM yang:

  • Baru terdaftar sebagai penerima KKS pada Mei atau Juni 2026
  • Belum sempat menerima bantuan reguler karena keterlambatan proses administrasi
  • Memenuhi syarat berdasarkan komponen kepesertaan yang ada

Wacana Koperasi Desa Merah Putih

Selain pencairan bantuan, muncul juga kabar tentang rencana pemerintah untuk mengajak penerima PKH bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuannya adalah agar penerima bansos tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.

1. Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih?

KDMP adalah koperasi yang digagas oleh Kementerian Sosial sebagai bagian dari program pemberdayaan penerima bansos. Anggota koperasi ini bisa mendapatkan akses ke berbagai keuntungan, seperti harga sembako yang lebih murah dan program tabungan berbasis bansos.

2. Manfaat yang Diharapkan

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari keanggotaan ini antara lain:

  • Akses ke harga sembako lebih terjangkau
  • Program tabungan yang terintegrasi dengan bansos
  • Pelatihan kewirausahaan untuk anggota
  • Kesempatan menjadi bagian dari usaha bersama

Namun, informasi resmi mengenai keuntungan konkret dan mekanisme pendaftarannya masih belum dirilis secara lengkap. Jadi, masyarakat penerima manfaat disarankan untuk terus memantau pengumuman resmi dari Kemensos.

Tips Memahami dan Mengoptimalkan Bantuan PKH

Mengingat bantuan PKH ini tidak hanya soal uang, tapi juga tentang kemandirian dan pemberdayaan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar manfaatnya maksimal.

1. Cek Komponen Kepesertaan Secara Berkala

Pastikan data komponen kepesertaan di kartu KKS sudah sesuai. Kalau ada yang tidak sesuai atau kurang, segera laporkan ke kantor kelurahan atau dinas sosial setempat.

2. Manfaatkan Bansos untuk Kebutuhan Pokok

Gunakan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama yang berkaitan dengan gizi dan pendidikan. Jangan sampai terbuang sia-sia.

3. Ikuti Program Pemberdayaan yang Ada

Kalau ada program pemberdayaan seperti pelatihan atau koperasi, pertimbangkan untuk ikut. Ini bisa jadi langkah awal untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

Disclaimer

Informasi mengenai nominal dan pencairan bantuan PKH bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Data yang disebutkan di atas merupakan laporan yang beredar di masyarakat dan belum tentu menjadi kepastian resmi. Untuk informasi lebih akurat, selalu pantau situs resmi Kementerian Sosial atau hubungi kantor terdekat.

Penutup

Pencairan bantuan PKH susulan pada 28 Juli 2026 memang menimbulkan banyak pertanyaan. Tapi dengan memahami cara perhitungan nominal berdasarkan komponen kepesertaan, masyarakat bisa lebih mudah memahami besaran yang diterima. Selain itu, wacana keikutsertaan dalam Koperasi Desa Merah Putih juga membuka peluang baru bagi penerima bansos untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Erna Agnesa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.