Bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua kembali cair pada 8 Juli 2026. Pencairan ini dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), baik yang lama maupun yang baru. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mulai melaporkan penerimaan dana.
Sejumlah bukti pencairan sudah masuk dari berbagai wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Meski begitu, pencairan tidak langsung merata di seluruh Indonesia, melainkan berlangsung secara bertahap.
Daftar Wilayah yang Telah Menerima Pencairan Bansos 8 Juli 2026
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua sudah terlihat di beberapa daerah. Berikut beberapa laporan dari penerima di berbagai wilayah.
1. Desa Laubaleng
Pada pukul 09.05 WIB, salah satu penerima di Desa Laubaleng berhasil menarik tunai sebesar Rp1.250.000 melalui KKS Bank BRI keluaran lama (2017–2018). Dana ini merupakan bagian dari pencairan bansos tahap kedua.
2. Daerah Solok
Di Solok, pencairan bansos tercatat pada pukul 08.00 pagi. Saldo sebesar Rp2.074.000 berhasil ditarik tunai melalui KKS Bank BRI lama. Ini menunjukkan bahwa penyaluran di daerah ini berjalan lancar.
3. Kabupaten Rembang
Kabupaten Rembang juga mencatat pencairan dana pada pukul 06.36. Saldo sebesar Rp344.000 masuk ke KKS baru Bank BNI. Meski nominalnya terlihat kecil, ini merupakan bagian dari penyaluran yang sesuai dengan kategori penerima.
4. Daerah Pekalongan
Pencairan di Pekalongan tercatat sehari sebelumnya, pada 7 Juli 2026 pukul 16.00. Saldo sebesar Rp597.000 masuk ke rekening KKS, diperkirakan mengalami potongan dari nominal normal Rp600.000 karena biaya administrasi.
5. Laporan Tambahan dari KPM Lainnya
Beberapa penerima dengan KKS keluaran tahun 2025 juga melaporkan penerimaan dana. Salah satunya mencatat saldo sebesar Rp1.350.000 yang masuk pada 7 Juli 2026 pukul 10.45 melalui Bank BNI.
Perbedaan Nominal dan Jenis Kartu
Pencairan bansos tidak selalu sama untuk semua penerima. Ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah dana yang diterima, termasuk jenis KKS yang digunakan dan kebijakan penyaluran dari masing-masing bank.
1. KKS Lama vs KKS Baru
KKS keluaran lama (2017–2018) dan yang baru (periode Maret–Juni 2026) sama-sama digunakan untuk penyaluran bansos. Namun, beberapa penerima KKS baru periode Juni belum mendapat pencairan. Kemungkinan pencairan akan menyusul dalam waktu dekat.
2. Potongan Biaya Admin
Beberapa laporan menyebutkan adanya potongan biaya administrasi dari pihak bank. Misalnya, di Pekalongan, dari nominal normal Rp600.000, hanya Rp597.000 yang masuk ke rekening.
3. Kategori Penerima
Nominal yang diterima juga bisa berbeda tergantung pada kategori penerima. Misalnya, keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak atau dengan kondisi ekonomi tertentu bisa mendapat alokasi yang lebih besar.
Cara Mengecek Saldo Bansos
Bagi penerima yang ingin memastikan apakah bansos sudah cair atau belum, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut langkah-langkahnya:
1. Melalui ATM
Datangi ATM terdekat dan masukkan kartu KKS. Lakukan pengecekan saldo seperti biasa. Jika dana sudah cair, saldo akan bertambah sesuai nominal yang dialokasikan.
2. Menggunakan Mobile Banking
Unduh aplikasi mobile banking sesuai bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, dll). Login dan cek saldo rekening KKS. Ini cara yang lebih praktis karena bisa dilakukan di rumah.
3. Datangi Kantor Bank
Jika ada kendala teknis atau ingin memastikan secara langsung, kunjungi cabang bank terdekat. Petugas bisa membantu mengecek status pencairan dan saldo terkini.
Perlu Diperhatikan
Proses pencairan bansos berlangsung secara bertahap. Tidak semua daerah langsung menerima dana pada tanggal yang sama. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi, seperti sistem bank dan koordinasi internal pemerintah.
Bagi yang belum menerima pencairan, belum perlu khawatir. Penyaluran masih terus berlangsung, dan penerima bisa terus memantau saldo secara berkala.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan penerima manfaat dan kondisi aktual per tanggal 8 Juli 2026. Nominal dan jadwal pencairan bisa berubah tergantung kebijakan pemerintah dan bank penyalur. Data bersifat dinamis dan dapat diperbarui sewaktu-waktu.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












