Multifinance

Bitcoin Tembus USD64.740 Meski Sentimen The Fed Memadamkan Antusiasme Pasar

Bintang Fatih Wibawa
×

Bitcoin Tembus USD64.740 Meski Sentimen The Fed Memadamkan Antusiasme Pasar

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Tembus USD64.740 Meski Sentimen The Fed Memadamkan Antusiasme Pasar

Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif jelang akhir pekan, naik tipis ke level USD64.740. Angka ini datang seiring dengan dorongan dari saham teknologi, terutama setelah Microsoft merilis kinerja keuangan yang solid. Meski begitu, laju penguatan aset kripto paling populer di dunia itu belum bisa lepas dari pengaruh kebijakan moneter global dan ketidakpastian geopolitik.

Sentimen pasar tetap terjaga, tapi tidak sepenuhnya optimis. Investor masih menahan napas, menunggu sinyal lebih jelas dari Federal Reserve terkait langkah suku bunga ke depan. Meskipun tidak ada perubahan pada pertemuan terbaru, sikap hawkish dari pejabat bank sentral AS masih menjadi beban tersendiri bagi aset berisiko seperti bitcoin.

Dinamika Pasar dan Sentimen Investor

Pergerakan harga bitcoin akhir-akhir ini mencerminkan kondisi pasar yang cukup kompleks. Di satu sisi, investor menunjukkan antusiasme terhadap aset berisiko. Di sisi lain, faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga dan ketegangan internasional terus mengganjal.

1. Kebijakan Suku Bunga The Fed yang Masih Ketat

Federal Reserve memilih untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli 2026. Namun, tiga anggota dewan tampaknya masih mendukung kenaikan lebih lanjut jika inflasi tidak kunjung turun ke target 2%.

2. Ketua The Fed Tegaskan Target Inflasi

Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve, kembali menegaskan bahwa bank sentral akan terus berkomitmen menekan inflasi. Meski tidak ada perubahan kebijakan, nada yang diambil pasar cukup hawkish, membuat spekulasi tentang suku bunga tetap tinggi terus mengemuka.

3. Aset Tanpa Imbal Hasil Rentan Terhadap Suku Bunga Tinggi

Kondisi ini secara tradisional tidak ramah bagi aset seperti bitcoin. Karena tidak memberikan dividen atau bunga, bitcoin rentan ketika investor lebih memilih instrumen berimbang hasil tetap.

Laporan Keuangan Strategy Jadi Pemicu Volatilitas

Salah satu perusahaan dengan kepemilikan bitcoin terbesar di dunia, Strategy, justru mencatatkan kerugian besar di kuartal kedua 2026. Laporan keuangan mereka memicu reaksi di pasar kripto.

1. Kerugian Bersih Mencapai USD24,45 per Saham

Angka ini merupakan pembalikan drastis dari laba USD32,60 per saham yang dicatatkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

2. Kerugian Belum Terealisasi Tembus USD8,32 Miliar

Sebagian besar kerugian berasal dari penurunan nilai aset digital yang dimiliki perusahaan. Pada kuartal sebelumnya, Strategy justru mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar USD14,05 miliar.

3. Pertama Kali Jual Bitcoin dalam Empat Tahun

Langkah ini diambil karena harga bitcoin saat ini berada di bawah rata-rata akuisisi perusahaan, yaitu USD75.400 per unit. Ini menunjukkan bahwa Strategy mulai memprioritaskan likuiditas dibandingkan eksposur terhadap aset kripto.

4. Tidak Ada Pembelian Bitcoin Selama Empat Minggu Terakhir

Sebaliknya, perusahaan justru melakukan penjualan saham untuk memperkuat posisi kas dan memenuhi kewajiban keuangan. Hingga akhir kuartal II-2026, Strategy masih memiliki sekitar 846.000 bitcoin dengan nilai pasar sekitar USD54,77 miliar.

Ketegangan Geopolitik Picu Kekhawatiran Inflasi

Selain faktor domestik AS, ketegangan geopolitik juga turut memengaruhi sentimen pasar. Serangan udara AS ke Iran dan respons cepat dari Teheran memicu lonjakan harga minyak.

1. Harga Minyak Naik Tajam

Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran akan kembali naiknya inflasi berbasis energi. Jika kondisi ini berlangsung lama, bank sentral global mungkin akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

2. Dampak pada Pasar Kripto

Investor mulai waspada. Meski bitcoin sempat menguat, tekanan dari faktor eksternal ini bisa memicu koreksi mendadak kapan saja.

Pergerakan Altcoin Ikut Tertopang

Tidak hanya bitcoin, sejumlah altcoin juga menunjukkan performa positif. Pergerakan ini sejalan dengan antusiasme investor terhadap aset kripto secara umum.

Harga Terbaru Aset Kripto (Juli 2026)

Aset Kripto Perubahan (%) Harga Terbaru
Bitcoin (BTC) +1,4% USD64.740
Ether (ETH) +1,2% USD1.919,75
XRP +0,9% USD0,59
Solana (SOL) +1,8% USD154,30
Cardano (ADA) +4,6% USD0,48
BNB +3,9% USD317,20
Dogecoin (DOGE) +1,1% USD0,13
TRUMP +1,1% USD1,02

Catatan Penting

Harga aset kripto sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar global. Data dalam artikel ini bersifat referensi berdasarkan informasi terkini hingga Juli 2026 dan dapat berbeda dengan kondisi aktual saat dibaca.

Investasi dalam aset kripto mengandung risiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pastikan untuk melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan kondisi keuangan secara menyeluruh.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.