Bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua susulan mulai menunjukkan tanda-tanda pencairan di sejumlah daerah. Kali ini, penerima manfaat yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru dari Bank BNI mulai mendapatkan notifikasi saldo masuk di rekening mereka. Pencairan ini terjadi sejak awal Juli 2026 dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Tegal, Jawa Tengah.
Beberapa warganet mulai membagikan pengalaman mereka melalui media sosial dan platform YouTube. Mereka melaporkan jumlah nominal yang diterima, waktu pencairan, serta jenis komponen PKH yang masuk. Meski begitu, penyaluran belum merata di seluruh Indonesia, dan masih berlangsung secara bertahap.
Bukti Pencairan PKH Tahap Kedua Susulan
Berikut beberapa laporan terbaru terkait pencairan PKH untuk pemilik KKS Bank BNI. Setiap laporan memberikan gambaran tentang nominal, waktu, dan jenis komponen bantuan yang diterima.
1. PKH Balita Sebesar Rp1.500.000
Salah satu laporan menyebutkan pencairan dana sebesar Rp1.500.000 pada tanggal 4 Juli 2026. Dana ini merupakan bantuan untuk dua anak balita, masing-masing mendapat jatah Rp750.000. Pencairan ini terjadi di wilayah Tegal dan menggunakan KKS Bank BNI yang mulai didistribusikan sejak Maret 2026.
2. PKH Anak SD dengan Nominal Rp450.000
Laporan lain menyebutkan saldo sebesar Rp450.000 yang masuk pada tanggal yang sama. Dana ini adalah komponen PKH untuk dua anak usia sekolah dasar, dengan masing-masing anak menerima Rp225.000. Penyaluran ini juga termasuk dalam tahap kedua yang masih berjalan secara bertahap.
3. Gabungan PKH Balita dan Anak SD Sebesar Rp975.000
Ada juga laporan yang menyebutkan dana gabungan sebesar Rp975.000. Dana ini merupakan bantuan untuk satu anak balita dan satu anak SD. Penerima mengaku sebelumnya sudah menerima pencairan BPNT dan PKH sekitar dua minggu sebelumnya.
4. PKH Balita Tambahan Rp1.500.000
Pencairan tambahan sebesar Rp1.500.000 juga dilaporkan oleh sejumlah pemilik KKS Bank BNI. Dana ini diterima pada tanggal 4 Juli 2026 dan merupakan bagian dari penyaluran tahap kedua yang bersifat susulan.
5. PKH Balita Tunggal Sebesar Rp750.000
Laporan terakhir menyebutkan pencairan sebesar Rp750.000 yang masuk pada pukul 17.17 WIB. Dana ini adalah bantuan untuk satu anak balita dan juga menggunakan KKS Bank BNI.
Rangkuman Nominal Pencairan PKH Tahap Kedua
Untuk mempermudah pemahaman, berikut tabel rinci pencairan PKH tahap kedua susulan berdasarkan laporan warganet:
| No | Komponen PKH | Jumlah Anak | Nominal per Anak | Total Dana |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Balita | 2 | Rp750.000 | Rp1.500.000 |
| 2 | Anak SD | 2 | Rp225.000 | Rp450.000 |
| 3 | Balita + Anak SD | 1 + 1 | Rp750.000 + Rp225.000 | Rp975.000 |
| 4 | Balita (Tambahan) | 2 | Rp750.000 | Rp1.500.000 |
| 5 | Balita (Tunggal) | 1 | Rp750.000 | Rp750.000 |
Wilayah Pencairan yang Telah Dilaporkan
Pencairan PKH tahap kedua susulan ini belum merata di seluruh Indonesia. Namun, sejumlah daerah sudah melaporkan kedatangan dana ini, antara lain:
- Tegal, Jawa Tengah
- (Wilayah lain akan terus diperbarui seiring laporan dari warganet)
Tips Mengecek Pencairan PKH
Bagi keluarga yang belum menerima pencairan, tidak perlu langsung khawatir. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap dan tidak serentak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengecek status pencairan:
1. Cek Saldo KKS Bank BNI
Langkah pertama adalah mengecek saldo secara berkala melalui aplikasi mobile banking BNI atau langsung ke ATM terdekat. Biasanya, pencairan akan muncul sebagai transaksi masuk dengan keterangan khusus.
2. Gunakan Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Aplikasi ini menyediakan informasi resmi terkait penyaluran bansos, termasuk PKH. Pengguna bisa memasukkan NIK atau nomor KKS untuk melihat status terkini.
3. Hubungi Pendamping Sosial atau Dinas Sosial Setempat
Jika ada keraguan atau kendala, langkah terbaik adalah menghubungi pendamping sosial atau Dinas Sosial setempat. Mereka memiliki data terbaru dan bisa memberikan informasi lebih akurat.
Disclaimer dan Catatan Penting
Informasi yang disajikan bersumber dari laporan warganet dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Kemensos. Nominal dan waktu pencairan bisa berbeda di daerah lain tergantung pada kebijakan penyaluran setempat. Data ini bersifat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Penerima sebaiknya tetap waspada terhadap informasi palsu atau penipuan terkait bansos. Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti aplikasi Cek Bansos Kemensos atau lembaga pemerintah terkait.
Pencairan PKH tahap kedua susulan ini menjadi harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Meski prosesnya tidak serentak, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












