Harga beras di Pasar Pucang Surabaya kembali mengalami kenaikan. Fenomena ini mulai terasa sejak beberapa minggu terakhir, seiring dengan menipisnya stok dari beberapa jenis beras unggulan. Tidak hanya beras, minyak goreng kemasan besar juga mulai sulit ditemukan di sejumlah warung dan toko di sekitar pasar tradisional ini. Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun pembeli, yang mulai merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Pasar Pucang, yang dikenal sebagai salah satu pasar tradisional besar di Surabaya, memang kerap menjadi barometer harga sembako di wilayah Jawa Timur. Kenaikan harga beras yang terjadi saat ini tidak hanya dipicu oleh faktor musim, tetapi juga oleh distribusi yang terganggu akibat cuaca ekstrem dan lonjakan permintaan jelang bulan Ramadan. Stok minyak goreng yang mulai menipis menambah tekanan pada daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Harga Beras Naik, Stok Minyak Goreng Menipis
Kenaikan harga beras di Pasar Pucang tidak terjadi secara mendadak. Sejak awal Maret, sejumlah pedagang sudah mulai menaikkan harga jenis beras medium hingga premium. Beras IR 64, yang biasanya stabil di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, kini harganya sudah menyentuh Rp 14.500 hingga Rp 15.000. Sementara beras jenis Pandan Wangi dan Mentik Wangi yang biasa dijual Rp 16.000 hingga Rp 18.000, kini sudah naik menjadi Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per kilogram.
| Jenis Beras | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| IR 64 | Rp 12.500 | Rp 15.000 | 20% |
| Pandan Wangi | Rp 17.000 | Rp 20.000 | 17,6% |
| Mentik Wangi | Rp 18.000 | Rp 21.000 | 16,7% |
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Pasar Pucang, tetapi juga di sejumlah pasar tradisional lain di Surabaya dan sekitarnya. Namun, karena Pasar Pucang merupakan salah satu distribusi utama, dampaknya terasa lebih luas. Pedagang kecil dari area lain seringkali mengambil pasokan dari sini, sehingga ketika harga naik di sini, efek domino pun terjadi.
Penyebab Kenaikan Harga dan Kelangkaan Stok
Beberapa faktor saling berkaitan dalam menyebabkan lonjakan harga dan kelangkaan stok beras serta minyak goreng. Pertama, cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu lalu sempat menghambat distribusi dari daerah produsen seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Jalur distribusi terganggu karena banjir dan jalan rusak, membuat pasokan ke pasar tradisional seperti Pucang terhambat.
Kedua, permintaan meningkat jelang bulan Ramadan. Biasanya, sejak awal April, permintaan beras dan minyak goreng mulai naik karena masyarakat mulai menyiapkan stok untuk kebutuhan bulanan. Namun, kenaikan permintaan kali ini terjadi lebih cepat dan lebih tinggi dari prediksi.
- Gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem
- Lonjakan permintaan jelang Ramadan
- Stok dari distributor pusat yang belum maksimal
- Spekulasi harga oleh sebagian pengusaha
Minyak goreng kemasan besar (1 liter) juga mulai langka. Harga yang sebelumnya berkisar Rp 16.000 hingga Rp 18.000 kini melonjak hingga Rp 22.000. Beberapa pedagang mengaku tidak mendapat pasokan selama dua minggu terakhir. Kelangkaan ini membuat warga sekitar harus rela membeli di toko-toko modern dengan harga lebih tinggi.
Dampak pada Masyarakat dan Strategi Menghadapi Lonjakan Harga
Lonjakan harga beras dan kelangkaan minyak goreng berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Terutama bagi keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah, pengeluaran untuk kebutuhan pokok bisa meningkat hingga 25% dalam sebulan. Banyak yang mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke jenis beras yang lebih murah.
Beberapa strategi bisa dilakukan untuk mengurangi dampak kenaikan harga ini. Pertama, membeli beras dalam jumlah besar saat harga masih terjangkau dan menyimpannya secara bijak. Kedua, beralih ke beras lokal yang harganya lebih stabil. Ketiga, memanfaatkan program bantuan sosial atau pasar murah yang disediakan pemerintah daerah.
- Beli beras dalam jumlah besar saat harga masih normal
- Pilih jenis beras lokal yang lebih stabil harganya
- Manfaatkan program pasar murah atau bantuan sosial
Namun, strategi ini tidak selalu mudah dijalankan oleh semua kalangan. Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan tidak memiliki tempat penyimpanan memadai. Selain itu, tidak semua keluarga memiliki akses ke program bantuan pemerintah.
Upaya Pemerintah dan Distributor dalam Menstabilkan Harga
Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan Surabaya telah mengambil beberapa langkah untuk menstabilkan harga. Salah satunya adalah dengan menggelar pasar murah di beberapa titik strategis. Pasar murah ini menjual beras dan minyak goreng dengan harga di bawah pasar. Namun, pasokan yang terbatas membuat program ini tidak selalu bisa dijangkau semua orang.
Distributor juga mulai mengupayakan peningkatan pasokan dari daerah produsen. Namun, karena masih adanya hambatan logistik, pasokan belum bisa pulih sepenuhnya. Beberapa distributor mengaku baru bisa mengirim barang setiap dua hari sekali, dibandingkan sebelumnya yang bisa dilakukan setiap hari.
Tabel berikut menunjukkan perkiraan pemulihan stok dan penurunan harga jika distribusi kembali normal.
| Waktu Estimasi Pemulihan | Stok Beras | Harga Minyak Goreng | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 minggu | 70% | Rp 20.000 | Masih terbatas |
| 2 minggu | 90% | Rp 18.000 | Stabil |
| 3 minggu | 100% | Rp 16.500 | Normal kembali |
Meskipun ada harapan pemulihan dalam beberapa minggu ke depan, dampak jangka pendek tetap dirasakan oleh masyarakat. Terutama keluarga yang tidak memiliki cadangan dan terpaksa membeli kebutuhan pokok setiap hari.
Tips Menghemat Pengeluaran Saat Harga Sembako Naik
Menghadapi kenaikan harga, ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar pengeluaran tetap terkendali. Pertama, buat daftar belanja mingguan untuk menghindari pembelian impulsif. Kedua, belanja di pasar tradisional pada pagi hari untuk mendapatkan harga lebih murah sebelum naik.
- Buat daftar belanja mingguan
- Belanja di pagi hari
- Gunakan aplikasi belanja untuk promo dan cashback
Memanfaatkan promo dari aplikasi belanja online juga bisa menjadi solusi. Banyak platform yang menawarkan cashback atau potongan harga untuk pembelian sembako. Meski tidak besar, potongan ini bisa membantu mengurangi beban pengeluaran.
Namun, penting juga untuk tetap waspada terhadap kualitas barang. Saat harga naik, beberapa pedagang mungkin mencampur beras dengan kualitas lebih rendah atau menjual minyak dengan kadar lebih encer. Selalu periksa kemasan dan pastikan membeli dari sumber terpercaya.
Disclaimer
Data harga dan kondisi stok yang disajikan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, cuaca, dan kebijakan distribusi. Informasi ini dikumpulkan berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan pedagang di Pasar Pucang Surabaya pada pertengahan April 2025. Pembaca disarankan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sesuai dengan kondisi terkini.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











