Terminal 2 Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok resmi mulai dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Soft launching ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan produktivitas layanan kepelabuhanan di salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Terminal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi rantai pasok nasional serta daya saing logistik Indonesia.
Sebagai bagian dari pengoperasian, kapal peti kemas MV Meratus Konawe melakukan uji sandar perdana. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa fasilitas, peralatan, dan layanan di terminal sudah siap mendukung kegiatan bongkar muat secara aman dan efisien. Selain itu, Pelindo juga menetapkan nama resmi terminal sebagai "Terminal 2 Petikemas", yang akan menjadi bagian penting dari ekosistem pelabuhan Tanjung Priok.
Pengembangan Terminal 2 Petikemas
Terminal 2 Petikemas merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pelindo dalam memperkuat infrastruktur kepelabuhanan nasional. Terminal ini dibangun di atas lahan yang sebelumnya tidak produktif, dan kini menjadi aset strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelabuhan.
- Lokasi terminal berada di area strategis di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
- Panjang dermaga mencapai 517,5 meter dengan kedalaman -12 meter LWS, mampu melayani kapal hingga 30.000 DWT.
- Luas area penumpukan mencapai 98.700 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 8.425 TEUs.
- Terminal dilengkapi dengan peralatan modern seperti Quay Container Crane (QCC), Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan Reach Stacker.
- Saat ini, 200 meter dari dermaga telah siap beroperasi, dengan rencana ekspansi lebih lanjut.
Peralatan dan Kapasitas Operasional
Terminal 2 Petikemas dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mendukung operasional bongkar muat yang efisien. Peralatan ini dirancang untuk memastikan kecepatan dan keandalan layanan, serta meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas secara keseluruhan.
- 1 unit Quay Container Crane (QCC) untuk pengangkatan peti kemas dari kapal.
- 4 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) untuk penumpukan peti kemas di area yard.
- 1 unit Reach Stacker untuk pengangkutan peti kemas antar area.
- Head Truck dan chassis untuk distribusi dalam area terminal.
- Didukung oleh 70 personel yang terlatih dan profesional.
Pada tahap berikutnya, Pelindo berencana menambah 2 unit QCC tambahan yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026. Penambahan ini akan semakin memperkuat kapasitas terminal dalam menangani volume peti kemas yang terus meningkat.
Strategi Digitalisasi dan Modernisasi
Terminal 2 Petikemas tidak hanya dibangun dengan infrastruktur fisik yang kuat, tetapi juga didukung oleh strategi digitalisasi dan modernisasi. Pelindo berkomitmen untuk menerapkan teknologi terbaru guna meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan.
- Penerapan sistem digital untuk manajemen bongkar muat dan pelacakan peti kemas secara real-time.
- Integrasi data antara terminal dan mitra pelayaran untuk mempercepat proses logistik.
- Penggunaan peralatan modern yang ramah lingkungan dan hemat energi.
- Peningkatan standar keselamatan kerja dan pelayanan pelanggan.
Melalui pendekatan ini, Pelindo berharap Terminal 2 Petikemas dapat menjadi model terminal modern yang mampu bersaing di tingkat global.
Integrasi dalam Jaringan PINP
Terminal 2 Petikemas juga menjadi bagian dari konsep strategis Pelindo, yaitu Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP). Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan jaringan layanan peti kemas secara nasional melalui pembentukan koridor pelayaran baru.
- PINP dirancang untuk menciptakan sistem hub and spoke yang efisien.
- Meningkatkan keseimbangan arus muatan antar wilayah.
- Memperkuat pemanfaatan kapasitas pelabuhan secara optimal.
- Menurunkan biaya logistik nasional melalui efisiensi operasional.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menyampaikan bahwa pada tahap awal, akan terbentuk 7 koridor pelayaran baru yang akan dikembangkan bersama berbagai stakeholder. Hal ini diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Regulasi dan Pengelolaan Terminal
Pengoperasian Terminal 2 Petikemas dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, khususnya Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. Kepatuhan terhadap regulasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan operasional terminal berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan.
- Pelindo terus melengkapi tata kelola administrasi terminal sesuai ketentuan.
- Sinergi antara regulator, operator, dan stakeholder menjadi kunci keberhasilan.
- Pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar operasional.
Capt. Heru Susanto, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, menyampaikan apresiasi atas pengoperasian terminal ini. Menurutnya, langkah ini akan memperkuat kualitas pelayanan kepelabuhanan di Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia.
Dampak dan Harapan ke Depan
Terminal 2 Petikemas diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan efisiensi logistik. Dengan kapasitas dan teknologi yang dimiliki, terminal ini berpotensi menarik lebih banyak pengguna jasa dari dalam dan luar negeri.
- Meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas di Tanjung Priok.
- Menurunkan biaya logistik nasional secara keseluruhan.
- Meningkatkan daya saing Indonesia di sektor maritim dan logistik global.
- Mendorong pertumbuhan perdagangan antar wilayah dan internasional.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung pengembangan terminal ini. Kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang lebih produktif dan berdaya saing.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat valid pada tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan pengembangan yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Data operasional, kapasitas, dan rencana pengembangan terminal dapat mengalami penyesuaian berdasarkan kondisi lapangan dan regulasi yang berlaku.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.










