Perbankan

Jumlah Pengguna MADINA Bank Muamalat Meningkat Signifikan Hingga Dua Digit pada Tahun 2025

Erna Agnesa
×

Jumlah Pengguna MADINA Bank Muamalat Meningkat Signifikan Hingga Dua Digit pada Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Jumlah Pengguna MADINA Bank Muamalat Meningkat Signifikan Hingga Dua Digit pada Tahun 2025

Head of Global Market and Services Bank Muamalat, Moh. Madina Hendrik Soe’oed (kiri) menjelaskan layanan MADINA kepada nasabah korporasi. | Foto: Bank Muamalat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan yang cukup menarik pada layanan cash management system bernama Muamalat Digital Integrated Access (MADINA). Layanan ini terus digunakan oleh berbagai kalangan, terutama nasabah korporasi, karena menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam transaksi perbankan.

Pada akhir tahun 2025, jumlah pengguna MADINA mencatatkan peningkatan hingga dua digit, yakni sebesar 13 persen year on year (yoy). Total pengguna aktif mencapai lebih dari 13.700 pengguna. Tak hanya jumlah pengguna, frekuensi transaksi juga melonjak sebesar 12 persen yoy, mencatat dua juta transaksi. Volume transaksi yang berhasil dicatat pun menembus angka Rp48 triliun.

Kinerja MADINA Dorong Pertumbuhan CASA

Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini adalah strategi Bank Muamalat dalam menjalin kerja sama dengan berbagai institusi. Langkah ini membuka peluang lebih besar bagi layanan MADINA untuk digunakan secara luas.

Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat, menjelaskan bahwa kinerja MADINA turut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA). Ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga likuiditas bank.

  1. Peningkatan Fitur Online FX

    Bank Muamalat juga menambahkan fitur baru bernama Online Foreign Exchange (Online FX). Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi melakukan transaksi valuta asing secara online lewat MADINA. Dengan adanya Online FX, transaksi menjadi lebih cepat dan transparan karena menggunakan kurs counter secara real time.

  2. Peningkatan Penggunaan Virtual Account

    Layanan virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA juga mencatatkan peningkatan frekuensi transaksi sebesar 14 persen yoy. Total transaksi mencapai 4,8 juta transaksi dengan volume transaksi sebesar Rp7,8 triliun.

Strategi Kemitraan Dorong Penetrasi Layanan

Bank Muamalat tidak hanya mengandalkan teknologi semata, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai sektor. Strategi ini menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi MADINA di pasar.

Imam menyebut bahwa kemitraan strategis dengan institusi menjadi faktor penting di balik meningkatnya performa MADINA. Fokusnya tidak hanya pada sektor bisnis, tetapi juga pada institusi publik dan komunitas yang memiliki nilai syariah tinggi.

  1. Penetrasi di Sektor Pendidikan dan Pemerintah

    Bank Muamalat terus menjajaki peluang di sektor pendidikan dan lembaga pemerintah. Dengan layanan yang fleksibel dan real time, MADINA menjadi pilihan yang menarik bagi institusi-institusi ini.

  2. Dukungan untuk Komunitas dan Ekosistem Muslim

    Selain itu, bank ini juga memperkuat kemitraan dengan rumah sakit, komunitas muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan pengguna MADINA.

Fitur dan Kemudahan Akses MADINA

MADINA dirancang sebagai layanan internet banking yang memungkinkan nasabah korporasi untuk memonitor dan melakukan transaksi perbankan non tunai secara real time. Semua transaksi bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.

Nasabah bisa memilih dua opsi layanan, yaitu MADINA Advanced dan MADINA Basic. Keduanya menawarkan fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan administrasi dan transaksi nasabah.

  1. Akses Mudah via Website

    Untuk menggunakan layanan MADINA, nasabah korporasi cukup mengakses website resmi MADINA di https://madina.bankmuamalat.co.id menggunakan browser. Tidak perlu instalasi aplikasi tambahan, sehingga lebih praktis dan efisien.

  2. Real-Time Transaction Monitoring

    Salah satu keunggulan MADINA adalah kemampuan memantau seluruh transaksi secara real time. Ini sangat membantu perusahaan dalam mengelola arus kas dan pengambilan keputusan keuangan yang lebih cepat.

Tabel Perbandingan Kinerja MADINA 2024 vs 2025

Indikator 2024 2025 Pertumbuhan (%)
Jumlah Pengguna 12.100 13.700 13%
Frekuensi Transaksi 1.785.000 2.000.000 12%
Volume Transaksi Rp42,9 T Rp48 T 12%
Frekuensi VA 4.200.000 4.800.000 14%
Volume VA Rp6,8 T Rp7,8 T 14%

Potensi MADINA ke Depan

Dengan pertumbuhan dua digit yang diraih pada 2025, ekspektasi terhadap MADINA terus meningkat. Bank Muamalat berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan ini agar tetap relevan dan kompetitif di era digital.

  1. Pengembangan Fitur Baru

    Bank Muamalat berencana menambahkan lebih banyak fitur yang sesuai dengan kebutuhan transaksi korporasi modern. Termasuk integrasi dengan sistem ERP perusahaan dan layanan keuangan digital lainnya.

  2. Ekspansi ke Pasar Baru

    Selain sektor-sektor yang sudah ada, MADINA juga akan diperkenalkan ke pasar-pasar baru seperti startup syariah, UMKM berbasis digital, dan komunitas ekonomi kreatif.

Kesimpulan

Peningkatan pengguna MADINA yang mencapai dua digit pada 2025 menunjukkan bahwa layanan ini berhasil memenuhi kebutuhan nasabah korporasi. Dengan kombinasi teknologi, fitur lengkap, dan strategi kemitraan yang tepat, MADINA terus menjadi andalan Bank Muamalat dalam mendorong transformasi digital perbankan syariah.

Disclaimer: Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi Bank Muamalat per April 2026. Nilai transaksi dan pengguna dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan bank.

Erna Agnesa
Reporter at Pantai Teluk Awur

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.