Multifinance

Tiongkok Serap Lebih dari 19 Ton Emas di Pasar Global Selama Bulan Juli 2026

Muhammad Rizal Veto
×

Tiongkok Serap Lebih dari 19 Ton Emas di Pasar Global Selama Bulan Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Tiongkok Serap Lebih dari 19 Ton Emas di Pasar Global Selama Bulan Juli 2026

Bank Sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBOC) kembali memperkuat cadangan emasnya pada Juli 2026. Pembelian hampir 20 metrik ton emas menjadi penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Langkah ini menandakan komitmen Tiongkok untuk terus memperbanyak aset berharga sebagai pengaman di tengah ketidakpastian global.

Dikutip dari berbagai sumber, peningkatan cadangan emas Tiongkok mencapai sekitar 640 ribu troy ons pada Juli lalu. Dengan tambahan ini, total cadangan emas negara itu kini mencapai sekitar 76,08 juta troy ons atau setara 2.336 metrik ton. Angka ini memperpanjang tren akumulasi emas yang sudah berlangsung selama 21 bulan berturut-turut.

Sejak awal tahun 2026, Tiongkok tercatat telah menambah cadangan emas sebanyak 20 metrik ton. Pembelian besar-besaran terjadi di Mei dan Juni, masing-masing sebesar 10 ton dan 15 ton. Juli kemudian menjadi puncaknya dengan hampir 20 ton emas yang diborong dalam sebulan.

Alasan di Balik Pembelian Emas Skala Besar

Langkah agresif ini bukan tanpa alasan. Di balik pembelian emas skala besar oleh PBOC, ada sejumlah faktor ekonomi dan geopolitik yang memengaruhi keputusan tersebut. Emas tetap dianggap sebagai aset aman di tengah gejolak pasar global.

1. Perlindungan terhadap Risiko Mata Uang

Salah satu alasan utama Tiongkok menambah cadangan emas adalah untuk mengurangi risiko terhadap volatilitas mata uang. Dolar AS masih menjadi acuan utama perdagangan global, namun ketidakpastian ekonomi AS membuat banyak negara mencari alternatif pengaman.

Emas menjadi instrumen yang stabil karena tidak terikat pada kebijakan moneter negara mana pun. Dengan memperbanyak emas, Tiongkok bisa mengurangi ketergantungan pada aset yang terpapar risiko makroekonomi global.

2. Menghadapi Ketegangan Geopolitik

Ketegangan geopolitik global juga menjadi pendorong utama pembelian emas. Semakin banyak konflik antarnegara, semakin tinggi permintaan akan aset cadangan yang dianggap aman. Emas menjadi pilihan utama karena likuiditasnya yang tinggi dan nilai intrinsik yang stabil.

Tiongkok, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, tidak ingin kalah dalam memperkuat posisi finansialnya. Pembelian emas adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Dinamika Pasar Emas Global

Peningkatan cadangan emas oleh Tiongkok bukan fenomena yang terjadi sendirian. Banyak bank sentral lain juga mulai menambah kepemilikan emas. Ini terjadi meski harga emas saat ini berada di level tinggi.

3. Peran Emas dalam Diversifikasi Aset

Bank sentral di seluruh dunia semakin sadar akan pentingnya diversifikasi aset. Emas menjadi bagian penting dari strategi ini karena sifatnya yang tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar biasa. Dalam portofolio cadangan devisa, emas memberikan lapisan perlindungan ekstra.

4. Transparansi Data yang Terbatas

Meski data resmi dari PBOC menunjukkan peningkatan cadangan emas, belum tentu semua pembelian emas oleh negara ini tercatat secara langsung. Sebagian transaksi bisa dilakukan melalui perusahaan negara atau lembaga keuangan lainnya, sehingga tidak selalu muncul dalam laporan resmi bank sentral.

Hal ini menunjukkan bahwa pembelian emas oleh Tiongkok bisa jadi lebih besar dari yang terlihat. Transparansi data menjadi isu penting dalam memahami sejauh mana komitmen negara terhadap emas sebagai aset cadangan.

Perbandingan Akumulasi Emas Tiongkok (2026)

Berikut adalah rincian penambahan cadangan emas Tiongkok sepanjang awal 2026:

Bulan Penambahan Emas (Metrik Ton)
Mei 2026 10
Juni 2026 15
Juli 2026 ~20

Dari data di atas, terlihat bahwa Juli menjadi bulan dengan peningkatan tertinggi. Ini menunjukkan bahwa PBOC semakin agresif dalam mengamankan aset berharga di tengah ketidakpastian global.

Strategi Jangka Panjang Tiongkok

Langkah pembelian emas yang konsisten bukan sekadar respons jangka pendek. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi ekonomi Tiongkok di mata dunia. Dengan cadangan emas yang besar, negara ini bisa lebih leluasa dalam menghadapi tekanan eksternal.

5. Meningkatkan Kepercayaan Pasar

Cadangan emas yang besar bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap mata uang dan ekonomi suatu negara. Semakin banyak emas yang dimiliki, semakin kuat pula stabilitas finansialnya. Ini penting bagi Tiongkok yang ingin mengurangi dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

6. Alternatif terhadap Dolar AS

Dolar AS selama ini menjadi standar devisa dunia. Namun, dengan ketegangan politik dan ekonomi yang terus meningkat, banyak negara mulai mencari alternatif. Emas menjadi salah satu pilihan karena sifatnya yang netral dan tidak terikat pada kebijakan moneter negara tertentu.

Tiongkok, dengan cadangan emas yang terus bertambah, bisa memperkuat yuan sebagai alat tukar alternatif di pasar internasional.

Potensi Tren yang Akan Datang

Dengan tren akumulasi emas yang sudah berlangsung selama 21 bulan, kemungkinan besar Tiongkok akan terus menambah cadangan emasnya. Apalagi, ketidakpastian global masih tinggi dan belum ada tanda-tanda membaik dalam waktu dekat.

7. Dampak terhadap Harga Emas Global

Pembelian emas dalam jumlah besar oleh negara besar seperti Tiongkok bisa memberi tekanan naik pada harga emas global. Permintaan yang tinggi dari bank sentral bisa mendorong harga emas tetap berada di level tinggi, bahkan naik lebih lanjut.

Investor perlu memperhatikan langkah-langkah bank sentral besar, karena keputusan mereka bisa memengaruhi arah pasar emas secara keseluruhan.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Pembelian emas oleh negara atau bank sentral tidak selalu tercatat secara langsung dan bisa terjadi melalui berbagai saluran yang tidak selalu transparan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Pantai Teluk Awur

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.