Kabar tentang penurunan desil KPM bansos kembali menjadi sorotan jelang Lebaran 2026. Banyak keluarga berharap bisa tetap masuk dalam daftar penerima bantuan, terutama yang berada di ambang batas kelayakan. Sayangnya, isu pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas masih saja muncul di tengah masyarakat. Padahal, proses penurunan desil seharusnya bisa dilakukan secara gratis dan transparan.
Menurut informasi yang beredar, ada oknum petugas yang meminta imbalan mencapai ratusan ribu rupiah hanya untuk membantu menurunkan desil. Angka yang disebutkan mencapai Rp600 ribu hingga Rp900 ribu. Praktik seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Untungnya, pihak berwenang telah mengambil langkah tegas, dan pelaku dikabarkan sudah ditangkap.
Pahami Dulu Apa Itu Desil dalam Program Bansos
Sebelum membahas cara menurunkan desil, penting untuk tahu dulu apa sebenarnya desil itu. Dalam konteks bantuan sosial, desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan data sosial ekonomi. Indonesia membagi masyarakat menjadi sepuluh kelompok desil, dari 1 hingga 10. Semakin rendah angka desil, semakin besar kemungkinan seseorang atau keluarga untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Khusus untuk program bansos seperti PKH dan BPNT, penerima biasanya berasal dari desil 1 hingga 4. Artinya, jika suatu keluarga berada di desil 5 ke atas, maka kemungkinan besar mereka tidak akan masuk dalam daftar penerima manfaat. Nah, bagi keluarga yang merasa pantas mendapat bantuan tapi terlanjur terdata di desil tinggi, ada dua cara yang bisa ditempuh untuk menurunkan desil secara legal dan tanpa biaya.
Cara Menurunkan Desil KPM Bansos Jelang Lebaran 2026
Proses penurunan desil bukan hal yang sulit, asalkan dilakukan sesuai prosedur. Berikut dua cara yang bisa dilakukan oleh KPM atau keluarga yang ingin memperbaiki data mereka agar bisa kembali masuk dalam daftar penerima bansos.
1. Datang ke Petugas Operator SIKS-NG Setempat
Langkah pertama yang bisa diambil adalah dengan mendatangi langsung petugas operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kependudukan dan Sosial Non-Ganda) di wilayah masing-masing. Operator ini biasanya berada di tingkat desa atau kelurahan dan bertugas mengelola data masyarakat penerima bantuan.
Proses ini cukup sederhana. KPM atau warga yang ingin mengajukan penurunan desil perlu membawa dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan dokumen lain yang menunjukkan kondisi sosial ekonomi seperti surat keterangan tidak mampu atau data penghasilan keluarga. Petugas kemudian akan memverifikasi data dan mengajukannya ke sistem pusat.
Yang perlu diperhatikan, seluruh proses ini tidak dikenakan biaya. Jika ada petugas yang meminta uang, itu adalah tindakan ilegal dan bisa dilaporkan ke pihak terkait.
2. Mengajukan Permohonan Melalui Aplikasi atau Website Resmi
Selain datang langsung ke petugas setempat, masyarakat juga bisa mengajukan permohonan penurunan desil secara daring. Pemerintah menyediakan platform digital yang bisa diakses oleh siapa saja, selama memiliki akses internet dan data diri yang valid.
Langkah-langkahnya pun cukup mudah. Pertama, kunjungi website atau aplikasi resmi yang dikelola oleh Kementerian Sosial atau lembaga terkait. Lalu, isi formulir permohonan dengan data yang sebenarnya. Lampirkan dokumen pendukung dalam format digital. Setelah itu, tunggu proses verifikasi oleh petugas. Biasanya, proses ini memakan waktu beberapa hari hingga minggu tergantung beban kerja operator.
Tips agar Penurunan Desil Berhasil
Agar proses penurunan desil berjalan lancar dan hasilnya optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan semua dokumen yang dilampirkan adalah asli dan valid. Kedua, isi formulir dengan jujur dan akurat. Ketiga, jika ada perubahan kondisi ekonomi keluarga, segera laporkan agar bisa menjadi pertimbangan dalam penilaian ulang desil.
Selain itu, jangan ragu untuk menanyakan prosedur kepada petugas yang bertugas. Mereka seharusnya memberikan penjelasan yang jelas dan tidak memungut biaya. Jika merasa dirugikan atau dipungut biaya secara paksa, masyarakat bisa melapor ke call center resmi atau kantor dinas sosial terdekat.
Perbandingan Cara Penurunan Desil
| Cara | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Datang langsung ke petugas | Bisa langsung berdialog dan klarifikasi data | Butuh waktu dan transportasi |
| Mengajukan secara daring | Bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja | Perlu akses internet dan literasi digital |
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data dan sumber terpercaya yang tersedia hingga April 2025. Aturan dan prosedur terkait bansos bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, selalu pastikan informasi terbaru dengan menghubungi pihak berwenang atau mengakses situs resmi terkait.
Penurunan desil bukan perkara yang harus dipersulit dengan biaya tambahan. Dengan memahami hak dan prosedur yang berlaku, setiap keluarga berhak mendapatkan perlakuan yang adil dalam program bantuan sosial. Jangan biarkan oknum tidak bertanggung jawab menghalangi akses bantuan yang seharusnya didapat.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











