Multifinance

Pertamina Patra Niaga Dorong Pemulihan Distribusi BBM serta LPG di Wilayah Flores

Muhammad Rizal Veto
×

Pertamina Patra Niaga Dorong Pemulihan Distribusi BBM serta LPG di Wilayah Flores

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemulihan Distribusi BBM serta LPG di Wilayah Flores

Guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu sempat mengganggu distribusi energi di kawasan tersebut. Namun, Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah cepat untuk memulihkan pasokan BBM dan LPG agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Langkah ini penting mengingat Flores merupakan wilayah yang sangat bergantung pada distribusi energi dari luar karena keterbatasan akses darat.

Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama pada keselamatan masyarakat dan keandalan penyaluran energi. Sejumlah fasilitas energi seperti Fuel Terminal (FT) dan SPBU mulai beroperasi kembali, meskipun beberapa masih dalam tahap pemulihan akibat dampak gempa dan longsor.

Pemulihan Fasilitas Energi Pasca-Gempa

Pertamina Patra Niaga menangani dampak gempa dengan pendekatan sistematis. Salah satu langkah utamanya adalah memastikan operasional Fuel Terminal yang menjadi titik distribusi utama energi di wilayah terdampak.

1. Status Operasional Fuel Terminal (FT)

Sebanyak enam dari sembilan Fuel Terminal di Flores telah kembali beroperasi. Terminal-terminal ini menjadi garda depan dalam mendistribusikan BBM dan LPG ke SPBU serta agen LPG di sekitarnya.

Sementara itu, tiga FT lainnya masih menunggu kondisi akses jalan yang aman untuk bisa kembali beroperasi. Meski demikian, distribusi energi tetap berjalan melalui skema alih suplai dari FT yang beroperasi di luar wilayah terdampak langsung.

2. Skema Alih Suplai dan Transportasi Laut

Untuk menjaga kontinuitas pasokan, Pertamina Patra Niaga menerapkan skema alih suplai dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere. Transportasi laut dimanfaatkan sebagai alternatif utama mengingat sebagian akses darat masih terganggu.

Langkah ini memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meski ada beberapa terminal yang belum bisa beroperasi maksimal.

3. Pengecekan Keselamatan dan Kesiapan Fasilitas

Sebelum kembali dioperasikan, setiap fasilitas menjalani pengecekan menyeluruh. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama, terutama pada struktur bangunan dan sistem distribusi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada risiko keselamatan yang terlewat.

Pemulihan SPBU dan Agen LPG

Selain fasilitas induk seperti Fuel Terminal, Pertamina Patra Niaga juga fokus pada pemulihan SPBU dan agen LPG di lapangan. Kondisi ini sangat penting karena langsung berdampak pada masyarakat pengguna.

1. Pemulihan SPBU di Wilayah Flores

Dari total 52 SPBU yang tersebar di Flores, 35 SPBU telah kembali beroperasi. Artinya, ada peningkatan tiga SPBU yang baru saja aktif kembali.

Namun, 17 SPBU lainnya masih dalam proses pemulihan. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan tenaga operasional, evakuasi mitra, hingga gangguan listrik dan komunikasi.

2. Kondisi Agen dan Distribusi LPG

Di sektor LPG, lima agen di Flores masih beroperasi normal. Stok tabung LPG secara umum masih tersedia di tingkat agen dan outlet.

Pada 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG berhasil tiba di Maumere. Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya pemulihan distribusi yang terganggu akibat gempa.

Koordinasi dan Rekomendasi untuk Masyarakat

Pertamina Patra Niaga tidak bekerja sendirian dalam pemulihan ini. Banyak pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, BPH Migas, dan mitra distribusi.

1. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Instansi Terkait

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan pemulihan. Dengan kerja sama yang baik, distribusi energi bisa segera pulih meski dalam kondisi sulit.

2. Imbauan untuk Penggunaan BBM dan LPG Secara Bijak

Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM dan LPG secara bijak. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan stok selama masa transisi pemulihan.

Data Ringkasan Pemulihan Pasca-Gempa

Berikut adalah ringkasan kondisi terkini fasilitas energi di Flores:

Fasilitas Total Unit Beroperasi Dalam Pemulihan
Fuel Terminal 9 6 3
SPBU 52 35 17
Agen LPG 5 5 0

Catatan: Data di atas merupakan update per 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA. Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan di lapangan.

Kesimpulan

Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan distribusi energi di Flores pasca-gempa. Dengan pendekatan bertahap dan kolaborasi lintas pihak, pasokan BBM dan LPG perlahan kembali normal.

Meski sebagian fasilitas masih dalam pemulihan, langkah antisipatif seperti alih suplai dan distribusi laut membantu menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Langkah ini bukan hanya soal pemulihan infrastruktur, tapi juga memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Pantai Teluk Awur

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.