Ilustrasi KPM antri cairkan bansos. (Foto: Instagram @kemensosri)
Kabar baik datang buat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 resmi mulai cair sejak Senin, 18 Mei 2026. Pencairan ini dilakukan secara bertahap, dan sejumlah daerah sudah melaporkan saldo sebesar Rp600.000 masuk ke rekening KKS mereka.
Beragam laporan dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa bantuan ini sudah mulai dirasakan. Bukti transaksi yang beredar di media sosial dan platform digital memperlihatkan bahwa dana BPNT berhasil masuk pada tanggal yang sama, yaitu 18 Mei 2026.
Penyebaran Informasi Pencairan BPNT Tahap 2
Pencairan BPNT tahap kedua tahun 2026 tidak langsung merata di seluruh Indonesia. Proses ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Namun, beberapa daerah sudah melaporkan penerimaan dana.
1. Kabupaten Cirebon Laporkan Pencairan Pertama
Laporan pertama datang dari Kabupaten Cirebon. Seorang KPM mengunggah bukti transaksi yang menunjukkan saldo BPNT sebesar Rp600.000 masuk pada pukul 00.25 WIB. Ini menjadi salah satu indikator bahwa penyaluran bantuan sudah dimulai.
2. Kabupaten Kediri Ikut Melaporkan Pencairan
Tak kalah cepat, Kabupaten Kediri juga melaporkan pencairan BPNT. Penerima manfaat di sana mengonfirmasi bahwa saldo sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening KKS BNI mereka. Hal ini terjadi setelah pencairan PKH tahap sebelumnya yang mencapai Rp975.000 pada 9 Mei 2026.
3. Kota Surabaya dan Kabupaten Bandung
Kota Surabaya juga menjadi salah satu wilayah yang melaporkan penerimaan dana BPNT. Bukti transaksi dari aplikasi Wonder by BNI menunjukkan bahwa saldo sebesar Rp600.000 telah dikreditkan ke rekening penerima.
Begitu juga dengan Kabupaten Bandung. Seorang KPM membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa dana BPNT telah masuk pada 18 Mei 2026.
4. Pelabuhan Ratu Catat Nominal Sedikit Berbeda
Dari wilayah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, seorang KPM melaporkan saldo yang masuk sebesar Rp596.000. Selisih sebesar Rp4.000 kemungkinan disebabkan oleh potongan biaya administrasi saat pengecekan dilakukan melalui agen bank yang berbeda dari penerbit kartu.
Kode Transaksi yang Muncul Bisa Menyesatkan
Dalam beberapa bukti transaksi yang beredar, terlihat kode transaksi bertuliskan "RPL bansos PKH", meski dana yang masuk adalah bantuan BPNT. Hal ini bukan kesalahan, melainkan kode sistem yang digunakan oleh bank untuk penyaluran bantuan sosial secara umum.
Kode tersebut tidak memengaruhi besaran dana yang diterima. Ini hanya sebagai identifikasi internal sistem perbankan. Jadi, meski tulisannya menyebut PKH, dana yang masuk tetap merupakan bantuan BPNT.
Tips Mengecek Saldo BPNT Tahap 2
Bagi KPM yang belum menerima pencairan, tidak perlu langsung panik. Proses penyaluran masih berlangsung bertahap. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengecek apakah saldo BPNT sudah masuk atau belum.
1. Gunakan ATM BNI
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek saldo melalui ATM BNI. Pastikan untuk menggunakan ATM yang tidak membebankan biaya administrasi agar saldo tidak terpotong.
2. Datangi Agen Bank BNI
Selain ATM, KPM juga bisa datang langsung ke agen bank BNI terdekat. Biasanya, agen ini tersebar di berbagai wilayah dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
3. Gunakan Aplikasi Wonder by BNI
Aplikasi Wonder by BNI juga bisa digunakan untuk mengecek saldo secara real time. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melihat riwayat transaksi dan saldo terkini.
Perlu Kesabaran, Penyaluran Masih Berlangsung Bertahap
Meski sejumlah daerah sudah melaporkan pencairan, tidak semua KPM langsung menerima dana pada hari yang sama. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah.
KPM yang belum menerima dana diimbau untuk terus melakukan pengecekan secara berkala. Tidak ada salahnya menunggu beberapa hari ke depan karena proses ini memang membutuhkan waktu.
Disclaimer
Informasi yang disajikan bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan Kementerian Sosial. Data pencairan yang dilaporkan berasal dari sumber tidak resmi dan belum diverifikasi secara langsung oleh pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap mengacu pada sumber resmi untuk informasi terkini mengenai penyaluran bansos.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












